Serendipity dan Kemudahan Upgrade • Sunday, February 3. 2008
Selama ini saya lebih banyak menggunakan Serendipity sebagai engine blog personal saya, sedangkan untuk komunitas yang saya inisiasi, saya lebih banyak menggunakan Wordpress. Setelah saya bandingkan masing-masing feature, saya lihat hanya 1 kelebihan Wordpress dibandingkan Serendipity, yaitu lebih banyak themes yang tersedia untuk Wordpress dibandingkan untuk Serendipity.
Jika proses upgrade pada Wordpress bisa menjadi nightmare, proses upgrade pada Serendipity jauh lebih halus dan mulus. Pagi ini saya melakukan proses upgrade dari Serendipity versi 1.1 menjadi versi 1.2.1 tanpa ada masalah. Hanya perlu melakukan upload file terbaru, that's it . Semua feature terbaru bisa dapat digunakan. Tidak ada perubahan database, tidak ada plugin yang bermasalah dan tidak ada pekerjaan tambahan untuk edit templates. Andaikata ada perubahan database, perubahan itu langsung dilakukan pada saat proses upgrade dengan 1 klik mudah.
Keuntungan lain, mungkin karena pengguna Wordpress jauh lebih banyak daripada pengguna Serendipity, blog saya yang di Serendipity jauh lebih aman dibandingkan di Wordpress.
Di Wordpress, sisi popularitas Wordpress membuat orang yang mengeksplorasi kelemahannya jauh lebih banyak dibandingkan Serendipity atau engine blog yang lain, sehingga, jika tidak segera melakukan upgrade atau tidak melakukan update plugin dan komponen lainnya, bisa-bisa blog berbasis Wordpress menjadi sasaran tembak. Beberapa kali blog saya di Wordpress, diserang karena terlambat upgrade untuk menutup celah yang ada pada versi Wordpress sebelumnya.
Aspek pengetahuan dan tingkat awareness blogger tentu saja menjadi point paling penting mengapa suatu blog dihack, terlepas dia mau pakai Wordpress atau Serendipity. Bagi saya sebagai pengguna tanpa tingkat pengetahuan yang memadai bagaimana cara melakukan proteksi blog semaksimal mungkin, Serendipity membawa ketenangan yang lebih banyak dibandingkan blog saya yang berbasis Wordpress.
Apakah Serendipity jauh lebih baik dari Wordpress ? Ya itu kembali pada masing-masing pengguna. Debat tidak ada gunanya untuk hal seperti ini, seperti halnya debat soal Linux apa yang paling cocok untuk kita. Setiap orang punya preferensi masing-masing pada apa yang dia sukai sehingga apa yang dipilih tentu kembali pada preferensi yang dia inginkan.
Jika anda termasuk orang yang senang mencoba sesuatu yang lain, Serendipity sangat layak untuk dicoba.
Jika proses upgrade pada Wordpress bisa menjadi nightmare, proses upgrade pada Serendipity jauh lebih halus dan mulus. Pagi ini saya melakukan proses upgrade dari Serendipity versi 1.1 menjadi versi 1.2.1 tanpa ada masalah. Hanya perlu melakukan upload file terbaru, that's it . Semua feature terbaru bisa dapat digunakan. Tidak ada perubahan database, tidak ada plugin yang bermasalah dan tidak ada pekerjaan tambahan untuk edit templates. Andaikata ada perubahan database, perubahan itu langsung dilakukan pada saat proses upgrade dengan 1 klik mudah.
Keuntungan lain, mungkin karena pengguna Wordpress jauh lebih banyak daripada pengguna Serendipity, blog saya yang di Serendipity jauh lebih aman dibandingkan di Wordpress.
Di Wordpress, sisi popularitas Wordpress membuat orang yang mengeksplorasi kelemahannya jauh lebih banyak dibandingkan Serendipity atau engine blog yang lain, sehingga, jika tidak segera melakukan upgrade atau tidak melakukan update plugin dan komponen lainnya, bisa-bisa blog berbasis Wordpress menjadi sasaran tembak. Beberapa kali blog saya di Wordpress, diserang karena terlambat upgrade untuk menutup celah yang ada pada versi Wordpress sebelumnya.
Aspek pengetahuan dan tingkat awareness blogger tentu saja menjadi point paling penting mengapa suatu blog dihack, terlepas dia mau pakai Wordpress atau Serendipity. Bagi saya sebagai pengguna tanpa tingkat pengetahuan yang memadai bagaimana cara melakukan proteksi blog semaksimal mungkin, Serendipity membawa ketenangan yang lebih banyak dibandingkan blog saya yang berbasis Wordpress.
Apakah Serendipity jauh lebih baik dari Wordpress ? Ya itu kembali pada masing-masing pengguna. Debat tidak ada gunanya untuk hal seperti ini, seperti halnya debat soal Linux apa yang paling cocok untuk kita. Setiap orang punya preferensi masing-masing pada apa yang dia sukai sehingga apa yang dipilih tentu kembali pada preferensi yang dia inginkan.
Jika anda termasuk orang yang senang mencoba sesuatu yang lain, Serendipity sangat layak untuk dicoba.
Posted by Muhammad Rivai Andargini in S9y Comments: (0) Trackbacks: (0)
Salah satu aplikasi aggregator untuk blog yang sangat populer adalah 
. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak
. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.
Sat, 31.03.2012 10:15
Subhanallah... terimakasih sud ah diingatkan, bahwa kita seba gai orang tua harus senantiasa sabar dan telaten menjawab be rbagai pertanyaan anak2 kita y ang kadang sangat luar biasa, (sampai binggung menjawabnya)