Kisah Sukses Kangen Band • Friday, July 20. 2007
Bener tuh mas.. Astrid yg menyanyikan lagu "Yang Kedua" saja sampe skrg albumnya baru laris 30 rb kopi..
Lebih banyak lagi kalau pakai judul "yang ke sejuta
Kalau "Yang terdepan", dah dipakai produk otomotif(?). Hehehe...
kan kelian juga asalnya dari kampung.
ikut meriahkan kangen band ah ...
from lampung with love
From Bekasi to Lampung with love
-IT-
Daripada beli album artis laen yang ujung-ujungnya duitnya dipake buat ngehamilin anak orang, mabok, dll...
more info PAMAN MANAGEMENT 081511543532
Saya nggak mempermasalahkan tampang mereka yang nggak ngejual. Penampilan yang katro, fine2 aja buat saya. Saya juga menghargai usaha mereka yang susah payah. No problem. Jadi, marilah kita jangan pernah bahas masalah tampang dan latar belakang mereka, oke? Bersikaplah obyektif.
Guys, karya seni tetaplah karya seni. Seandainyapun mereka ganteng2 dan mahir main musik, kalo emang musiknya jelek, saya akan jujur bilang bahwa musiknya memang jelek. Kualitas suatu produk tidak bisa dipengaruhi oleh faktor tampang ataupun luck.
Jujur aja, musik mereka adalah musik terjelek yang pernah saya dengar.
Mungkin bukan salah Kangen Band. Ntar kita bahas lebih jauh, ya. Maaf dulu ya Kangen Band. Jangan marah dulu.
Saya akan cenderung menyalahkan selera musik publik Indonesia yang masih ketinggalan. Mohon maklum, pola pikir masyarakat kita jauh tertinggal dari pola pikir negara maju. Kita masih didera budaya musik yang nggak jauh2 dari tema cinta dan nada2 repetitif. Sedangkan di musik internasional, kita punya terobosan musik oleh David Bowie, Iggy Pop, Bjork, Silverchair, Pearl Jam, Coldplay, Muse, Placebo, dan masih banyak lagi. Sedangkan kita?
Berapa banyak sih film2 pemenang Oscar atau Cannes yang mencetak box office di Indonesia aja? Yang saya tahu malah banyak film2 bermutu tersebut nggak masuk bioskop sini. Seandainyapun diputar di bioskop, bisa dipastikan dikit banget yang nonton, karena publik masih kesulitan untuk mencerna jalan ceritanya.
Novel2 bagus juga seperti itu. Otak masyarakat kita sudah terlalu tumpul untuk bacaan2 ‘berat’ seperti itu. Merka pasti juga males beli buku bermutu.
Lucunya, orang dewasa di sini malah tergila-gila sama Harry Potter, karena cuma itu yang mereka bisa cerna.
Tayangan televisi kita juga katro abis. Infotainment kita nggak mutu, kecuali ShowBiz di MetroTV yang notabene benar2 info mengenai dunia entertainment, dan cukup mendidik.
Infotainment lainnya cuma membahas gosip2 yang sumpah nggak penting banget. Siapa pacaran sama siapa, siapa yang cerai, hobi artis yang biasa banget, kegiatan sosial, dan lainnya yang sama sekali nggak perlu sekolah untuk bisa nonton acaranya.
Saya minder waktu suatu kali nonton tayangan gosip dari luar negeri (kalo nggak salah E! news). Isinya benar2 tajam dan kritis, dan benar2 menelanjangi isi kepala sang artis bersangkutan. Miris banget, tontonan seperti itu di sana menjadi konsumsi orang awam, sedangkan kita di Indonesia harus gaul dan berwawasan luas untuk bisa menikmati acara itu, baru bisa ketawa atau geleng2.
Ya, sudahlah. Udah telanjur. Celakanya, band2 seperti Kangen kian menjamur, dengan adanya Repvblik, ST12, Matta, dll. Saya sedih sekali. Saya kepingin banget negara kita bisa mencetak musik yang cerdas (maksud saya selevel dengan orang awam di negara maju). Saya kepingin bangsa ini maju. Please. Minimal sebelum saya mati.
Kepada Kangen Band, jika kalian membaca ini, jangan kecil hati dulu. Kalian adalah band besar sekarang, dengan tanggung jawab moral yang besar pula. Buatlah karya lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalian bertanggung jawab untuk mengedukasi fans kalian. Penghargaan kalian tidak diukur dari berapa banyak award atau album yang terjual. Pilih mana, dipuji ribuan orang atau dipuji 1 orang yang memang benar2 kompeten di bidangnya? Kalian ngerti kan..
Bergaullah dengan orang2 yang kompeten. Kritikus musik terkejam yang pernah kalian kenal, musisi paling yahud yang direkomendasikan band2 besar. Belilah album2 terbaik di toko kaset, dan jadikanlah referensi untuk karya kalian selanjutnya.
Hadirilah acara2 indie. Tontonlah band2 yang miskin harta namun kaya ide, seperti The Changcuters, Goodnight Electric, Seringai, White Shoes & Couple Company, Kaimsasikun, Cupumanik, dan lain2.
Mengenai skill musik kalian yang pas2an, jangan kecil hati. Toh kalian sudah cukup mampu untuk mengambil kursus musik atau bayar guru privat. Seandainya tidakpun tidak apa2. Ingat, sebagian besar musisi besar dunia tidak berpendidikan musik (think Kurt Cobain!) nyatanya mereka mampu mengguncang dunia.
Kepada semua yang pernah posting di sini, bukalah mata hati, dan jujur pada kualitas. Jangan emosian ya? Kalo nggak setuju, silakan. Tapi pake argumen yang logis, Bro. Kalo pake faktor emosi berarti semakin merendahkan bangsa kita ke jenjang yang lebih primitif dari sekedar negara berkembang.
Segala sanggahan dan kritikan saya nantikan, demi kemajuan bangsa ini. Saya sungguh mati cinta Indonesia.
Tapi boong….
Yang bener….
Lirik mreka keluar jalur, nada datar, musik g rapi, not g maksimal, ga ada pencapaian klimaks lagu, vokalis berynyanyi dengan nafas hampa, teknik kacau, not meleset setengah sampai satu nada, ketahanan vokal omong kosong, goyang saat menyanyi, aransemen kacau karena teknik gelombang musik mereka tabrakan, piramida system musik juga ga sesuai aaturan, (yang gwe sebutin percuma, apa mereka tahu musik?)… suara keluar dri mulut dengan teknik perut, kepala dan nada tinggi dengan nada fokus di dinding mulut… apa vokalisnya tahu itu?.. ayo tanding teknik vokal, ayo tanding maen bas, walking, tapping, slep, jazz.. sebenarnya gua kasian ma itu band, karena bentar lagi mereka bakal tenggelam! hastalavista miss band…
Marduk -
pernah terpikir ma lo semua??
Gimana kalo loe sendiri jadi dia!!!!
Fuck 8Ball!! Hidup Lampung!!
Si fucking David n K****L 8Ball blum pernah ngerasain diolok-olok kyk Kangen Band,,,
KALIAN JUGA!!
Coba bayangin andaikan kalian adalah andhika ataupun bagian dari Kangen Band?? Pasti sakit kan kalau diolok-olok,,sampai dibuatin lagu ejekannya??? Coba jujur....
Gw ni penggemar, pensupport, pendukung dan org-yg-salut-ma-kangen,, gw org Surabaya,,
kalian bilang mukanya Andhika (Andhika sori,,gw g bermaksud) g brkelas??? coba merenung,bagaimana bila muka kalian lebih jelek, lebih jelata daripada merreka??? Trus diolok, diejek, dimaki dsb???
Kalian bilang musik Kangen Kampungan???? gw sih mengakui, tapi ada g musisi Indonesia membawakan lagu yg spt ini???? G ada yg berani kAN????
Kalian maki, kalian caci, seenaknya sampai dibuatin lagu kyk 8Ball??? Sesungguhnya yg lebih kampungan ya para pemaki itu!!!!!!
Cobalah,,masih banyak lagu Indonesia yg lebih g bermutu, muka g mendukung,,, g cuma kangen band.....
Renungilah wahai musisi pemaki dan orang primitip.......cobalah utk sekedar g suka,,,jgn memaki...klo org gaul Suroboyo bilang "Biasa Po'o???"
MUSIC IS FREEDOM!!
berjuanglah Kangen Band,,,agar tidak terulang di album berikutnya,,, coba dengerin katanya avenged7fold...ada benernya juga utk ngedengerin musik indie dan semacamnya.....
Bebe I LOVE YOU
bebe dah punya cwe blom klo blom gw mau dong,,,
Bebe lu tuh adl cwo yg plg ganteeeeeeeeeeeng dari cwo manapun
fakta membuktikan masyarakat seneng ma musik kalian.
sorry ya buat para Kengen Band haters, buat gw selama musiknya enak didenger kuping gw, ngga ada masalah tuh.
prihatinmusik>> gw dengerin kok mulai dari Metallica, Guns N Roses, Pearl Jam, RATM, Eminem, Beyonce, Muse, Opick, Dewi Perssik, Melly & BBB, sampe The Changcuters, Goodnight Electric, Seringai, White Shoes & Couple Company, Kaimsasikun, Cupumanik, dan lain2
dan ngga ada masalah buat musiknya Kangen Band. It's really not a big deal bro!
Avenged7fold>> yg ngerasa bisa nyanyi lebih bagus dibanding Andhika, mana nih albumnya? Ditunggu ya releasenya. Jangan cuma bisa ngomong doang pake nantangin adu nyanyi, adu maen bass, tapping, walking, jazz... gw kok kasian ya ma orang macem gini.
To Kangen Band, maju terus pantang minder. Nasehat2 orang itu boleh dijadiin bahan introspeksi kalian supaya kalian bisa jadi band yg bagus. gak cuma bagus teknik musiknya, tapi bagus personalitinya.
skilll ga penting yg penting punya duit orang hidup cari duit ga ada duit ga bisa makan,,semua yg mengejek kangen itu ga punya duit makanya pada sirikkk,sirik berarti tanda gaaa....... mampuuuuuuuu
Sobat.., Ajari bangsa ini dimulai dr diri sendiri utk menjadi pemikir dgn hati dan jiwa..,
Kangen Band.., musik adalah nyanyian jiwa, seni tdk mengenal teori dan batasan tertentu. namun seni punya harga mati utk di dewasakan..,
Kangen Band..dan para sahabatku MARI KITA BELAJAR BERSAMA UTK MERUBAH DUNIA, --menjadikannya tempat berpijak dan berkarya dgn musik hati dan dewasa.
Salut buat para sahabat di forum Ini.
aku ngefans banget lho ama kangen band, trus aku suka banget dengar n nyanyiain lagu kangen.. abis lagunya asyik2, n tersentuh gitu.. aku harap, kangen gak akan bubar n tetap nyiptain lagu yang enak2 di dengar.. tetap semangat yha.., walaupun banyak rintangan n cobaan di depan,,
oya, kapan sich manggung di aceh, aku pengen banget nonton apalagi kalo jumpa ma personil kangen.. salam yha buat kak izzy, aku suka banget ama dia...
*Secara subyektif*, menurut saya musik genjreng-genjreng semacam itu JELEK. Ya, dan ini termasuk band-band seperti Peter Pan, Ungu, The Rock, dan sejenisnya (Heh). Sayangnya band-band yang bagus seperti Warna, The Groove, dan T-Five semakin menghilang, sehingga saya semakin jarang mendengarkan musik-musik lokal. By the way, haven't I warned you I'm being subjective here?
*Tapi secara obyektif*, Kangen Band itu adalah fenomena marketing yang luar biasa, dan cukup menarik untuk diamati.
Salah satu fenomena yang terjadi di Indonesia adalah "peningkatan kemakmuran" untuk lapisan masyarakat tertentu. Memang secara umum kondisi ekonomi Indonesia bertambah buruk (this country is going down to hell, really), tetapi beberapa produk tertentu malah semakin murah dan semakin mudah diperoleh. Sepeda motor semakin murah, barang-barang elektronik semakin murah, dan hampir tidak ada orang yang tidak memiliki cellular phone. Kemakmuran semu? You bet.
Nonetheless, lapisan masyarakat yang dulunya hanya bisa puas dengan radio AM sekarang bisa dengan mudah membeli DVD player, boombox, dan portable media player. Dan jangan bother membahas tentang walkman karena saya pernah melihat walkman yang harganya lebih murah dari segelas (yep, segelas!) Johnnie Walker Red Label. RRC memang negara yang ajaib, bisa memproduksi barang-barang semurah itu.
Tapi perangkat pemutar media saja tidak cukup tanpa content media yang dimainkan. Percuma memiliki MP3 player atau walkman kalau tidak ada lagu-lagu untuk diputar. Maka terjadi suatu gap. Suatu peluang pasar.
Dan Kangen Band berhasil mengisi gap ini dengan sukses. Tentunya ini terlepas dari bagus atau tidaknya musik yang dimainkan.
Dan ini adalah pasar yang sangat BESAR. Kalau mau jujur, baru berapa persen sih masyarakat Indonesia yang sudah bisa menikmati indahnya gamelan Bali? Berapa banyak yang sudah bisa mengapresiasi kreativitas Claude Challe (Buddha Bar) dalam memadukan elemen-elemen musik elektronik dengan musik Oriental? Berapa banyak yang sudah pernah mendengaran Smoma atau Cafe del Mar? Sekarang bandingkan dengan "musik genjreng-genjreng" yang gampang dicerna itu. Sekarang ini dari mulai pengamen sampai warnet sampai supermarket, semuanya memutar musik-musik semacam itu. Mungkin penggemarnya ada puluhan juta. Suatu pasar yang sangat Besar dengan B kapital.
Seperti sinetron-sinetron Raam Punjabi, Kangen Band adalah "marketing product", suatu komoditi untuk memuaskan pasar yang sangat besar itu.
Image kampungan yang ditampilkan oleh Kangen Band bisa jadi merupakan selling point mereka. Saya pernah melihat iklan dari suatu acara reality show berjudul "Fans Kangen Band", disertai dengan cuplikan-cuplikan dari reality show tersebut. Pada cuplikan itu ditampilkan profil para penggemar Kangen Band, yang ditampilkan secara blak-blakan bahwa mereka berasal dari lapisan masyarakat yang sama dengan para personil Kangen Band.
Tanpa pretensi dan tanpa malu-malu, Kangen Band mengakui bahwa mereka memang kampungan, dan mereka berhasil menerapkan strategi marketing yang sangat efektif dengan cara merangkul para penggemar mereka yang juga, for lack of better term, kampungan (kalau ada terminologi yang lebih sopan tolong sebutkan). Dengan demikian, penggemar akan "merasa dekat" dengan mereka.
Pendekatan marketing semacam ini belum pernah dilakukan band-band lokal lainnya seperti The Rock, Ungu, Samsons, atau Peter Pan. Dan dalam hal ini Kangen Band sudah unggul satu langkah. Para pengamen yang sering memainkan lagu-lagu Samsons akan susah untuk "merasa dekat" dengan band idola mereka. Pembantu rumah tangga di rumah orangtua saya sangat suka Ungu, tetapi dengan pendekatan marketing semacam ini, dia mungkin akan segera beralih ke Kangen Band.
Saya memang benci kepada musik Kangen Band, tapi saya harus mengakui kejeniusan tim marketing mereka.
Tapi bagaimanapun juga, eksploitasi pasar semacam ini tidak akan bertahan lama, apalagi strategi marketing di Indonesia cenderung mengikuti "budaya latah". Saya tidak akan heran kalau nantinya akan banyak tiruan-tiruan Kangen Band (atau mungkin sudah? Like I said, I don't listen to local bands anymore). Pasar adalah medan perang, dan dalam hal ini tim marketing Kangen Band harus bisa mempertahankan teritori mereka.
Pada akhirnya, terlepas dari kesuksesan marketing Kangen Band, secara subyektif saya tetap menganggap bahwa band itu JELEK. Now excuse me, I'm going to listen to a Cafe del Mar album to clear out my mind.
Secara subyektif, menurut saya musik genjreng-genjreng semacam itu JELEK. Ya, dan ini termasuk band-band seperti Peter Pan, Ungu, The Rock, dan sejenisnya (Heh). Sayangnya band-band yang (menurut saya) bagus seperti Warna, The Groove, dan T-Five semakin menghilang, sehingga saya semakin jarang mendengarkan musik-musik lokal. Sekarang ini paling hanya Andezz atau Maliq n D’essentials
Tapi secara obyektif, Kangen Band itu adalah fenomena marketing yang luar biasa, dan cukup menarik untuk diamati.
Salah satu fenomena yang terjadi di Indonesia adalah "peningkatan kemakmuran" untuk lapisan masyarakat tertentu. Memang secara umum kondisi ekonomi Indonesia bertambah buruk (this country is going down to hell, really), tetapi beberapa produk tertentu malah semakin murah dan semakin mudah diperoleh. Sepeda motor semakin murah, barang-barang elektronik semakin murah, dan hampir tidak ada orang yang tidak memiliki cellular phone. Kemakmuran semu? You bet.
Nonetheless, lapisan masyarakat yang dulunya hanya bisa puas dengan radio AM sekarang bisa dengan mudah membeli DVD player, boombox, dan portable media player. Dan jangan bother membahas tentang walkman karena saya pernah melihat walkman yang harganya lebih murah dari segelas (yep, segelas!) Johnnie Walker Red Label. RRC memang negara yang ajaib, bisa memproduksi barang-barang semurah itu.
Tapi perangkat pemutar media saja tidak cukup tanpa content media yang dimainkan. Percuma memiliki MP3 player atau walkman kalau tidak ada lagu-lagu untuk diputar. Maka terjadi suatu gap. Suatu peluang pasar.
Dan Kangen Band berhasil mengisi gap ini dengan sukses. Tentunya ini terlepas dari bagus atau tidaknya musik yang dimainkan.
Dan ini adalah pasar yang sangat BESAR. Kalau mau jujur, baru berapa persen sih masyarakat Indonesia yang sudah bisa menikmati indahnya gamelan Bali? Berapa banyak yang sudah bisa mengapresiasi kreativitas Claude Challe (Buddha Bar) dalam memadukan elemen-elemen musik elektronik dengan musik Oriental? Berapa banyak yang sudah pernah mendengaran Smoma atau Cafe del Mar? Sekarang bandingkan dengan "musik genjreng-genjreng" yang gampang dicerna itu: dari mulai pengamen sampai warnet sampai supermarket, semuanya memutar musik-musik semacam itu. Mungkin penggemarnya ada puluhan juta. Suatu pasar yang sangat Besar dengan B kapital.
Seperti sinetron-sinetron Raam Punjabi, Kangen Band adalah "marketing product", suatu komoditi untuk memuaskan pasar yang sangat besar itu.
Image kampungan yang ditampilkan oleh Kangen Band bisa jadi merupakan selling point mereka. Saya pernah melihat iklan dari suatu acara reality show berjudul "Fans Kangen Band", disertai dengan cuplikan-cuplikan dari reality show tersebut. Pada cuplikan itu ditampilkan profil para penggemar Kangen Band, yang ditampilkan secara blak-blakan bahwa mereka berasal dari lapisan masyarakat yang sama dengan para personil Kangen Band.
Tanpa pretensi dan tanpa malu-malu, Kangen Band mengakui bahwa mereka memang kampungan, dan mereka berhasil menerapkan strategi marketing yang sangat efektif dengan cara merangkul para penggemar mereka yang juga, for lack of better term, kampungan (kalau ada terminologi yang lebih sopan tolong sebutkan). Dengan demikian, penggemar akan "merasa dekat" dengan mereka.
Pendekatan marketing semacam ini belum pernah dilakukan band-band lokal lainnya seperti The Rock, Ungu, Samsons, atau Peter Pan. Dan dalam hal ini Kangen Band sudah unggul satu langkah. Para pengamen yang sering memainkan lagu-lagu Samsons akan susah untuk "merasa dekat" dengan band idola mereka. Pembantu rumah tangga di rumah orangtua saya sangat suka Ungu, tetapi dengan pendekatan marketing semacam ini, dia mungkin akan segera beralih ke Kangen Band.
Saya memang tidak suka benci kepada musik Kangen Band, tapi saya harus mengakui kejeniusan tim marketing mereka.
Tapi bagaimanapun juga, eksploitasi pasar semacam ini tidak akan bertahan lama, apalagi strategi marketing di Indonesia cenderung mengikuti "budaya latah". Saya tidak akan heran kalau nantinya akan banyak tiruan-tiruan Kangen Band (atau mungkin sudah? Like I said, I don't listen to local bands anymore). Pasar adalah medan perang, dan dalam hal ini tim marketing Kangen Band harus bisa mempertahankan teritori mereka. Tapi tetap saja tidak mudah. Begitu tiruan-tiruan Kangen Band bermunculan (atau band-band seperti Peter Pan mulai "menyesuaikan" image mereka dengan pendengar), maka Kangen Band akan tenggelam.
Pada akhirnya, terlepas dari kesuksesan marketing Kangen Band, secara subyektif saya tetap menganggap bahwa band itu JELEK. Now excuse me, I'm going to listen to some Cafe del Mar album to clear out my mind. Ladies and gentlement, it's subjective time! Kangen Band fucking sucks!
Gw sering denger lagu2 barat, mereka kebantu sama tekhnologi dajjal yg canggih yg menghasilkan efek2 sound canggih...tapi dari segi musikalitas dan melodi, they really suck! Gw sering dengerin radio yg muter lagu2 barat...ada beberapa yg enak...tapi kebanyakan datar dan membosankan melodi yg miskin,,tapi karena orang bodoh yg kebarat2an tetep aja dipaksain suka...
Orang2 bodoh yg sok ini gk tau berapa banyak musisi barat yg terpesona oleh musik2 dari timur tengah, india, cina, sunda, dsb...
Dan gw yakin orang2 yg menghina kangen adalah orang2 bodoh sombong yg jauh dari TUHAN...
Bwt kangen terus belajar membuat musik yg lebih enak lagi,,,Tuhan ketika akan mengangkat derajat seseorang. Maka akan diberi cobaan dulu...keep patient guys.,gw seneng sekarang kalian bisa menafkahi keluarga dan saudara2 kalian...
Buat orang2 bodoh sombong yg menghina kangen, jelas kalian bukanlah orang pintar bijaksana yg berhati luas...semoga kakian tetap miskin dengan kesombongan dan kebodohan kalian...
O ya tambahan, gw suka jijay kalau liat orang2 bergaya sok dengan kaos gomblang celana gonblang bergaya rap dengan tangan yg sok d keritingin dengan muka2 sok...Jijay bgt ngeliatnya...
Orang2 bodoh yg sok ini gk tau berapa banyak musisi barat yg terpesona oleh musik2 dari timur tengah, india, cina, sunda, dsb...
Well, saya kan sudah bercerita tentang Buddha Bar yang memadukan unsur-unsur musik elektronik dengan musik Oriental. Itulah juga sebabnya kenapa ada Putumayo Word Music yang menggabungkan elemen-elemen musik Lounge dengan musik-musik etnis dari penjuru dunia.
Tetapi eksperimen seni semacam itu tidak hanya dilakukan oleh musisi barat saja. Pernah dengar yang namanya Bali Lounge? Bali Lounge bereksperimen menggabungkan musik Nu Jazz dengan musik tradisional Bali. Pernah dengar yang namanya Ubiet, yang dengan kreativitasnya berhasil menggabungkan unsur-unsur musik tradisional Indonesia dengan musik elektronik.
Inilah website Ubiet. Ubiet adalah orang Indonesia yang betul-betul seorang seniman sejati, yang melalui proses pencarian seni. Berbeda dengan Kangen Band yang tidak lebih dari karbitan major label.
http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/ubiet.html
Baik Ubiet maupun Bali Lounge berasal dari Indonesia.
Tapi sangat menyedihkan bahwa justru Ubiet malah tidak laku di negeri sendiri. Yang laku malah band-band karbitan major label seperti Kangen Band, yang dibuat untuk memuaskan selera mayoritas orang Indonesia yang masih norak itu.
Sama halnya seperti Garin Nugroho yang tidak laku di negeri sendiri, sementara yang laku malah sinetron-sinetron pembodohan yang dibuat oleh orang India norak bernama Raam Punjabi.
Ironis ya? Mungkin mayoritas orang Indonesia seleranya masih sangat primitif. Masih sedikit sekali yang bisa menghargai Bali Lounge, Ubiet, atau Garin Nugroho, sementara mayoritas pasar yang terbesar ternyata menyukai Kangen Band dan sinetron-sinetron sampah....
Smangat trszzz bt kangen band..
DUH GAAAA BAAAAANGEEEEEEEEETTTT.....!
jgn sewot dulu....!
itu dulu maz....!
ok kangen band, kalian emang kampungan dan dapet banyak celaan....!
tapi jgn takut, semakin tinggi sebuah pohon semakin besar pula angin yang menghantam...!
begitu juga dengan kalian, semakin tinggi popularitas kalian semakin besar juga iming-iminginan, celaan atau gosip miris...!jgn putus asa bwt kangen..kalian hebat,perjuangan kalian patut di jadikan contoh....!
tapi ingat satu hal ciptakanlah atau bermusiklah kalian dengan lebih baik lagi..tunjukan pada mereka yang telah memandang kalian sebelah mata, bahwa kalian bisa...!
CAHYO KANGEN...!
Buat kangen Band gapai aja mimpi kalian. jadikan yang pro sebagai semangatmu dan yang kontra sebagai penyemangatmu.jadikan harimu untuk selalu menjadi lebih baik dari kemaren.
Pro dan kontra dah biasa. apalgi dinegeri kita, karena setiap orang mempunyai pendapat tersendiri.
salam sukses
kalo elu dah bisa tampil dalam pentas baru komentar tapi jangan pentas kawinan ya.
boleh kalian menyanyikan lagu selingkuh tapi
qo malah kalian yang selingkuhin
pasangan kalian sich...!!!!
memang kalian sudah sukses menjadi
terkenal tapi jangan tinggal kan orang yang di cintai nya dunk...
Q cuma mo bilang semoga sukses dec..
di band nya yaitu "KANGEN BAND" ceyyy"""
salam sukses dec"""!!!
ex: vv
Tapi yang lebih penting, anda mesti sadar...!
Kita adalah orang Indonesia, yang ekonominya belum mapan, sehingga mental para musisi cenderung dibayang-bayangi oleh permasalahan sehari-hari.
bersambung......
jangan kalah ama band lain kalian pasti bisa
by:kangen lover"s
pkoknya aq suka kangen band apa adanya....aq yakin gak bakal da kangen band di abad manapuun
aq brsyukuur dlahrin pada abad sekarang karena aq bisa liat kangen band.....
pkokx...kangen is the best
Janganlah kalian silau dan terbawa arus dunia celebrity yang duniawi dan tidak berakhlak mulia.Dunia celebrity yang mendewakan kenikmatan duniawi sudah tidak pantas berada di iklim budaya Indonesia yang menggunakan etika dan tatakrama sesuai dengan budaya timur dan tentu saja sesuai dengan syari'at Islam.Berjuanglah saudaraku ....dan kuatkanlah imanmu!
Tampang gak masalah, yang penting doku banyak dan bisa bantu orang tua. Untuk selera, gak ada yang absolut. Semuanya serba relatif. Musik diciptakan sebagai sarana berekspresi dan menghibur diri. Gak masalah apa yang diciptakan selama yang mendengar menikmati dan terhibur. Setiap orang punya sense dan selera yang gak selalu sama. Apalagi Indonesia yang punya lebih dari 230 jt kepala. Hak anda untuk tidak suka, tapi hak mereka juga untuk tetap berkreasi dan menghibur orang yang bisa dihibur. So, please jangan menganggap diri menjadi yang paling benar dan paling tahu apalagi sampai menghina orang lain. Belajarlah menghargai setiap karya orang sekecil apapun maknanya.
Buat kangen band tetaplah rendah hati..
Dari seorang manager keuangan alumni FEUI
Bekerja di perusahaan swasta berlokasi di Saudi Arabia
Is the Best,,
Aq ngFanszzzzzzz bgt sama Kangen Band,,
gwa akuin gwa gak sehebat kangen band,dan gwa bukan seorang yang berhak untuk memponis kangen band dengan sedemikin rupa.
tapi gwa adalah pecinta musik indonesia yang selalu berharap dengan adanya band baru itu bisa bisa membuat gebrakan baru dimana smua pecinta musik indonesia bisa bercermin.dan jadi mtivasi....
sewwku gwa ada di bandung ,gwa pernah ketemu sama andika sang vokalis kangen band yang sama srekai gk tau tentang vokal....
gwe terkejut ketika gwa denger dia ngomong....
ternyta anak kampung itu mulai bergaul seperti orang kota ...gwa salut sama dia.
tp gw tetep kagum ama ni band . soalnya cukup tahan mentalnya kali ya....
ibarat kate ni ye... makin tingi poon makin gede anginnye......
Biarn ja mereka semua mencela kangen
mungkin mereka iri dngn kesuksesan kangen
majUuU terUzZ kangEn
adalah grup band yang paling gw kagumi dari pertama mereka terjun ke blantika musik bajakan hingga blantika music Indonesia.
jujur gw dah suka dari mereka masuk jadi band indie di lampung.
jujur banyak sekali kisah yang gw dapet
dari setiap lagu - lagunya
hari inipun gw blum bisa dapet album yang ketiga padahal gw dah nyari dari ujung ke ujung dari pamulang pe jakarta
apa emang blun keluar di toko kaset.
buat para fansnya kangen
yaitu "TEMAN KANGEN"
gw tunggu kalian buat ngebentuk tim itu
jangan ditunda lagi
kelamaan klo nungguin hinaan dari para orang yang ga suka ma kangen band.
bisa bisa
fans club kangen ga kan jadi-jadi dibentuk.
add
fs/facebook gw -> david_rama89@yahoo.com
blog -> http://ikrafeo.blogspot.com
buat para TEMAN KANGEN
support terus buat Group Band Kita Yang Satu ini.
thank's for all.
Bagai mana sihc cara nya agar bisa sukses kayak kalian sekarang.....?
Apa nama fansnya kangan band?
n moga2 aja kangen band sukses terus ya,n yang terakhir namanya vokalis cewek nya kangen band tuh namanya capa ya....?
Ternyata band sampah bukan kangen band, tapi D;masiv sang plagiator.....
wiz lah lagu'na kangen band menyentuh hatiee kuabehh.
hmmm boeat BeBe Gw suka buanget ma Lw
BTW Gw leh minta alamat e-mail Lw ga'???????
duch ega suka sama lgunya kgen bAnd yg pujaAn hati,ega sampai nangs dgerinya.
Buat dodhy ega ngeFans banget m doDhy,kemaren ega ampek kebAwa mimpi,kapan ya ega bisa ketemu dodhy?
Dodhy mengingatkan ega sama kembAranya pacar ega.
ToloNG dunk,bAlez coMent ega in ya?
Thank's
ka2k personil kngen band salam knl kak kpn konser d serang.....? kta brdua fans BANGETZZZZZ lho ma ka2k2 kngn band
kak nie no hp febri: 08998643919
kak nie no hp yuli: 08988626428
jangan lpa hbungin ya kak
al na kta FANS BANGET ma kakak2 cmua we love you kngn band
Selain itu juga karena kepepet, manusia kalo kepepet mah semuanya bisa aja!
w fAnS lu
cz lGu2,x EnAk BGt BwAt ddnGrin AJA truS
w Sllu nGdkunG ApA yAnG lu lkuin
cz yAnG trpntinG trBAik BwAt SmuA,x AJA
miektaa suku banget dengan lagu"a kangen band
apaaaaaaaaaaaaa lagi dengan yang
pujaan hatii
sukses trusssssssssssssssssssssssssss
klo persaingan dunia music kan beda...banyak juga kan orang suka,yang paling aku suka tentang engkau kau dan dia.
aku juga mau buat album solo ni,ya..mudah2han tungguin ya..
kpan kngen band manggung ditbh ea........aq pengen banget ketemu ma grub band kangen.kangen sabr terus ea...........brjuang............maju terussssssss
i love kangen..............
dari musik yg berkelas sperti NIRVANA, U2, OASIS, RADIOHEAD.. gw juga dngerin, tp ga ada msalah klo gw dngerin Kangen Band..
kbanyakan org indo goblok, mreka mrasa malu klo dngerin musik melow sperti "Kangen"..
apa sih hebatnya NAIF itu..
malah NAIF yg mengusung tema musik kampungan/jadul..
skrang jaman modern dan ga ada lagi musik jadul sperti NAIF itu..
maju terus KANGEN BAND jngan minder..

. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak
. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.