<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>

<rss version="2.0" 
   xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
   xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
   xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
   xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
   xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
   xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
   >
<channel>
    <title>Blog Vavai - Family</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/</link>
    <description>a Small Stuff for My Private Interest</description>
    <dc:language>en</dc:language>
    <generator>Serendipity 1.2.1 - http://www.s9y.org/</generator>
    
    

<item>
    <title>Kenangan Tak Terlupakan</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/866-Kenangan-Tak-Terlupakan.html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/866-Kenangan-Tak-Terlupakan.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=866</wfw:comment>

    <slash:comments>5</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=866</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;img hspace=&quot;5&quot; vspace=&quot;5&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/blog/uploads/after-rain.jpg&quot; style=&quot;max-width: 800px; float: left; margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 10px;&quot; alt=&quot;after-rain&quot; /&gt;Semalam hujan deras di Bekasi. Kebiasaan saya saat terbangun dimalam hujan deras adalah melamun &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hujan selalu membawa romantika bagi saya. Hujan, laron dan sawah yang terkena banjir akan membawa saya pada lamunan dimasa kecil. Pagi ini ketika mengingat semua yang ada, saya jadi teringat beberapa peristiwa yang sulit saya lupakan, baik sewaktu saya kecil maupun saat sekarang sudah punya isteri dan Zeze Vavai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya biasanya menjadi lebih produktif dimalam saat hujan, meski kadang juga justru lebih nyenyak tidur karena suasana yang dingin justru membuat suasana tidur jadi semakin menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/866-Kenangan-Tak-Terlupakan.html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;Kenangan Tak Terlupakan&quot;&lt;/a&gt;
    </content:encoded>

    <pubDate>Tue, 28 Oct 2008 22:12:13 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/866-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Idul Fitri, Shalat Ied Pertama Zeze Vavai &amp; Mudik</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/837-Idul-Fitri,-Shalat-Ied-Pertama-Zeze-Vavai-Mudik.html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/837-Idul-Fitri,-Shalat-Ied-Pertama-Zeze-Vavai-Mudik.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=837</wfw:comment>

    <slash:comments>4</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=837</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;img vspace=&quot;0&quot; hspace=&quot;0&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;baseline&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/blog/uploads/vavai-id.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pagi ini adalah pagi yang istimewa buat &lt;a href=&quot;http://zeze.vavai.com&quot;&gt;Zeze Vavai&lt;/a&gt; karena hari ini adalah hari pertama Zeze Vavai ikut shalat Idul Fitri. Tahun lalu Zeze Vavai dan mamanya tidak ikut shalat Ied karena Zeze Vavai tertidur kecapaian habis takbiran semalam suntuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam, setelah pulang bersilaturahmi dari rumah orang tua saya di Tambun-Bekasi, saya mengajak Zeze Vavai tidur meski dia masih ingin main games dor-dor-dor (Counter Strike) dan Ayodance. Sayapun menekan keinginan saya untuk main games Age of Empires III, The Asian Dynasty versi Trial. Game lama sebenarnya tapi saya baru download dan memainkannya menggunakan laptop isteri saya yang diisi Windows XP lisensi kantor. The Asian Dynasty ini menyenangkan bagi saya karena saya mengenal tokoh-tokohnya seperti Daimyo Mototada dan Tokugawa Ieyasu. Sayangnya game ini dimulai sejak Taiko Toyotomi Hideyoshi wafat dan lebih menekankan aspek persaingan Jenderal Ishida Mitsunari dengan Tokugawa Ieyasu (yang berakhir dengan kemenangan Ieyasu dalam pertempuran Sekigahara. Babak akhir pertempuran Sekigahara ini mengawali cerita tentang Samurai : Miyamoto Musashi), padahal saya justru memfavoritkan Hideyoshi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi Zeze Vavai sudah bangun waktu Shubuh karena saya berulang-ulang bilang padanya bahwa pagi ini Zeze Vavai akan saya ajak ke lapangan untuk shalat. Di hari biasa, lapangan ini tempat favorit Zeze Vavai untuk bermain karena sejuk dan luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sekeluarga (Saya, Zeze Vavai, mamanya dan keluarga isteri) berangkat sekitar jam setengah 7. Ternyata Zeze Vavai takut shalat melihat orang sangat banyak. Oalah, saya mencari berbagai cara agar dia tidak kabur saat shalat &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya saya sempat mengantongi lemper isi daging ayam dan mengambil Aqua gelas sebagai tindakan jaga-jaga. Saya juga membujuknya agar tetap mau ditempat dengan cara melakukan berbagai hal, mulai dari memberitahunya saat ada pesawat terbang, menanyakannya soal dimana posisi penjual es kelapa muda, dimana pohon kelapa, dimana posisi speaker, mencabut rumput hingga membiarkannya mengeluarkan seluruh isi  dompet dan menyusun kartu ATM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sempat merengek hendak pulang, upaya saya sukses meski saya shalat Ied sambil menggendongnya. &lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/uploads/vavai-id2.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, khatib shalat idul fitri kurang fokus dan kurang membumi dalam menyampaikan khutbahnya. Saya selalu menekankan hal ini karena buat apa khutbah panjang-panjang tanpa dipahami oleh jamaah (audiensnya). Buat apa juga khutbah menggunakan istilah sulit dan analogi yang jauh. dalam bahasa saya, mengucapkan : &amp;quot;Marilah kita tingkatkan keimanan kita&amp;quot; kurang membumi dibandingkan dengan : &amp;quot;Jangan lupa untuk bersilaturahmi pada tetangga. Ingat, tetangga adalah orang yang menjadi saudara kita terdekat saat kita tinggal sehari-hari&amp;quot;. Tentu saja saya tidak mengatakan bahwa kita harus meningkatkan keimanan sebagai sesuatu yang salah namun itu hendaknya diperjelas dengan bentuk konkrit cara melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bersilaturahmi dengan tetangga, rencananya siang ini saya akan mudik ke kampung halaman isteri di Brebes yang kemudian dilanjutkan dengan meluncur ke Salatiga. Rutenya adalah : Bekasi - Brebes - Purwokerto - Kebumen - Purworejo - Yogya - Solo - Salatiga - Semarang - Brebes - Bekasi. Bisa dibilang rute ini mengulang perjalanan tahun lalu yang berangkat dari jalur selatan dan pulang lewat jalur utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan lebaran tahun ini bisa berjumpa lagi dengan Maseko di alun-alun kota Brebes, Main ke Kebumen, bertemu dengan Thomas Arie, Yanarief dkk di Yogya dan main ke pesantren KH Mahfudz Ridwan (Ponpes Edi Mancoro Gedangan Salatiga) yang sebenarnya paman dari bapak mertua saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Semoga masa mendatang memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqoballahu Mina Waminkum, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. 
    </content:encoded>

    <pubDate>Tue, 30 Sep 2008 21:04:16 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/837-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Hacker openSUSE Indonesia</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/773-Hacker-openSUSE-Indonesia.html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/773-Hacker-openSUSE-Indonesia.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=773</wfw:comment>

    <slash:comments>17</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=773</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;img alt=&quot;hacker opensuse&quot; src=&quot;http://zeze.vavai.com/wp-content/uploads/2008/07/t_hacker-opensuse-1.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hacker openSUSE Indonesia, baru bangun belum mandi langsung main komputer. Nggak mempan dilarang, ngamuk kalau diminta pindah namun kalem dan cool kalau hendak difoto. Muhammad &amp;quot;Zeze Vavai&amp;quot; Rivai Alifianto, 2 tahun 3 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;hacker opensuse&quot; src=&quot;http://zeze.vavai.com/wp-content/uploads/2008/07/t_hacker-opensuse-2.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/773-Hacker-openSUSE-Indonesia.html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;Hacker openSUSE Indonesia&quot;&lt;/a&gt;
    </content:encoded>

    <pubDate>Mon, 30 Jun 2008 23:16:30 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/773-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>My Beloved Dear Rey, You're My Ichi-ban</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/752-My-Beloved-Dear-Rey,-Youre-My-Ichi-ban.html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/752-My-Beloved-Dear-Rey,-Youre-My-Ichi-ban.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=752</wfw:comment>

    <slash:comments>7</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=752</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;div&gt;&lt;i&gt;Oh mawar yang kutanam 8 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;Teruslah tumbuh dan bermekaran dihatimu,&lt;br /&gt;Begitu lama aku ada, dekat dengan kamu,&lt;br /&gt;Melayang bagai kapas diantara debu&lt;br /&gt;Larut dalam permainan abadi sang waktu...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img vspace=&quot;5&quot; hspace=&quot;5&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/blog/uploads/dear-rey.jpg&quot; alt=&quot;Dear Rey, Vavai &amp;amp; Mother in Law&quot; /&gt;Hari ini 11 Juni 2008 adalah ulang tahun isteri saya. Ulang tahun dengan usia 3 tahun dibawah saya. Saya masih ingat waktu tahun lalu saya tanya, apa hadiah yang diinginkannya ? Isteri saya menjawab, &amp;quot;Rumah !&amp;quot;, dan saya terkapar mendengarnya &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bunga, kue ultah, pakaian atau adiknya Zeze Vavai (hihihi...) itu masih bisa dengan mudah saya usahakan tapi untuk rumah, it may need a long time. Butuh kerja keras, rezeki berlimpah dan menabung dengan giat agar bisa memberikan hadiah rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, the dream come true ! Anugerah yang maha kuasa diberikan menjelang ultah Zeze Vavai yang kedua sehingga kami bisa merayakan ultahnya dengan bolak-balik mengecek rumah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahun ini saya tanyakan ingin hadiah apa, isteri saya hanya bilang bahwa hadiahnya buat beli sepeda Zeze Vavai saja dan saya menurutinya tanpa bertanya-tanya apakah isteri saya menginginkan makan malam yang romantis, liburan ke tempat yang eksotis atau ingin membeli sesuatu yang diinginkan. Mungkin isteri saya khawatir kalau saya menyanggupinya, tetap saja isteri saya yang keluar biaya, hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering tersipu-sipu (sok imut &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; ) kalau isteri saya bilang bahwa saya beruntung karena memiliki isteri yang cantik dan tidak banyak menuntut. Saya biasanya membalasnya dengan mengatakan bahwa saya juga suami yang low profile, bisa masak &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; , tak banyak menuntut serta tak banyak menurut hehehe...&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/752-My-Beloved-Dear-Rey,-Youre-My-Ichi-ban.html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;My Beloved Dear Rey, You&#039;re My Ichi-ban&quot;&lt;/a&gt;
    </content:encoded>

    <pubDate>Wed, 11 Jun 2008 03:28:33 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/752-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Tumis Kangkung di Pagi Hari...</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/714-Tumis-Kangkung-di-Pagi-Hari....html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/714-Tumis-Kangkung-di-Pagi-Hari....html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=714</wfw:comment>

    <slash:comments>9</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=714</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    Menempati rumah baru membuat saya lebih bebas mengeluarkan bakat terpendam, yaitu makan enak, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan makan enak melainkan memasak untuk makanan sendiri. Pengaruh krismon, harga minyak yang semakin membubung tinggi serta rencana pemerintah menaikkan harga BBM membuat saya berusaha mengurangi biaya hidup yang keluar dari makan diluar. Salah satu upayanya adalah memasak sendiri. Selain mengurangi biaya (meski kadang jadi lebih mahal &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; ) juga jauh lebih nikmat dan lebih personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/images/tumis-kangkung.jpg&quot; style=&quot;max-width: 800px;&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau isteri sedang tidak sibuk, isteri memasak untuk saya. Kalau sibuk ya saya masak sendiri. Pretty Simple.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/714-Tumis-Kangkung-di-Pagi-Hari....html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;Tumis Kangkung di Pagi Hari...&quot;&lt;/a&gt;
    </content:encoded>

    <pubDate>Wed, 07 May 2008 21:25:48 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/714-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Menempati Rumah Baru</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/702-Menempati-Rumah-Baru.html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/702-Menempati-Rumah-Baru.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=702</wfw:comment>

    <slash:comments>16</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=702</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    &lt;img style=&quot;max-width: 800px;&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/images/taman-rumah-vavai.jpg&quot; alt=&quot;&quot;  /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selama hampir 3 tahun tinggal di PIM (Pondok Indah Mertua), awal Mei ini saya bertiga (saya, my beloved Dear Rey dan Zeze Vavai) pindah ke rumah yang dibangun dengan cucuran keringat dan air mata (hehehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya sendiri sudah tidur dirumah ini sejak pertengahan April 2008 meski masih dalam perbaikan disana-sini. Kadang 2 hari sekali kalau Zeze Vavai dan mamanya minta saya tidur dirumah mertua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah ini awal April lalu sempat juga dipakai sebagai lokasi pertemuan kelima Komunitas OpenSUSE Indonesia, sekaligus sebagai acara syukuran untuk rekan-rekan. Sebenarnya pada saat yang bersamaan saya juga mengundang mas Harry Sufehmi namun beliau berhalangan. Rekan saya boss Mac &lt;a href=&quot;http://adinoto.org/&quot;&gt;Adinoto&lt;/a&gt; dan boss Hosting &lt;a href=&quot;http://rendymaulana.com&quot;&gt;Rendy Maulana Akbar&lt;/a&gt; (teman saya boss semua, kecuali saya yang karyawan kecil-kecilan &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; ) juga saya undang namun keduanya berhalangan hadir. Mungkin kali lain kalau sedang ke Jakarta bisa main ke Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tetangga dekat rekan-rekan blogger Bekasi seperti om &lt;a href=&quot;http://daus.trala.la/&quot;&gt;Daus Tralala&lt;/a&gt;, bos &lt;a href=&quot;http://dirgaa.com/&quot;&gt;Batik Dhika&lt;/a&gt; dan rekan lain sesama &lt;a href=&quot;http://planet-bekasi.web.id&quot;&gt;blogger Bekasi&lt;/a&gt; rencananya akan saya khususkan untuk acara kumpul-kumpulnya. Sebenarnya ada seorang rekan lain, Djoko Santoso, namun dia sepertinya dapat pekerjaan di Kalimantan sana jadi saya nggak bisa mengundangnya buat mencicipi sayur gabus pucung &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyenangkan dari rumah ini adalah adanya akses internet unlimited dengan hotspot didalam rumah. Saya sengaja memasang hotspot agar bisa leluasa menggunakan internet secara bebas dari ruangan manapun (serasa ruangannya banyak aza &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; ). Siapa tahu saya ingin main internet sambil cuci pakaian atau gosok baju &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, foto ilustrasi diatas memang barusan saya jepret setelah sore tadi mengangkut alat transportasinya Zeze Vavai. Sementara saya baru sanggup beli Jupiter MX setelah sekian tahun bekerja, Zeze Vavai sudah memiliki mobil dalam usianya yang baru 2 tahun. Ya, itu disamping adalah mobilnya Zeze Vavai yang dia sendiri masih takut buat pakai. Sengaja disiapkan siapa tahu mau antar ibunya beli sayur &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja juga saya foto laptop dengan latar belakang taman sebagai upaya menarsiskan diri. Pinginnya supaya terlihat seperti geek meski mungkin malah kelihatan jadi belagu, hehehe... Maafkan saya kalau kesan itu yang timbul karena&lt;br /&gt; saat mengetik artikel ini saya kepikiran waktu main ke Sumedang, dengan air bergemercik dikali kecil, sementara saya tidur-tiduran didangau ditepi sawah. Karena belum bisa main ke Sumedang lagi, pelampiasannya adalah bikin yang rada mirip di rumah &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/laugh.png&quot; alt=&quot;:-D&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada rekan yang bertanya bagaimana rasanya 3 tahun tinggal di rumah mertua. Rasanya, ya gitu deh. Tergantung kita membawakan diri dan tergantung kita menikmatinya. Semua hal jika dijalani dengan hati yang senang insya Allah membawa hasil yang menyenangkan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu yang kelupaan. Waktu kemarin mempersiapkan kamar, saya ingat dulu &lt;a href=&quot;http://orangescale.com&quot;&gt;Thomas&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://cinila.com&quot;&gt;Lala&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://yanrf.com&quot;&gt;Yanarief&lt;/a&gt; tidak bisa menginap karena saya sendiri menumpang dirumah mertua &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/tongue.png&quot; alt=&quot;:-P&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt; . Sekarang sengaja saya siapkan 1 kamar khusus kalau kapan-kapan teman-teman baik saya ini main ke Bekasi &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/wink.png&quot; alt=&quot;;-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga berpikir, mungkin enak juga kalau kumpul dengan rekan-rekan sesama blogger seperti &lt;a href=&quot;http://koen.co.ro&quot;&gt;Koen&lt;/a&gt;, boss &lt;a href=&quot;http://thegadgetnet.com&quot;&gt;BP&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://direktif.web.id/&quot;&gt;Ikhlasul Amal&lt;/a&gt; (kok dah lama nggak nulis boss ?), dan oh ya, siapa tahu &lt;a href=&quot;http://avianto.com&quot;&gt;Boy&lt;/a&gt; juga mau main kesini &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;...  Ada banyak rekan sesama blogger yang ingin saya temui. Yang lain ? Wah, masih banyak lagi secara (sorry &lt;a href=&quot;http://ronny.haryan.to/&quot;&gt;Ron&lt;/a&gt;, ini secara yang disengajakan, hehehe...) saya memiliki banyak nama blogger yang saya favoritkan. Mungkin anda salah satunya meski tidak saya tuliskan dalam posting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terlalu indah untuk dibiarkan berlalu bagai angin, tanpa jejak-jejak pertemanan dan tanpa jejak-jejak yang ditinggalkan...&lt;br /&gt; 
    </content:encoded>

    <pubDate>Fri, 02 May 2008 08:33:32 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/702-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Tercebur di Sumur</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/685-Tercebur-di-Sumur.html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/685-Tercebur-di-Sumur.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=685</wfw:comment>

    <slash:comments>3</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=685</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    Tercebur atau kejebur ya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, Ini OOT, diluar konteks IT. Hitung-hitung sebagai cerita intermezzo. &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, ini pengalaman pribadi. Saya jadi teringat hal ini sewaktu kemarin makan siang dengan IT staff sambil ngobrol soal kampung saya. Cerita ini juga menjadi salah satu cerita favorit yang diminta oleh para keponakan saya jika sedang berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;img vspace=&quot;5&quot; hspace=&quot;5&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;left&quot; style=&quot;max-width: 800px; float: left; margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 10px;&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/images/sumur-timba.jpg&quot; alt=&quot;Sumur&quot; /&gt;Kejadiannya sewaktu saya kelas 3 SD. Saat itu sumur timba masih mendominasi sumur-sumur di kampung saya di Tambun - Bekasi. Sumur timba (perigi) adalah sumur yang dalam bentuk tanah yang digali dengan kedalaman antara 3-10 meter, bahkan dibeberapa tempat lebih dari itu. Karena mengandalkan pada air tanah, ada tempat yang kedalaman sumurnya baru 3 meter namun sudah keluar air namun ditempat lain, lebih dari 10 meter masih belum keluar air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu pagi hari. Matahari sudah merambat naik dan saya harus buru-buru mandi untuk berangkat sekolah. Saya mandi di sumur timba dibelakang rumah. Terus terang saya agak paranoid dengan sumur dibelakang rumah saya ini. Katrolnya sering macet, berbeda dengan sumur disamping rumah yang katrolnya bagus. Sayangnya, sumur disamping rumah ini banyak dipakai oleh tetangga kiri kanan untuk mencuci pakaian jadi saya mengalah untuk mandi disumur belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang buru-buru, &lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/179-Hambatan-Saat-Ada-Keperluan.html&quot;&gt;selalu saja ada hambatan&lt;/a&gt; &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;. Saat sedang buru-buru hendak mandi, tiba-tiba saja katrol tersangkut sehingga saya berat sekali mengangkat ember berisi air dari dasar sumur. Saya sekuat tenaga menariknya namun apa yang terjadi. Kejadiannya cepat sekali. Saya seperti hilang ingatan. Tiba-tiba saya merasa gelap dan saat tersadar, saya sudah ada didasar sumur dengan air setinggi paha saya. Hah ? Di dasar sumur sedalam lebih dari 3 meter ??&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/685-Tercebur-di-Sumur.html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;Tercebur di Sumur&quot;&lt;/a&gt;
    </content:encoded>

    <pubDate>Wed, 16 Apr 2008 21:12:13 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/685-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Mertua dan Menantu</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/644-Mertua-dan-Menantu.html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/644-Mertua-dan-Menantu.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=644</wfw:comment>

    <slash:comments>3</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=644</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    Geli juga saya membaca tulisan mas Pujiono mengenai &lt;a href=&quot;http://jalansutera.com/2008/03/13/mitos-mitos-seputar-perawatan-bayi/&quot;&gt;Mitos-mitos Seputar Perawatan Bayi&lt;/a&gt;. Saya tidak ingin membahasnya dari sudut pandang larangan melakukan sesuatu terkait dengan bayi karena waktu membacanya saya hanya bilang, &quot;Sama 200%&quot; ! &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu &lt;a href=&quot;http://zeze.vavai.com&quot;&gt;Zeze Vavai&lt;/a&gt; baru lahir, saya sempat naik turun tangga belasan kali karena ada perintah, &quot;Jika bayi pipis, popoknya harus dicuci, tidak boleh direndam. Nanti bayinya masuk angin&quot;. Juga sama soal tidak boleh memeras popok. Apa karena latar belakang asal keluarga isteri yang sama ya ? &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;. Saya berasal dari Bekasi sedangkan isteri kelahiran Brebes Jawa Tengah (bapak dari Salatiga ibu dari Brebes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, dibalik itu semua adalah soal relasi mertua dan menantu. Mengapa saya katakan demikian ? Karena relasi ini mencakup pengalaman dan kemampuan. (Jadi ingat iklan rokok, &quot;yang muda yang tak dipercaya&quot;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran bayi adalah momen penting terjadinya relasi yang intens ini. Tentu ini dengan asumsi mertua tinggal pada jarak yang tidak terlalu jauh. Pada saat bayi lahir, biasanya mertua akan menjadi sosok yang paling berkepentingan, baik mertua dari sisi suami maupun dari sisi isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering terjadi adalah kekhawatiran mertua pada pasangan muda yang baru saja melahirkan. Kekhawatiran ini sebenarnya wajar, namun jika tidak dipahami dengan baik potensial menimbulkan gesekan wewenang &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, mertua, dengan bekal pengalaman dan pengetahuannya, akan selalu dalam posisi menganggap bahwa menantu perlu dibimbing, sedangkan si menantu, karena ingin mandiri biasanya berharap sesedikit mungkin campur tangan orang lain, meski itu mertua sendiri. Tujuannya adalah, jika satu waktu tinggal ditempat yang berjauhan dan harus mandiri, tidak perlu susah payah beradaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang muncul biasanya adalah ketidaksabaran mertua melihat mekanisme kerja menantu, sedangkan si menantu merasa-dengan pengetahuan yang dimiliki-ada beberapa hal yang tidak tepat yang dilakukan oleh mertua. Life is complicated mind, heh &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, yang penting adalah komunikasi. Perlu ada upaya &quot;diam&quot; baik dari mertua maupun dari menantu. Diam saja jika kita dalam posisi sebagai mertua dan melihat menantu sepertinya salah kaprah merawat bayi. Tunggu hingga menantu minta bantuan. Jangan merasa wewenang dilangkahi. Jangan lupa, kadang menantu kikuk karena masih merepotkan mertua untuk hal-hal seputar melahirkan yang merupakan tanggung jawab menantu dan pasangannya. Disini peran pasangan (alias anak dari mertua) sangat penting untuk menjadi peredam gesekan. Ingatlah sewaktu mertua dulu waktu pertama kali punya anak. Pasti perasaannya mirip seperti yang dirasakan menantu sekarang ini &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika jadi menantu, ya sama. Upayakan untuk diam jika mertua melakukan sesuatu, meski itu mengusik hati kita. Tak usah berdebat soal cara memakai popok misalnya. Tak usah juga perdebatkan soal pemakaian gurita. Analoginya, jika kita sedang mengendarai kendaraan yang sedang terjebak kemacetan, semua orang pasti merasa paling benar dan tak ada yang mau disalahkan. Jika kita nimbrung untuk bicara, yang terjadi adalah debat kusir berkepanjangan yang seringkali tak menghasilkan tujuan yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terlihat &quot;menakutkan&quot;, tak usah merasa takut untuk menikah dan untuk punya anak. Ada lebih banyak nuansa menyenangkan dibandingkan kekhawatiran menjadi repot karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 
    </content:encoded>

    <pubDate>Thu, 13 Mar 2008 16:05:37 -0500</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/644-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Orang Tua, Anak dan Kebijaksanaan Alamiah</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/621-Orang-Tua,-Anak-dan-Kebijaksanaan-Alamiah.html</link>
            <category>Family</category>
            <category>Personal</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/621-Orang-Tua,-Anak-dan-Kebijaksanaan-Alamiah.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=621</wfw:comment>

    <slash:comments>3</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=621</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Muhammad Rivai Andargini)</author>
    <content:encoded>
    Sudah hampir 3 tahun saya tinggal dirumah yang berbeda dengan rumah orang tua saya, tepatnya sejak menikah. Dulu saya tidak terlalu sering mengkhususkan waktu untuk bicara pada orang tua saya, karena toh saya bisa langsung bicara. Kini, setelah berbeda rumah, saya justru lebih sering mengkhususkan waktu untuk bicara karena saya jadi lebih menyadari arti penting orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img vspace=&quot;5&quot; hspace=&quot;5&quot; border=&quot;0&quot; align=&quot;left&quot; src=&quot;http://www.vavai.com/images/embun.jpg&quot; alt=&quot;embun&quot; /&gt;Saya pernah kost sewaktu kuliah namun saat itu masih terbawa suasana remaja, jadi saya lebih sering memikirkan masa remaja saya dan dunia kecil saya dibandingkan memikirkan sesuatu yang saya anggap rumit seperti kesulitan hidup sehari-hari yang dialami oleh keluarga. Bukan kurang ajar juga bukan durhaka. Saya hanya memandang dunia sesederhana seperti adanya dan saya menikmati hidup yang bisa saya nikmati. Adakalanya seseorang membuat kehidupan palsu untuk menghindari kenyataan pahit. Tingkatan palsu itu sendiri bisa bertingkat-tingkat dan mungkin kehidupan palsu yang saya alami hanya dalam lingkup tidak membiarkan diri larut dalam kesulitan. Bukan cara yang baik untuk menghindar dari kenyataan namun adakalanya pikiran seorang remaja demikian pendeknya &lt;img src=&quot;http://www.vavai.com/blog/templates/default/img/emoticons/smile.png&quot; alt=&quot;:-)&quot; style=&quot;display: inline; vertical-align: bottom;&quot; class=&quot;emoticon&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu orang tua saya pulang dari tempat resepsi dan saya tidak ikut (karena saya pulang ke rumah isteri), hati saya terenyuh dan saya seperti menyadari bahwa saya tidak akan bersama orang tua, adik, kakak, dan sanak famili yang lain. Saya tidak akan bersama adik-adik saya, melihat mereka besar, belajar dan bermain. Dunia tidak akan sama lagi seperti masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/621-Orang-Tua,-Anak-dan-Kebijaksanaan-Alamiah.html#extended&quot;&gt;Continue reading &quot;Orang Tua, Anak dan Kebijaksanaan Alamiah&quot;&lt;/a&gt;
    </content:encoded>

    <pubDate>Sun, 17 Feb 2008 22:02:08 -0600</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/621-guid.html</guid>
    
</item>
<item>
    <title>Pola Pikir Anak Kecil dan Kekhawatiran Orang Tua</title>
    <link>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/584-Pola-Pikir-Anak-Kecil-dan-Kekhawatiran-Orang-Tua.html</link>
            <category>Family</category>
    
    <comments>http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/584-Pola-Pikir-Anak-Kecil-dan-Kekhawatiran-Orang-Tua.html#comments</comments>
    <wfw:comment>http://www.vavai.com/blog/wfwcomment.php?cid=584</wfw:comment>

    <slash:comments>13</slash:comments>
    <wfw:commentRss>http://www.vavai.com/blog/rss.php?version=2.0&amp;type=comments&amp;cid=584</wfw:commentRss>
    

    <author>nospam@example.com (Zeze Vavai)</author>
    <content:encoded>
    &lt;p&gt;&lt;img src=&quot;http://zeze.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/zeze-vavai-lap-dj1.jpg&quot; title=&quot;Zeze Vavai1&quot; alt=&quot;Zeze Vavai1&quot; align=&quot;left&quot; height=&quot;400&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;Ternyata pelajaran tentang manajemen pribadi bukan hanya bisa datang dari orang yang lebih tua dan sudah banyak makan rujak (asam garam-Vai &lt;img src=&#039;http://zeze.vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif&#039; alt=&#039;:-P&#039; class=&#039;wp-smiley&#039; /&gt; ) tentang kehidupan, melainkan juga dari anak sebesar Zeze Vavai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di usia menjelang 2 tahun (26 Maret adalah ultah kedua), Zeze Vavai sudah semakin cerdas dan semakin kukuh jika menginginkan sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat mandi misalnya. Kesenangan Zeze Vavai adalah membuka kran air sebesar-besarnya lantas menutup kran  dengan tangannya. Otomatis air bercipratan kemana-mana dan membuat saya yang sedang memandikan ikut basah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Awalnya saya bertindak sebagai diktator. Saya larang Zeze Vavai berbuat begitu karena air yang bercipratan kadang memancar kemana-mana dan bisa membahayakan jika masuk ke hidung atau telinganya, tapi namanya anak-anak, dia akan menjerit-jerit jika saya paksa berhenti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src=&quot;http://zeze.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/zeze-vavai-lapdj2.jpg&quot; title=&quot;Zeze Vavai2&quot; alt=&quot;Zeze Vavai2&quot; align=&quot;right&quot; height=&quot;400&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;Lama-lama saya berpikir, mungkin ada yang salah dari mekanisme saya melarang anak. Saya melarang sesuatu yang mereka gemari tanpa memberikan pemahaman dan alternatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya masih ingat. Dulu, waktu baru bisa jalan, saya selalu khawatir kalau Zeze Vavai jatuh dari tempat tidur karena selalu turun sendiri dari tempat tidur. Yang saya khawatirkan, kadang Zeze Vavai turun dalam posisi duduk, padahal kakinya belum sampai ke lantai. Ternyata kekhawatiran saya tidak beralasan. Saya hanya perlu mengatakan, &amp;#8220;Zeze Vavai, turunnya yang benar. Kalau nggak benar nanti jatuh&amp;#8221;, dan tiap saya mengatakan demikian, Zeze Vavai akan dengan segera mengubah posisi duduknya menjadi posisi tengkurap dan kemudian turun sambil mundur &lt;img src=&#039;http://zeze.vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif&#039; alt=&#039;:-)&#039; class=&#039;wp-smiley&#039; /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kali lain, saya selalu khawatir kalau terantuk saat menaiki lantai dirumah yang memiliki sedikit undak-undakan (antara lantai ruang tamu dengan lantai ruang keluarga memiliki selisih tinggi sekitar 30 cm). Ternyata dia dengan mudah membedakan &amp;#8220;jebakan&amp;#8221; ini. Awal-awal, Zeze Vavai akan merangkak setiap melewati undakan tersebut, memastikan bahwa dirinya tidak akan jatuh. Lama-lama, karena sudah terbiasa, Zeze Vavai hanya perlu berpegang ke tembok untuk menyeimbangkan dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang, saya tidak khawatir jika Zeze Vavai senang bermain air. Tak masalah buat saya jika saya berbasah-basah ria meski itu sewaktu saya hendak berangkat kerja. Saya tidak mau menukar kebahagiaan Zeze Vavai hanya dengan sekedar keengganan saya untuk menukar baju jikalau basah. Nilai kebahagiaan yang saya dapatkan jika Zeze Vavai tertawa bahkan jauh lebih berharga dibandingkan kerja lembur semalam suntuk &lt;img src=&#039;http://zeze.vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif&#039; alt=&#039;:-D&#039; class=&#039;wp-smiley&#039; /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang yang saya kagumi, pak Hadi Kuntoro yang juga member &lt;a href=&quot;http://www.tangandiatas.com&quot;&gt;TDA&lt;/a&gt; dan tinggal di Bekasi menuliskan pengalaman yang menarik soal kedekatannya dengan anak-anak, &lt;a href=&quot;http://hadikuntoro.blogspot.com/2007/09/maunya-mandi-sama-ayah.html&quot;&gt;&amp;#8220;Maunya mandi sama ayah&amp;#8230;&amp;#8221;&lt;/a&gt;. Terima kasih untuk &lt;em&gt;share&lt;/em&gt; pengalamannya pak Hadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi orang tua tidak perlu selalu khawatir kan&amp;#8230;&lt;/p&gt; 
    </content:encoded>

    <pubDate>Thu, 24 Jan 2008 01:09:01 -0600</pubDate>
    <guid isPermaLink="false">http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/584-guid.html</guid>
    
</item>

</channel>
</rss>