Category: Headline

Bubble : Dibunuh Kesibukan

Beberapa waktu lalu seorang rekan main ke markas Excellent. Ia bercerita mengenai perusahaan yang ia bangun sejak akhir tahun lalu dan saat ini secara bertahap membesar dengan 8 staff. Jumlah 8 staff itu bahkan aslinya lebih banyak lagi, karena ada staff yang mengundurkan diri namun belum ada penggantinya. Ia bercerita bahwa belakangan ia hanya bisa tidur 3 jam sehari. Sabtu dan Minggu tetap sibuk, karena harus melanjutkan pekerjaan staff yang belum selesai. Karena pernah mengalami

Excellent Insight Day #8 : Bill Gates, Kuliah & Drop Out

Salah satu tokoh IT sekaligus tokoh bisnis yang sering menjadi pertimbangan soal pentingnya kemampuan dibanding pendidikan dan ijazah adalah Bill Gates, pendiri Microsoft. Sebagaimana diketahui secara luas, Bill Gates drop out dari Harvard University namun kemudian sukses membangun bisnisnya dan tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Kesuksesan dan kekayaannya melebihi orang-orang lulusan universitas Harvard sekalipun. Pertimbangan ini kadang menjadi kebablasan. Menjadi eufimisme. Menjadi pembenar terhadap ketidakmampuan kita menghadapi tantangan dan ketidakmampuan kita menyiasati

Excellent Insight Day #7 : Jenuh & Lelah Menghadapi Pekerjaan Sehari-Hari

Lelah dan jenuh bekerja sebagai operator produksi selama kurang lebih 4 tahun, tahun 1999 saya mengundurkan diri dan mengambil kesempatan bekerja sebagai assisten lab komputer di STMIK Bani Saleh Bekasi, kampus almamater saya. Saat mengambil kesempatan itu, saya masih kuliah disemester akhir. Bekerja sebagai assisten lab komputer awalnya membuat pendapatan saya drop secara drastis. Tidak mengapa karena masih bisa saya kompensasikan dengan peluang untuk belajar lebih banyak dan bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan dan

STPDN, Karyawan, Wirausaha : Persisten!

Saat lulus SMA tahun 1995, saya merasa pilihan saya untuk proses lebih lanjut relatif terbatas. Saya hanya memilih pilihan sekolah kedinasan karena menganggap kuliah jauh dari jangkauan saya. Untuk itu saya mengejar STPDN (Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri), yang lulusannya bisa menjadi camat. Minimal menjadi staff kecamatan, kemudian menjadi lurah dan beralih menjadi camat. Untuk orang kampung seperti saya, bayangan menjadi lurah atau camat merupakan bayangan jabatan yang sangat elite 😉 Saya mengurus sendiri semua

Top