Excellent Insight Day #9 : Kalau Tidak Tahu Cukup Sekali Saja

OpiniNo Comments

Beberapa tahun yang lalu, saya memberikan materi pelatihan mengenai blog pada sekitar 120 guru di ITCC (Indosat Training & Conference Center) di Purwakarta. Materi utama memang mengenai penggunaan blog berbayar (blog dengan nama domain dan hosting sendiri) namun pembahasan juga menyangkut beberapa filosofi hidup

Salah satu prinsip hidup yang sempat saya sampaikan dan kemudian menjadi salah satu prinsip dasar di Excellent adalah bahwa “Kalau Tidak Bisa/Tidak Tahu Cukup Sekali Saja”.

Artinya apa?

Artinya adalah, kalau memang kita belum tahu/belum bisa/tidak tahu/tidak bisa, batasi ketidakbisaan dan ketidaktahuan tersebut untuk terjadi hanya sekali saja. Jangan sampai terjadi berulang-ulang, kita tetap saja tidak tahu dan tidak bisa.

Kalau kita tidak tahu cara ngeblog, cukup sekali saja kita tidak tahu. Segera atasi hal ini dengan belajar blog. Kalau kita tidak tahu suatu lokasi, cari informasi agar dilain waktu kita sudah tahu. Kalau kita tidak bisa suatu hal tertentu, jangan berlama-lama menikmati ketidakbisaan itu, segeralah belajar agar bisa mengatasinya.

Tentu kesemuanya dalam koridor dan arti positif ya. Jangan sampai hal ini berlaku ke hal-hal negatif, misalnya, “Kalau tidak pernah mencuri, cukup sekali saja tidak pernahnya…”. Wah ini sih jadi urusan dengan pihak berwajib nantinya… 😛

Jadi manusia jangan membiarkan kita dihina dan ditertawakan 2 kali, 3 kali atau malah sering kali. Cukup sekali saja kita mendapat malu, lain kali kita sudah belajar agar tidak perlu malu, tidak perlu dihina dan tidak perlu ditertawakan.

Kebiasaan untuk membatasi ketidakbisaan dan ketidaktahuan akan mendidik kita untuk selalu belajar dan tidak takut mencoba sesuatu yang baru yang sifatnya positif. Jangan sampai menyesal, saat sudah tiba batas usia, kita baru mengeluh, “Duh, kenapa dulu saya nggak mencobanya ya…”. “Yaaah, kenapa dulu saya nggak belajar ya…”

Jangan mengeluh pada keadaan dan jangan pula mengeluh pada lingkungan. Lingkungan dan keadaan tidak akan berubah jika kita tidak mengubahnya. Jangan mengeluh kita miskin, jangan mengeluh kita hidup kekurangan dan jangan mengeluh pekerjaan kita kurang menyenangkan kalau kita sendiri tidak mau mencoba untuk mengubahnya.

Kita nggak bisa bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya? Ya kenapa nggak coba belajar? Kalau kursus nggak punya uang, mengapa tidak coba ke perpustakaan dan pinjam buku bahasa disana? Kalau beli buku mahal, mengapa nggak belajar online di internet barang beberapa jam? Bahkan, dengan perkembangan teknologi, ada banyak sekali aplikasi yang bermanfaat dan bisa membantu kita meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri, sebagian besar diantaranya gratis dan sebagian kecil lainnya berbayar namun dengan biaya yang reasonable.

Coba check, berapa banyak dari kita yang takut mengurus paspor karena takut rumit mengikuti prosedurnya? Berapa banyak dari kita yang takut keluar negeri hanya karena takut disana kebingungan sendiri?

Rasa takut memang akan melindungi kita dari kemungkinan kecerobohan, tapi kalau takut melulu ya nggak akan kemana-mana dan tidak akan bisa meningkatkan kualitas pribadi kita.

Aku manusia pejalan,
bagai sungai berteman sampah, limbah;
Tidak peduli sumpah serapah.

Dari kemarau ke bulan;
Melepas fajar menanti senja.
Mengejar bayanganku sendiri.

Kata Bunda, “jangan tinggalkan rumah,”
karena disana aku ada, nakal, besar dan mimpi-mimpi.
Tapi aku lompati pagar, memilih Barat dan Timur. Sampai habis batas umur.

Aku memang lelaki pejalan.
Tak tahu kapan mesti berhenti.
Heri H. Harris-Balada si Roy

Tahun demi tahun berlalu, masya masih membiarkan kita selalu tidak bisa dan tidak tahu??

Referensi Artikel :

  1. Berkembang Secara Mandiri
  2. You’ve got to find what you love : stay hungry stay foolish

Action :

Apakah sudah memiliki passport? Jika belum, tunggu apalagi? Apa karena belum ada rencana ke luar negeri sehingga belum merasa penting memilikinya? Apakah memang sudah berniat seumur hidup hanya beredar di Indonesia dan tidak ada keinginan keluar negeri? Tidak ada keinginan untuk berangkat umroh atau haji atau wisata, minimal ke negara terdekat dengan biaya relatif murah.

Jika masih muda, mengapa harus takut? Lawan rasa takut itu. Jangan menunggu sampai habis masa usia…

About the author:

Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Top