Belajar Mengurus Kebun

Saat musim panas kekeringan, saat musim hujan kebanjiran. Itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kebun pisang Zeze Zahra.

Zeze Zahra baru mulai menanam pisang awal tahun lalu, tepat setahun jika diukur saat mulai membeli lahan. Saat itu kondisi kebun juga terendam luapan kali Citarum. Namun saat mulai menanam, hujan sudah mulai jarang dan periode April-Juli kondisi kebun kering sekali sehingga saya harus mengebor air untuk menjaga bibit agar tidak sampai shutdown.

Ini salah satu video di akhir Juni 2020 : https://www.youtube.com/watch?v=QGG99Jo9enY

Menjelang akhir tahun, hujan yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. Bibit yang ditanam dan bisa bertahan hidup akhirnya mulai berbuah. Awal tahun hujan semakin sering dan kondisi kebun mulai tergenang. Saluran yang dibuat untuk pengairan tidak memadai sehingga perlu dirapikan dan dibuat lebih dalam.

Hal ini yang menarik dan membuat hidup jadi lebih bernuansa, karena kita bisa selalu belajar dari kondisi yang ada. Namanya usaha, mungkin saja bisa berhasil dan mungkin juga gagal, tapi kalau sudah dicoba tentu tidak lagi ada penyesalan “kenapa nggak dicoba ya…””

Banjir, terutama luapan dari sungai/kali memang kadang membuat kita bingung cara mengatasinya, namun setelah surut, lumpur dari sungai menjadi pupuk yang menyuburkan kebun.

Jadi kalau ada yang tanya, itu pakai pupuk apa kok bisa subur kebunnya. Selain dibantu pupuk kandang, kebun pisang Zeze Zahra juga dibantu pupuk lumpur dari kali Citarum 😀

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.