Menjadi Diri Kita Seutuhnya


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Menjadi Diri Kita SeutuhnyaTuesday, March 6. 2007


Trackbacks

No Trackbacks

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

dulu ketika SD saya malu, sekarang tidak lagi.
ngapain malu sama orang?
malulah kepada sang Pencipta.
#1 Biho (Homepage) on 2007-03-07 00:26 (Reply)
Betul Boss. Kita mestinya malu pada pencipta, bukan malu pada diri sendiri :-).

Sikap kita mungkin lebih banyak mempermalukan sang pencipta, tapi sang pencipta tetap sayang sama kita.
#2 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-03-07 00:35 (Reply)
Wah tulisannya mengena banget. Saya sering malu dengan keluarga dengan saudara dan bahkan dengan diri sendiri. Entah kenapa sepertinya semua tidak seperti harapan atau keinginan saya.

Dan rasa malu membawa saya menjadi pribadi yang tertutup dan tidak bisa mengakui kenyataan. Saya lebih banyak diam dan tidak ingin segala sesuatu tentang saya diketahui orang lain. Dan akibatnya dalam pekerjaan adalah saya menjadi staff yang tidak mudah berkomunikasi dengan teman bahkan dengan atasan.

Sedikit demi sedikit saya berusaha menjadi lebih terbuka. Lebih sering bercerita dan menulis bisa jadi solusi yang saya pikir dapat secara perlahan-lahan mengubah saya.
#3 sandclow (Homepage) on 2007-03-07 03:42 (Reply)
Memang tidak semua orang bisa seperti orang lain yang keep simple, San.

Ada kalanya kita baru bisa mengubahnya disaat kita sudah bisa berpikir lebih dewasa, namun ini masih lebih baik dibandingkan jika kita seumur hidup berkubang pada masalah.

Keep a good job, Sand. Blog kamu menunjukkan kalau kamu bisa melakukan hal-hal bagus yang orang lain belum tentu bisa melakukannya.
#4 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-03-07 04:08 (Reply)
Wah merasa tersanjung karena pada akhirnya ada juga yang mampir ke blog saya. Terima kasih juga atas saran dan nasehatnya. Saya akan tetap terus menulis meskipun dengan tulisan yang tidak begitu mutu.

Terima kasih :-D
#5 sandclow (Homepage) on 2007-03-07 21:11 (Reply)
Tulisannya bagus-bagus mas. Kalau merasa tulisan tersebut nggak bagus, bagaimana dengan berbagai tulisan yang tidak bermutu yang bertebaran di internet, hehehehe....
#6 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-03-07 22:46 (Reply)
bos, kata2 anda telah membuat q tenang sedikit. aku sering malu terhadap diri q sendiri mengapa q selalu ingin mengulangi kesalahanq sendiri. Tapi setelah q baca tulisan mas skerang q mao intropeksi diri! q ingin mengubah hidupku ke arah yang lebih baik, doakan ya??
#7 irham on 2007-09-18 09:45 (Reply)
Saya doakan semoga bisa menjadi pribadi yang stabil mas. Mapan dan punya kepribadian. Berkecukupan dan menyenangkan. Amiin.

Orang yang sukses itu bukan orang yang tidak pernah gagal melainkan orang yang pernah gagal namun bisa bangkit kembali dan berhasil.
#8 Vavai (Homepage) on 2007-09-18 19:40 (Reply)
Iyah mas,,saya jadi tahu semua kelemahan saya,,saya emang orangnya masih terlau muda mas,, masih 21 maklumlah jiwa yang masih labil hwehehehe...Tapi makasih banget artikelnya ini..
#9 Ghan on 2007-09-27 03:34 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.