7 Hal yang Hilang Saat Menggunakan Windows • Wednesday, October 29. 2008
Trackbacks
Trackback specific URI for this entry
No Trackbacks
Comments
Display comments as
(Linear | Threaded)
Bukan mendukung Windows, tapi cuman menyarankan solusi untuk salah satu kehilangan mas
. Untuk masalah copy ada bbrp program copy yang bisa digunakan, saya pribadi memakai TeraCopy. Sangat setuju untuk Out of The Box, sampai saat ini yang sebenarnya truly Out of The Box cuman Mac, dan itupun karena Apple sendiri yang pegang HW. Linux kalo dibandingkan dengan Ubuntu misalnya sebenarnya lebih Out of The Box, karena pada saat Install Ubuntu saya cuman butuh 1 driver yaitu buat VGA (NVIDIA/ATi) sisanya semua autodetect dan tersedia langsung. Di Windows saya musti nyari Driver dulu
.
Weh kurang tulisannya
"Linux kalo dibandingkan dengan Ubuntu" harusnya "Linux kalo dibandingkan dengan Windows"
.
QUOTE:
Hal ini masih bisa diatasi dengan aplikasi Putty namun dengan kemampuan yang masih lebih rendah daripada bash command di Linux
kok putty Pak? putty mah dipake tuk ssh ke mesin lain. gak ada hubungannya dg windows dong?
yayaya.. yg hilang kalo saya make windows adalah shell! makanya make Mac itu masih enak soalnya masih ada shell nyah.. hihihi..
Thanks boss Iang,
Saya kehilangan korelasi saat bicara soal shell ini, karena tercampur dengan remote connection terhadap si Windows menggunakan konsole.
Saya kehilangan korelasi saat bicara soal shell ini, karena tercampur dengan remote connection terhadap si Windows menggunakan konsole.
masalah #1
di windows sebenarnya bisa diatasi dengan perintah xcopy dengan parameter "/c". kalau ingin mencopy seluruh folder tanpa terinterrupt oleh error messg (biar tetap lanjut). yang saya lakukan adalah perintah"xcopy /s /e /c /h /y ". berlaku untuk XP dan w2k. vista blom pernah coba.
masalah #7
kalau mau cepat, install dulu semua, restart belakangan.
di windows sebenarnya bisa diatasi dengan perintah xcopy dengan parameter "/c". kalau ingin mencopy seluruh folder tanpa terinterrupt oleh error messg (biar tetap lanjut). yang saya lakukan adalah perintah"xcopy /s /e /c /h /y ". berlaku untuk XP dan w2k. vista blom pernah coba.
masalah #7
kalau mau cepat, install dulu semua, restart belakangan.
Kalo kita bicara Windows maka yang ada hanya keterbatasan, karena kita dibatasi oleh hak cipta atau legalitas dan itu memang dikondisikan seperti itu. dan kalo kita bicara linux, kita merasa bebas seperti slogannya bebas 1., bebas 2. dst. Semuanya kembali ke masing2 individual. Kita pilih A (windows) harus tahu aturan dan konsekuensinya dan kalo pilih B (Linux) kita akan merasakan bedanya
Hmm..mungkin perlu install cygwin + OpenSSH Pak Vavai. Untuk meningkatkan kemampuan Command Prompt, sekalian install Windows Powershell dan Rktools.
untuk point 2. fungsi tab completion yang ada di bash shell lebih nyaman digunakan. walaupun dos prompt punya fasilitas ini namun tetep ada perasaan yang kurang, ane kurang merhatikan kurangnya dimana soalny ga terlalu sering pake windos apa lagi pake dos..... atau mungkin karena sekarang ini ane lebih terbiasa menggunakan shell dibanding dos prompt kali yah.
3. soal virus, no komen deh.... walaupun sebenerny ada virus di linux, tapi selama ane kenal ni os dari skitar tahun 2000an, alhamdulillah blom pernah ngalamin. warnet ane sendiri sampe sekarang juga ga pernah ngalamin soal virus.
6. soal out off the box, ini yang bikin bete di windos. klo ada yang bilang windos cuma next.... next... beres... klo mnurut ane adalah salah.... windos ga cuma sekedar next... next... beres.... masih banyak aplikasi/driver yang harus di install. ane pernah ngalamin ketemu laptop merk tertentu yang ga bisa di install xp, padahal klo pake vista pun masih minta cd driver, giliran di install Linux (ubuntu waktu itu yg ane install, soalny orangny pengen coba ubuntu, ga mo pake zencafe, ga elit... linux buat orang kere katanya... kekekke... soalny buat kompi spek rendah) semua hardware yang ada di laptopnya berjalan lancar dan sudah terinstall dengan aplikasi tentunya, tinggal codec doang palingan yang harus di masukkan ke ubuntunya
tambahan: soal vista, vista kurang asik klo kita masih pake koneksi UTP dan sering mobile. masih enakan mac keknya. kebetulan di apartemen yg ane menej jaringan komputernya sering banget ketemu dengan vista, dan sering banget ni os bermasalah dengan jaringan UTP, klo pake wless seh aman aja, masalahnya terdapat di service DNSnya, kekny refreshnya rada2 telmi ni OS. Udah gitu yang bikin bete lagi, klo firewallnya bentrok, firewall bawaan vista ketemu firewall bawaan vendor laptop ketemu lagi firewall bawaan antivirus.... mabok mabok deh
)
3. soal virus, no komen deh.... walaupun sebenerny ada virus di linux, tapi selama ane kenal ni os dari skitar tahun 2000an, alhamdulillah blom pernah ngalamin. warnet ane sendiri sampe sekarang juga ga pernah ngalamin soal virus.
6. soal out off the box, ini yang bikin bete di windos. klo ada yang bilang windos cuma next.... next... beres... klo mnurut ane adalah salah.... windos ga cuma sekedar next... next... beres.... masih banyak aplikasi/driver yang harus di install. ane pernah ngalamin ketemu laptop merk tertentu yang ga bisa di install xp, padahal klo pake vista pun masih minta cd driver, giliran di install Linux (ubuntu waktu itu yg ane install, soalny orangny pengen coba ubuntu, ga mo pake zencafe, ga elit... linux buat orang kere katanya... kekekke... soalny buat kompi spek rendah) semua hardware yang ada di laptopnya berjalan lancar dan sudah terinstall dengan aplikasi tentunya, tinggal codec doang palingan yang harus di masukkan ke ubuntunya
tambahan: soal vista, vista kurang asik klo kita masih pake koneksi UTP dan sering mobile. masih enakan mac keknya. kebetulan di apartemen yg ane menej jaringan komputernya sering banget ketemu dengan vista, dan sering banget ni os bermasalah dengan jaringan UTP, klo pake wless seh aman aja, masalahnya terdapat di service DNSnya, kekny refreshnya rada2 telmi ni OS. Udah gitu yang bikin bete lagi, klo firewallnya bentrok, firewall bawaan vista ketemu firewall bawaan vendor laptop ketemu lagi firewall bawaan antivirus.... mabok mabok deh
Untuk poin1 & 2 bisa diatasi dengan 4NT, tapi memang tidak gratis sih
dan belum built-in, musti kita procure terpisah.
Idem utk nomor 7, dan saya juga mengalaminya saat install firewall, lalu anti virus, lalu anti spyware, dst, dst... waduh, capek.
Idem utk nomor 7, dan saya juga mengalaminya saat install firewall, lalu anti virus, lalu anti spyware, dst, dst... waduh, capek.
Yang pasti hilang saat menggunakan windows adalah. Tidak ada LINUX :=))
salam
.
salam
.
belum lagi kalo terjadi "terinstall 2 antivirus di windows" dan windowsnya memanbg banyak virusnya, wah gawat, begitu AV1 mau hapus, ditahan ma AV2, huehuee lucu mouse ampe hampir gak bisa jalan. kalo di linux malah kayaknya sangat jarang ya yang ngaktipin antivirus otomatis atau atau autoscan di desktop. tapi kalo diserver bisa jadi lah.
Setelah di Linux, saya kehilangan :
1. CD-cd Aplikasi yang banyak
2. CD-cd Driver yang banyak
3. Antivirus kesayangan termasuk virusnya
4. kalau di windows saya bangga dengan Portable Apps, (di linux saya bangga dengan Portable OS).
5. Perasaan Was-was kena spyware yang makin pintar, kalo lagi perlu nyari software yang aneh2 buat windows.
6. Perasaan was-was dari kehalalannya. (soalnya beli windows pun tetap ndak boleh buat komersil)
7. yang ketujuh ini, sedih juga sih, tapi gpp deh, yaitu software yang cuma bisa jalan di windows, nggak jalan pake wine.
Setelah di Linux, saya kehilangan :
1. CD-cd Aplikasi yang banyak
2. CD-cd Driver yang banyak
3. Antivirus kesayangan termasuk virusnya
4. kalau di windows saya bangga dengan Portable Apps, (di linux saya bangga dengan Portable OS).
5. Perasaan Was-was kena spyware yang makin pintar, kalo lagi perlu nyari software yang aneh2 buat windows.
6. Perasaan was-was dari kehalalannya. (soalnya beli windows pun tetap ndak boleh buat komersil)
7. yang ketujuh ini, sedih juga sih, tapi gpp deh, yaitu software yang cuma bisa jalan di windows, nggak jalan pake wine.
tapi apa yang kira2x bakal terjadi kalo pengguna linux desktop sudah mencapai titik kritis (katakanlah 50%) ya? jangan2x bermunculan deh berbagai virus dan trojan khusus untuk linux. lenyaplah "kenyamanan" yg saya nikmati saat ini karena menggunakan OS "non-mainstream"
Barusan meeting dengan pak Rusmanto, beliau sharing cerita dengan audiens. Salah satunya adalah tentang konsultasi beliau dengan salah satu pembuat virus Indonesia.
.
Pak Rus bertanya, bisa bikin virus untuk Linux gak?
Jawabannya, bisa, tapi sulit. DAN, virus tersebut akan sulit untuk menyebar dan eksis sampai ke level EPIDEMI.
.
Sekedar eksis, masih bisa. Tapi untuk sampai ke level epidemi, seperti berbagai virus Windows, itu akan amat sulit. Karena pondasi dasar security Linux / Unix itu sangat solid.
.
Ditambah lagi dengan security awareness dari pada vendor distro Linux yang sudah semakin bagus.
.
Yah, kita lihat saja
.
Pak Rus bertanya, bisa bikin virus untuk Linux gak?
Jawabannya, bisa, tapi sulit. DAN, virus tersebut akan sulit untuk menyebar dan eksis sampai ke level EPIDEMI.
.
Sekedar eksis, masih bisa. Tapi untuk sampai ke level epidemi, seperti berbagai virus Windows, itu akan amat sulit. Karena pondasi dasar security Linux / Unix itu sangat solid.
.
Ditambah lagi dengan security awareness dari pada vendor distro Linux yang sudah semakin bagus.
.
Yah, kita lihat saja
Ikutan ya mas Vavai..
1. Aku kehilangan kesibukan.
Waktu dulu masih pake Windows, kalo pas kena blue screen. Langsung panik. Nyiapin installer OS, nyiapin segepok CD mulai dari driver motherboard, soundcard, vga etc.. sampai aplikasi office 1 CD, Photoshop 1 CD, Aplikasi burning 1 CD, Winamp, PDF Reader wis buanyak lah.. Jadi sibuk buanget... Kalo ada 1 CD yang lg dipinjam temen... Huaaaa... harus nagih dulu.. Skarang dengan Mandriva 2009 Free Edition jadi nyantai...
1. Aku kehilangan kesibukan.
Waktu dulu masih pake Windows, kalo pas kena blue screen. Langsung panik. Nyiapin installer OS, nyiapin segepok CD mulai dari driver motherboard, soundcard, vga etc.. sampai aplikasi office 1 CD, Photoshop 1 CD, Aplikasi burning 1 CD, Winamp, PDF Reader wis buanyak lah.. Jadi sibuk buanget... Kalo ada 1 CD yang lg dipinjam temen... Huaaaa... harus nagih dulu.. Skarang dengan Mandriva 2009 Free Edition jadi nyantai...
Tambahan mas vavai,
1. Kalo di linux saya pasti nggak ditanyain masalah virus, malah saya memvirusi orang-orang buat pake linux
2. Pake Linux saya malah dapet kerjaan baru, pake windows itu mah udah biasa
3. Yang jelas sekarang saya pake slax, karena ringan buanget (bukan niat untuk perang distro lho mas)
thank u
1. Kalo di linux saya pasti nggak ditanyain masalah virus, malah saya memvirusi orang-orang buat pake linux
2. Pake Linux saya malah dapet kerjaan baru, pake windows itu mah udah biasa
3. Yang jelas sekarang saya pake slax, karena ringan buanget (bukan niat untuk perang distro lho mas)
thank u
sampe saat ini saya belum menggunakan Linux. Katro, ya? Jadi ya saya tidak kehilangan apa-apa. Cuma ketinggalan kereta saja. Hehehehe....
Banyak orang bilang bahwa setelah melakukan migrasi sistem dari Windows ke Linux atau setelah mencoba Linux, mereka bilang bahwa mereka harus beradaptasi pada banyak hal. Sesuatu yang wajar tentu saja, karena jangankan pindah dari Windows ke Linux, pindah dari Windows XP ke Windows Vista-pun masih perlu banyak belajar 
. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak
. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.