Pemeriksaan Software di Bandara, Hoax atau Beneran ? • Wednesday, June 4. 2008
Trackbacks
Trackback specific URI for this entry
No Trackbacks
Comments
Display comments as
(Linear | Threaded)
CMIIW orang indo yang tertangkap di melbourne itu membawa konten porno yang melibatkan anak kecil karena umumnya di negara barat pornografi yang melibatkan anak anak di bawah umur itu pelanggaran berat dan seharusnya itu bukan bahan tertawaan
Intinya: bagaimana cara mengecek software tersebut legal atau tidak? Kebanyakan software dapat dibuktikan legalitasnya dengan box pembelian/struk pembelian/bukti pembelian yg biasanya tersimpan dalam bentuk email. Asal jangan bawa instalasi bajakannya saja, legalitas software yang sudah terinstall akan sangat sulit untuk dibuktikan keasliannya.
Cara lain paling mengecek apakah unlock code/ kode validasi memang benar sesuai dengan nama yang bersangkutan. Tapi tentunya itu akan memakan waktu. Saya saja dulu mau install ulang Vista ke komputer lain dan butuh re-validasi, harus nelepon setengah jam... ke Singapore pula...). Dan jangan2 program seperti ini juga bisa disalahgunakan... pernah dulu ada kasus tuh (silahkan cek milis Awari) komputer yg sudah diinstall Linux (dulu kasusnya Redhat), tapi masih dianggap program bajakan... cape deee
Seriously, kok akhir2 ini jadi banyak program cari muka ya? Apa gara2 pemilu sudah dekat dan butuh dana kampanye?
Cara lain paling mengecek apakah unlock code/ kode validasi memang benar sesuai dengan nama yang bersangkutan. Tapi tentunya itu akan memakan waktu. Saya saja dulu mau install ulang Vista ke komputer lain dan butuh re-validasi, harus nelepon setengah jam... ke Singapore pula...). Dan jangan2 program seperti ini juga bisa disalahgunakan... pernah dulu ada kasus tuh (silahkan cek milis Awari) komputer yg sudah diinstall Linux (dulu kasusnya Redhat), tapi masih dianggap program bajakan... cape deee
Seriously, kok akhir2 ini jadi banyak program cari muka ya? Apa gara2 pemilu sudah dekat dan butuh dana kampanye?
wow...akhirnya dibahas juga....
9.5 juta itu angka darimana ya? UU kah? ato minta disogok segitu?
9.5 juta itu angka darimana ya? UU kah? ato minta disogok segitu?
wah gawat jg. gimana kl tiba2 saya pengen bawa PC saya ke bandara??
garing
garing
Lucu ya, kok kepala divisi IT yang ngomong... bukannya mesti kepala Security atau Kapolres setempat?
Kepala divisi IT Bandara dalam logika gw kan mestinya ngurusin komputer-komputer dan IT-stuff yang DIPAKAI OLEH pengelola dan penghuni Bandara, bukan komputer yang hanya LEWAT di Bandara dan bahkan jadi TAMU di Bandara... ada urusan apa si kepala IT? Kalo gitu, pas komputer gw rusak di bandara, boleh dong minta tolong servis gratis ama kepala IT
Kompasnya kali yang asal nanya
Kepala divisi IT Bandara dalam logika gw kan mestinya ngurusin komputer-komputer dan IT-stuff yang DIPAKAI OLEH pengelola dan penghuni Bandara, bukan komputer yang hanya LEWAT di Bandara dan bahkan jadi TAMU di Bandara... ada urusan apa si kepala IT? Kalo gitu, pas komputer gw rusak di bandara, boleh dong minta tolong servis gratis ama kepala IT
Kompasnya kali yang asal nanya
Kalo saya denger pertama kali di radio malahan. Memang ini sudah mulai diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta bulan Juni ini. Yang saya denger katanya bertujuan untuk menyita data-data yg seharusnya tidak dimiliki oleh pemilik laptop. Waduh itu jelas bener2 gak jelas, apa yg dimaksud? emang aneh dan tentunya melanggar privasi orang. Kemungkinan juga karena tidak ingin lolosnya data2 penting negara keluar negeri, wah apalagi nih...goblok bener apa gak tau internet kali ya...:p
Ya.. ya.. ya
. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak
. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.