Bisnis Kelapa Muda

Ramadhan tahun ini, Zeze Zahra bisnis kelapa muda dan kawan-kawannya. 

Kelapanya sebagian dari kebun rumah kabin Zeze Zahra di Karawang, sebagian lagi dari petani dan pengepul di sekitar rumah kabin. Kelapa-kelapa tersebut dikumpulkan oleh cucu mantu pak Amoy, bapak yang mengurus sawah dan rumah kabin.

Bagian saya adalah menyiapkan mobil colt bak terbuka milik Zeze Zahra sekaligus memberikan modal operasional awal seperti untuk membeli kelapa, biaya transport dan lain-lain.

Tugas saya berikutnya adalah menghubungkan kelapa muda dengan pembeli, termasuk memberikan modal pada keponakan yang usaha es kelapa muda.

Pada pengiriman pertama yang dilakukan 3 hari sebelum puasa Ramadhan, total ada 400 butir kelapa muda. 200 butir dikirim ke keponakan yang berjualan kelapa muda, sedangkan 200 butir lagi dikirim ke Ackoy Maryadi Aris Munandaryang kemudian mendistribusikannya ke penjual di sekitar Bekasi Timur.

Dalam waktu 1 hari, semua kelapa yang ada di Ackoy habis terjual. Penjual eceran senang karena kelapa mudanya segar dan airnya juga manis. Hal ini karena kelapa muda tersebut baru dipetik dan langsung diangkut, jadi tidak menginap lama.

Setelah stock kelapa muda habis terjual dalam 1 hari, Ackoy kemudian memesan lagi sebanyak 500 butir kelapa muda. Saya jadi kepikiran untuk menanam tambahan pohon kelapa, hehehe…

Selain kelapa muda, cakupan usaha lainnya berupa penyediaan timun suri, pisang kepok/tanduk, ubi dan singkong ??

Model bisnis sederhana ini bisa memberikan manfaat pada banyak pihak. Yang pertama adalah petani di sekitar rumah kabin Zeze Zahra, yang buah kelapanya dibeli tanpa harus repot-repot memetik dan menjualnya sendiri. 

Yang kedua adalah pengepul, dalam hal ini cucu mantu pak Amoy dan saudara-saudaranya yang menjadi pemetik kelapa di rumah kabin dan di kebun Zeze Zahra serta menjadi pembeli langsung dari petani.

Yang ketiga adalah driver atau supir mobil bak, yang juga menjadi bagian dari karyawan Zeze Zahra. Ia yang mengambil kelapa dari rumah kabin Zeze Zahra di Karawang dan membawanya ke Bekasi.

Yang keempat adalah para penjual dan distributor, dalam hal ini keponakan dan adik saya. Mereka menjual secara eceran dan juga menjual secara grosir ke beberapa penjual eceran lainnya.

Yang kelima adalah para pembeli. Pembeli bisa mendapatkan kelapa muda yang bagus, segar dan terjaga kualitasnya. Sebagai penggemar air kelapa muda, saya termasuk yang kecewa jika mendapatkan air kelapa muda yang hambar dan sudah berubah warna maupun rasanya. Kelapa muda dari kebun Zeze Zahra bisa menjadi jaminan kualitas karena jarak pemetikan dengan pendistribusian hanya butuh waktu yang relatif singkat.

Terakhir, saya beruntung karena bisa belajar mekanisme usaha mikro, menjadi jembatan penghubung antara petani, distributor dan penjual eceran. Biaya modal yang dikeluarkan untuk mendukung operasional ini juga relatif terjangkau, hanya beberapa ratus lot harga saham GOTO, hehehe…

Apakah hanya kelapa muda dan kawan-kawan saja? Nggak juga. Nanti menjelang lebaran, biasanya beralih ke janur kulit ketupat. Bisa juga ke ayam kampung, bebek dan ikan. Mendayagunakan kapabilitas dan kapasitas yang ada di rumah kabin Zeze Zahra dan lingkungan sekitarnya agar membawa kebermanfaatan bagi banyak pihak.

Saya sertakan juga foto hamparan sawah di rumah kabin Zeze Zahra untuk menyejukkan pandangan mata 😉


Also published on Medium.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.