Google
Oct 9
Zimbra LogoSecara default, Zimbra semestinya tidak akan menuai masalah jika kita melakukan perubahan IP address untuk Zimbra Mail Server, sepanjang IP Address tersebu memiliki format, kelas dan subnet mask yang sama. Misalnya melakukan penggantian dari IP Address 192.168.0.1 menjadi 192.168.0.101.

Yang menjadi masalah adalah jika penggantian IP Address dalam bentuk yang frontal, misalnya dari 192.168.0.1 menjadi 192.168.5.1 atau malah beda sekalian menjadi 10.0.0.101. Jika hal ini dilakukan, ada kemungkinan menuai masalah dalam bentuk :

Error: This message could not be sent.

Subject: Test Kirim Pesan

To: vivian@vavai.com


Note: Soap Fault. Please recreate and resend the message. Details below:

Error Code: mail.SEND_ABORTED_ADDRESS_FAILURE
Error Text: Invalid address: vivian@vavai.com

Yang kemudian disusul dengan pesan :

Message not sent; one or more addresses were not accepted.
Rejected addresses: vivian@vavai.com

Continue reading "Mengatasi Masalah Penggantian IP Address pada Zimbra Collaboration Suite"

Posted by Muhammad Rivai Andargini

Sep 28


Salah satu feature penting yang diperlukan pada sebuah mail server adalah Archiving, yaitu tindasan (tembusan/salinan) dari seluruh email yang masuk maupun keluar.

Meski kita bisa melakukan proses backup secara berkala, Archiving jauh lebih tepat dan berdaya guna karena salinan email yang dibuat sama persis dengan email yang diterima.

Mengingat fungsi dan kegunaannya, Archiving sangat potensial untuk disalahgunakan. Kemampuan seorang Administrator mail server melakukan archiving harus didukung dengan moral yang sehat dan integritas yang baik. Jika tidak, Administrator mail server dapat memanfaatkan salinan email yang diterima untuk disalahgunakan.

Continue reading "Membuat Arsip Setiap Email yang Masuk dan Keluar pada Zimbra Mail Server"

Posted by Muhammad Rivai Andargini

Sep 21
Sebenarnya proyek ini sudah lama diproses (lihat arsip milis openSUSE Indonesia sekitar akhir bulan Agustus) namun saya baru bisa upload file iso-nya beberapa hari yang lalu.

Salah satu keluhan utama dari para pengguna openSUSE adalah tidak disertakannya paket multimedia secara default atas pertimbangan paket tersebut sebagai bagian dari restricted format. Untuk menambahkannya, para pengguna openSUSE harus melakukan download dan instalasi paket multimedia secara online atau menggunakan DVD Repo. Instalasi online memang mudah karena menggunakan paket one click install atau bisa juga via konsole namun prosesnya tidak mudah diduplikasi. Menggunakan DVD Repo memang mudah, namun melakukan download 6 iso DVD dengan total lk 25 GB akan membutuhkan waktu sedangkan membelinya akan membutuhkan biaya :-)

Untuk membantu mempermudah penggunaan openSUSE sekaligus mencoba mempelajari model dari remastering openSUSE, saya menggunakan kiwi imaging system yang disiapkan oleh openSUSE untuk bisa membuat CD atau DVD openSUSE yang dilengkapi dan dipersenjatai dengan paket multimedia, build essential (kernel-source, make dan gcc) untuk compile driver, paket flash, Java, pembaca file chm dan lain-lain yang saya ingat. Saya membangunnya untuk keperluan pribadi dan digunakan untuk mempermudah instalasi di kantor namun dengan pertimbangan bisa bermanfaat bagi rekan lain, saya melakukan share file iso-nya.

Continue reading "openSUSE 11.0 LiveDVD + Multimedia Support"

Posted by Muhammad Rivai Andargini

(Page 1 of 12, totaling 34 entries)