Tidak Ada Rumah dengan Harga Kurang dari 1 Milyar

OpiniNo Comments

Di dekat markas Excellent ada perumahan elit. Ada semacam neon box didekat pintu masuknya, dengan tulisan : “Tidak ada rumah dengan harga dibawah 1 milyar” kira-kira begitu tulisannya.

Sambil mengendarai Jupiter MX ke markas Excellent saya kerap berpikir. Dengan tidak ada harga rumah dibawah 1 milyar, berarti semuanya kelas kakap. Benar perumahan elit. Kalau dari sisi marketing, hal ini bisa dipahami karena berarti perumahan itu memiliki kelas sendiri. Sama seperti cerita soal perspektif nilai uang

Diluar konteks marketing, saya berpikir sudut pandang lain, yaitu dengan gaji rata-rata, cicilan rumah itu bisa dibayar berapa lama dan berapa tahun masa cicilannya.

Saya jadi ingat saat dulu hendak membeli rumah. DP-nya 30 juta. Saya terseok-seok mengumpulkan uang untuk DP. Menabung 500 ribu per bulan berat sekali. Itu saja harus menabung selama 5 tahun baru bisa terkumpul 30 juta rupiah. Saat uangnya terkumpul, harga rumah sudah naik lebih tinggi dan DP rumah lebih tinggi lagi.

Kalau tidak ada niat luar biasa, mungkin sampai sekarang saya tidak bisa membeli rumah.

Saya berpikir di masa mendatang mungkin bisa lebih mumet lagi. Mungkin jadi seperti suatu berita yang saya baca di majalah NatGeo soal kesulitan warga Hongkong mencari tempat tinggal sehingga disana mesti tinggal di apartemen sempit, yang kemana-mana serba dekat. Dekat ke kamar mandi, ke tempat tidur, ke wastafel dan ke dapur.

Saya jadi ingat rasa takut saya dulu, yaitu kalau orang semakin banyak di dunia, nanti orang tidurnya berdiri. Lha tidur duduk saja badan jadi cape, apalagi kalau tidur berdiri, memangnya kita mummi…

Meski kelihatannya harga rumah semakin tidak terjangkau, jangan lantas berputus asa. Yang maha kuasa itu maha kaya, yang kelihatan susah bisa menjadi mudah dan yang kelihatan mahal bisa menjadi terjangkau, asal kita tidak salah percaya dan tidak mendahului kehendaknya.

Saya sudah membuktikannya.

Endingnya jadi terasa religius, karena mumpung ini hari Jumat jadi hitung-hitung sebagai pesan sponsor tambahan 😀

About the author:

Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Top