Posts tagged with: Insight

DI’s Way

Nama pak Dahlan Iskan itu kalau disingkat menjadi DI. Kadang disingkat juga jadi DIS. Kalau buat admin email server, kadang dibuat namanya jadi d.iskan atau diskan@domain.com. Karena ada semacam filosofi jalan hidup, alur kehidupan pak Dahlan Iskan itu bisa disebut “DI’s Way”, sama seperti istilah dulu Widjojonomics atau Habibienomics untuk menggambarkan kebijakan ekonomi pak Widjojo Nitisastro dan pak BJ Habibie. Nama DI’s Way ini yang kemudian menjadi nama blog pak Dahlan Iskan. http://disway.id. Dahlan Iskan

Tidak Ada Rumah dengan Harga Kurang dari 1 Milyar

Di dekat markas Excellent ada perumahan elit. Ada semacam neon box didekat pintu masuknya, dengan tulisan : “Tidak ada rumah dengan harga dibawah 1 milyar” kira-kira begitu tulisannya. Sambil mengendarai Jupiter MX ke markas Excellent saya kerap berpikir. Dengan tidak ada harga rumah dibawah 1 milyar, berarti semuanya kelas kakap. Benar perumahan elit. Kalau dari sisi marketing, hal ini bisa dipahami karena berarti perumahan itu memiliki kelas sendiri. Sama seperti cerita soal perspektif nilai uang

Excellent Insight Day #8 : Bill Gates, Kuliah & Drop Out

Salah satu tokoh IT sekaligus tokoh bisnis yang sering menjadi pertimbangan soal pentingnya kemampuan dibanding pendidikan dan ijazah adalah Bill Gates, pendiri Microsoft. Sebagaimana diketahui secara luas, Bill Gates drop out dari Harvard University namun kemudian sukses membangun bisnisnya dan tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Kesuksesan dan kekayaannya melebihi orang-orang lulusan universitas Harvard sekalipun. Pertimbangan ini kadang menjadi kebablasan. Menjadi eufimisme. Menjadi pembenar terhadap ketidakmampuan kita menghadapi tantangan dan ketidakmampuan kita menyiasati

Excellent Insight Day #7 : Jenuh & Lelah Menghadapi Pekerjaan Sehari-Hari

Lelah dan jenuh bekerja sebagai operator produksi selama kurang lebih 4 tahun, tahun 1999 saya mengundurkan diri dan mengambil kesempatan bekerja sebagai assisten lab komputer di STMIK Bani Saleh Bekasi, kampus almamater saya. Saat mengambil kesempatan itu, saya masih kuliah disemester akhir. Bekerja sebagai assisten lab komputer awalnya membuat pendapatan saya drop secara drastis. Tidak mengapa karena masih bisa saya kompensasikan dengan peluang untuk belajar lebih banyak dan bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan dan

Top