Memuliakan Martabat

Opini, WirausahaNo Comments

Pada bulan Februari 2018 yang lalu, PT. Excellent Infotama Kreasindo melakukan publikasi lowongan pekerjaan untuk posisi staff Accounting dan engineer. Detailnya ada di https://excellent.urbanhire.com

Sehari berselang, ada salah satu kandidat yang datang ke markas Excellent dan saya kaget ketika diinformasikan bahwa ia diminta datang ke markas Excellent saat bertanya via telp. Saya interogasi semua team mengapa bisa ada informasi seperti itu dan saya tidak diberi tahu. Ternyata ada salah paham antara yang memberikan informasi dengan yang diberikan informasi.

Saya kaget karena semua lamaran pekerjaan dipusatkan melalui link yang ada di UrbanHire dan sedang disusun jadwal untuk seleksinya, jadi tidak ada kandidat yang diminta datang langsung ke markas Excellent untuk menyerahkan lamaran pekerjaan. Saya tidak ingin merepotkan kandidat dengan berkali-kali datang, menghabiskan waktu, tenaga dan biaya untuk menjalani test di Excellent.

Dulu saat bekerja pertama kali selepas lulus SMA, saya pernah melamar pekerjaan disuatu perusahaan. Saya diminta datang pagi-pagi dan itu artinya saya bersiap sejak Shubuh. Ternyata saya baru mendapat test selepas Ashar. Selama menunggu itu, saya dan rekan-rekan seperti bebek-bebek yang mondar-mandir di tempat security tanpa diberikan minuman atau makanan.

Memori itu teringat dibenak saya karena buat saya itu merendahkan martabat. Merepotkan orang lain. Saya tidak mau hal itu terjadi di Excellent, sejak pertama kali saya melakukan seleksi kandidat di Excellent.

Memang benar kandidat atau pelamar kerja itu belum menjadi bagian dari perusahaan. Dan memang benar, 1 posisi bisa diperebutkan oleh banyak kandidat. Lebih banyak jumlah orang yang membutuhkan pekerjaan dibandingkan lowongan yang tersedia, namun itu bukan berarti kita tidak perlu memuliakan dan menjaga martabat para pelamar kerja.

Mereka nantinya akan menjadi bagian dari keluarga besar perusahaan. Jika saya tidak menghargai mereka sejak pertama kali mereka berinteraksi dengan Excellent, bagaimana saya bisa mendapatkan loyalitas yang sepadan seperti yang saya inginkan?

Saya berusaha melakukan simplifikasi. Semua test diusahakan tepat waktu. Jika kandidat diminta datang jam 9, mereka maksimal menunggu beberapa menit untuk kemudian bersiap untuk test. Saya usahakan agar tidak ada keterlambatan proses disisi Excellent. Jika kami hanya bisa melakukan test maksimal 4 orang dalam satu waktu, kami tidak akan memaksakan diri untuk melakukan test lebih dari itu.

Jika proses test membutuhkan waktu 4 jam misalnya, kandidat berikutnya akan diminta datang sesuai perkiraan jam, sehingga tidak perlu menunggu dari pagi hanya untuk menjalani test di siang hari. Jika proses test membutuhkan waktu cukup lama, saya minta team menyiapkan makan siang agar kandidat tidak harus menahan lapar. Benar Excellent akan mengeluarkan budget untuk makan siang, namun let’s calculate, berapa besar sih biaya untuk makan siang dibandingkan dengan rasa nyaman kandidat dan kemungkinan mendapatkan talenta yang bagus?

Jika waktu untuk test butuh waktu panjang dan tidak memungkinkan,untuk dijalani sekaligus, kami akan menawarkannya diwaktu yang lain. Jika kandidat butuh waktu untuk mengajukan izin atau mempersiapkan diri, kami akan menyesuaikannya. Tidak ada perasaan posisi lebih tinggi atau posisi lebih berkuasa karena antara pelamar kerja dengan perusahaan seyogyanya saling membutuhkan.

Saat 2 tahun lalu saya menyeleksi kandidat di markas Excellent Emerald Spring, beberapa kandidat datang dari luar kota. Saya ingat ada yang datang dari Sukoharjo dan Garut. Saya tidak menjanjikan apa-apa namun saat pulang, saya bertanya soal biaya transportasi menuju Excellent dan melakukan transfer biaya penggantinya.

Apakah semua kandidat dari luar kota diganti biaya transport atau akomodasinya? Tentu saja tidak selalu, karena saya mempertimbangkan kemampuan Excellent juga. Namun jika jumlah kandidatnya banyak, saya akan menawarkan untuk test via remote, menggunakan interview via telp/skype dan menjalankan test menggunakan services cloud Excellent. Jadi kandidat tidak perlu mengeluarkan biaya besar hanya untuk melakukan test yang belum tentu juga iya dapatkan posisinya.

Jika saya ingin mendapatkan kandidat yang menguasai materi tertentu, saya bisa minta staff Excellent membuat server simulasi di cloud Excellent dan kandidat bisa mengerjakan test dari tempat tinggalnya. Bagaimana jika ia mencontek? Kami punya kok soal test yang jika melihat buku juga akan percuma, karena yang dibutuhkan adalah kemampuan dan adaptasi, bukan hapalan.

Hasil seleksi 2 tahun lalu itu yang menghasilkan kandidat bagus, datang dari Sukoharjo dan menjadi salah satu team Excellent yang excellent kualitasnya.

Saat melakukan seleksi, saya berusaha agar prosesnya benar-benar efisien. Jika Excellent tidak memungkinkan seleksi langsung, saya minta bantuan lembaga tertentu dengan mencantumkan syarat agar kandidat tidak perlu berkali-kali datang. Selain masalah biaya dan waktu, tidak mudah juga meminta izin bagi kandidat yang sudah bekerja.

Maksimal biasanya hanya 2x kandidat perlu datang untuk seleksi di Excellent. Seleksi pertama terkait test kapabilitas dan yang kedua terkait interview. Semua test lain diusahakan dapat dirangkum dalam 2 kedatangan tersebut. Dalam beberapa case, cukup 1x kedatangan karena untuk test dilakukan secara remote.

Pola pikir ini sebenarnya tidak native terkait seleksi kandidat saja. Bagi saya, jika kita memudahkan urusan orang lain, biasanya urusan kita akan dipermudah juga. Kelihatannya mungkin saya mempermudah urusan para kandidat namun sebenarnya diakhir saya mempermudah urusan saya sendiri. Jika salah satu atau beberapa dari mereka bergabung dengan Excellent dengan hati senang dan menjalani pekerjaan dengan rasa senang, saya bisa berharap Excellent bisa mendapat benefit maksimal yang akan mempermudah hidup dan pekerjaan saya juga.

Saya selalu menyadari bahwa mungkin karena Excellent perusahaan imut dan beroperasi dalam skala kecil, hal ini mungkin-mungkin saja. Saya juga selalu menyadari bahwa banyak perusahaan yang bahkan sudah memberikan services yang jauh lebih baik dari apa yang bisa dilakukan Excellent, namun jika saya teringat pada pengalaman-pengalaman saya dulu, minimal saya berusaha untuk menghargai dan memuliakan martabat tamu-tamu dan rekan saya.

“Just because everyone else does something one way doesn’t mean you have to do it that way…”

About the author:

Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top