4 Tips Menentukan Prioritas Pekerjaan

Tulisan ini merupakan bagian dari 30 Hari Tantangan Ramadhan. Edisi Hari Kedelapan, 30 Days Ramadhan Challenge Day #8

Salah seorang rekan kuliah mengeluh karena ia memilih menonton Drakor alih-alih melaksanakan shalat Tarawih saat menunggu sesi kuliah dimulai. Kebetulan pak Dosen ada keperluan sehingga kuliah yang seharusnya dimulai pkl 19.00 mundur menjadi pukul 20.00.

Ia menyesal karena seharusnya dia memilih untuk shalat Isya dan Tarawih agar tidak keburu ngantuk saat selesai kuliah.

Saya juga kerap menyesali hal yang sama, misalnya asyik main games dan menunda penyelesaian tugas atau memilih membaca artikel dan bukannya bersiap-siap berangkat mengantar puteri bungsu ke sekolah di pagi hari.

Berkaca pada pengalaman tersebut, saya punya 4 tips untuk menyiasati dan menentukan prioritas pekerjaan, yaitu :

  1. Kesampingkan atau tunda pekerjaan yang bisa dilakukan lain waktu. Misalnya dalam konteks rekan saya, ia bisa menonton Drakor kapan saja, namun Shalat Isya dan Taraweh (meski shalat Taraweh sunnah) akan menimbulkan masalah baru jika ditunda. Jika demikian, maka kita bisa kesampingkan nonton Drakornya, karena itu bisa kita lakukan kapan saja.

    Contoh lain misalnya main games. Saya bisa main games kapan saja, namun tugas kuliah memiliki batas waktu sendiri. Jika saya mengesampingkan tugas kuliah, saya akan kena masalah karena sudah ada due date atau jatuh tempo penyelesaian. Untuk hal ini, saya harus memilih untuk mengesampingkan main games karena itu bisa saya tunda atau pindah ke lain waktu.
  2. Prioritaskan pekerjaan yang memiliki sangkutan dengan pihak lain atau dengan pekerjaan lain. Misalnya pengecekan proposal yang dikirimkan oleh staff sales di kantor, itu harus saya prioritaskan karena dia tidak bisa melanjutkan pekerjaannya mengirimkan penawaran ke klien jika saya belum melakukan proses persetujuan (approval) untuk draft yang ia ajukan.

    Contoh lain misalnya penyusunan tugas kelompok. Rekan yang mengerjakan bagian kesimpulan tidak bisa mengisi bagiannya sebelum yang lain mengerjakan bagian sebelumnya. Ini artinya, jika kita diserahi tanggung jawab untuk mengisi bagian sebelumnya, kita harus segera memprioritaskannya, karena rekan yang lain menunggu pekerjaan kita. Jika kita tunda, akan berefek pada pekerjaannya.
  3. Komparasi spesifikasi tugas. Jika ada pekerjaan yang sama-sama penting dan sama-sama ditunggu pihak lain, kita bisa mengecek parameter lain untuk menentukan skala prioritas diantara keduanya. Misalnya jika sama-sama ditunggu pihak lain, check apakah jatuh temponya sama atau tidak? Bandingkan implikasi antara satu dengan yang lain jika sampai terganggu, mana yang lebih besar implikasinya, itu yang diprioritaskan.
  4. Gunakan Prinsip Temptation Bundling. Kaitkan pekerjaan yang tidak suka atau malas kita lakukan dengan reward yang menanti. Misalnya, kita boleh main games jika kita sudah menyelesaikan tugas kuliah. Atau bisa menonton Drakor atau Netflix jika sudah mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab kita.

Sementara 4 tips dulu ya, karena ini juga saya tulis sambil menunggu puteri bungsu yang les piano 😀. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.