Category: Family & Personal

Excellent Insight Day #9 : Kalau Tidak Tahu Cukup Sekali Saja

Beberapa tahun yang lalu, saya memberikan materi pelatihan mengenai blog pada sekitar 120 guru di ITCC (Indosat Training & Conference Center) di Purwakarta. Materi utama memang mengenai penggunaan blog berbayar (blog dengan nama domain dan hosting sendiri) namun pembahasan juga menyangkut beberapa filosofi hidup Salah satu prinsip hidup yang sempat saya sampaikan dan kemudian menjadi salah satu prinsip dasar di Excellent adalah bahwa “Kalau Tidak Bisa/Tidak Tahu Cukup Sekali Saja”. Artinya apa? Artinya adalah, kalau

Piramida Gotong Royong

Saya berasal dari keluarga kebanyakan orang di Indonesia. Arti kata lain, sama seperti rata-rata rakyat Indonesia yang keluarganya mesti berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan essensial. Jika ditarik dalam model kurva tingkat kesejahteraan, mungkin kategorinya pas-pasan mendekati pra sejahtera. Jaman saya SD, makan telur ayam mungkin sebulan sekali. Makan ayam goreng frekuensinya lebih lama lagi. Makan daging sapi mungkin setahun dua kali, saat lebaran Idul Adha dan Idul Fitri  Meski harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan

Mereview Pekerjaan dan Masa Depan

Saat ngobrol dengan team Excellent, saya biasanya menyinggung beberapa aspek pemikiran yang saya anggap penting bagi pekerjaan dan masa depan mereka. Salah satunya adalah membiasakan diri mereview apakah pekerjaan yang dilakukan bisa memberikan manfaat untuk masa depan mereka. Jika mereka bertahun-tahun bekerja di Excellent tanpa ada peningkatan kesejahteraan, buat apa mereka menghabiskan usia di Excellent. Jika mereka bertahun-tahun kerja di Excellent dan makin lama semakin lelah bekerja, rasanya malah terbalik dengan harapan yang diinginkan. Seharusnya

DI’s Way

Nama pak Dahlan Iskan itu kalau disingkat menjadi DI. Kadang disingkat juga jadi DIS. Kalau buat admin email server, kadang dibuat namanya jadi d.iskan atau diskan@domain.com. Karena ada semacam filosofi jalan hidup, alur kehidupan pak Dahlan Iskan itu bisa disebut “DI’s Way”, sama seperti istilah dulu Widjojonomics atau Habibienomics untuk menggambarkan kebijakan ekonomi pak Widjojo Nitisastro dan pak BJ Habibie. Nama DI’s Way ini yang kemudian menjadi nama blog pak Dahlan Iskan. http://disway.id. Dahlan Iskan

Top