Diet Mayo

Family & Personal1 Comment

Hari Minggu kemarin tiba-tiba Dear Rey Reny Yuniastuty bilang,

“Gimana kalau kita diet Mayo?”

Tanpa pikir panjang saya jawab : “OK”

Ini karena saya merasa belakangan ini terlalu banyak makan dan ingin menetralkan kembali kondisi tubuh. Sekitar 1-2 tahun yang lalu saya pernah melakukan diet Mayo juga dan saya rasakan enak untuk badan plus bisa kembali menikmati rasa makanan 🙂

Diet Mayo ini secara prinsip sederhana. Tanpa garam, tanpa es dan tanpa nasi. Kebutuhan karbohidrat disupply dari umbi-umbian, dikombinasi dengan sayuran dan buah. Daging dan ikan juga boleh, dengan syarat tanpa garam. Apa enaknya? Enak kok, kalau bisa masaknya hehehe…

Diet Mayo

Untuk kemudahan proses, kami tidak memasak sendiri. Dear Rey usul pada saya untuk pesan catering yang khusus menyediakan menu diet Mayo. Saya setuju saja, sambil tetap lihat-lihat estimasi biayanya 🙂

Setelah mencari beberapa pilihan, akhirnya jadi memesan ke Rebela Catering. Website-nya bagus, informatif dan contact personnya responsif. Kami memesan di Minggu malam dan pengiriman pertama bisa dilakukan di hari Senin pagi. Sekali pengiriman untuk 2 menu yaitu makan siang dan makan sore (karena maksimal makan malam dilakukan sebelum pukul 18.00 WIB)

Catatan : Saya tidak bermaksud endorse Rebela ya 🙂

Rasa masakannya enak. Mengenyangkan juga. Kombinasi menunya juga bagus. Ada sih beberapa yang rasanya kurang cocok untuk lidah saya yang biasa makan makanan kampung, tapi karena sudah niat, masakannya masuk saja dengan santai.

Ada hal lain yang menolong saya menjalani diet ini. Kebetulan beberapa hari sebelumnya saya menonton TV series tentang survival berjudul “Alone” seri 3 di Iflix. Ceritanya tentang 10 orang yang ditinggalkan di lokasi berbeda-beda di hutan belantara di Patagonia, Amerika Selatan. Mereka hanya boleh bawa 10 macam barang dan harus mencari makanan sendiri, membangun bivak sendiri dan memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Pendek kata harus bertahan hidup sendiri. Siapa yang bertahan hidup paling lama, dia yang menjadi juara dan mendapat hadiah 500 ribu US$. Jika tidak sanggup, mereka bisa kontak pihak panitia penyelenggara dan akan dijemput.

Apa yang bisa mereka dapatkan untuk makanan? Pilihan terbesar adalah ikan yang harus dipancing terlebih dahulu dan belum tentu mudah didapat, kemudian berusaha berburu untuk mendapatkan daging yang kemungkinan kecil bisa didapat. Terakhir adalah memakan buah kecil semacam berry atau terpaksa memakan daun-daunan. Tidak heran ada yang turun berat badan sampai 30 Kg dan ada yang harus dibawa ke rumah sakit karena tingkat berat badannya mengkhawatirkan.

Melihat mereka memakan ikan dengan pilihan bumbu terbatas dan tidak bisa setiap hari didapatkan membuat saya selalu bilang ke Dear Rey, “Ini lumayan dah, jauh lebih baik daripada kita survival di Patagonia, hehehe…”

Untuk mendukung kesuksesan diet ini, saya menginstall aplikasi 30 Days Fitness Challenge, agar ada target olah raga juga. Saya juga menginstall aplikasi Google Fit untuk memudahkan pencatatan target olah raga saya. Misalnya saya punya target minimal 10 ribu langkah berjalan kaki setiap hari. Itu saya usahakan bisa diraih dengan cara olah raga di pagi hari, jalan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah dan jalan-jalan sore menemani Zeze Vavai dan Vivian bermain di lapangan olah raga. Minimal hal ini membuat saya akif bergerak dan tidak hanya duduk atau tidur-tiduran.

Sebagai bagian dari kegiatan pendukung, saya merapikan schedule waktu harian, karena saya juga punya project editing buku cetak dan publish ebook VMware vSphere versi 6.7 yang ditargetkan naik cetak dan dipublikasikan akhir bulan ini.

Target lainnya adalah membiasakan diri menulis setiap hari. Misalnya 500 kata setiap hari. Yang saya tuangkan dalam bentuk tulisan di blog atau di status Facebook seperti ini.

Jadi misalnya jadwal harian saya mulai bangun di pagi hari pukul 04.00 WIB untuk kemudian langsung mandi. Sambil menunggu shalat Shubuh saya menulis blog. Setelah shalat Shubuh saya olah raga di lapangan perumahan dan menjalani kegiatan sesuai rekomendasi 30 days Fitness Challenge. Setelah olahraga saya mandi kembali, jadi di pagi hari saya sudah 2x mandi supaya jadi cakep 😛 . disusul dengan kegiatan-kegiatan lain seperti menyiapkan anak sekolah, mengantarnya, mengantar isteri dan bekerja di markas Excellent.

Minggu malam saya menimbang berat badan sekitar 80 kg. Jika dicheck di status aplikasi : Obesitas 😛 . Target utama adalah sehat sentosa, kalau dapat penurunan berat badan hingga 8 kg itu bonus tambahannya.

KIta lihat lagi hasilnya nanti, mudah-mudahan berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

About the author:

Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.

One thought to “Diet Mayo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top