
Saat mula pertama membuat blog, mungkin komentar adalah sesuatu yang dinanti ibarat air hujan dimusim kemarau yang gersang. Untuk memancing komentar, segala daya diupayakan, bahkan mungkin ada yang perlu menyamar atau membayar orang lain untuk berkomentar di blog sendiri

.
Eits, jangan tertawa dulu. Tips tersebut diutarakan dalam salah satu tips di blog
Make Money Online 
Waktu berlalu dan para pengunjung mulai mau memberikan komentar. Komentar yang bisa menjaga ritme dan semangat menulis blog untuk tetap ada dan terjaga. Tapi ada problem lain. Tidak semua komentar isinya menyenangkan.
Jangankan posting blog yang bersifat opini memihak yang membuka peluang untuk dikritisi, posting yang biasa-biasa saja juga bisa kok menuai pro kontra yang membuat kita terheran-heran.
Komentar dari spammer tentu jelas-jelas menjengkelkan. Itu tak akan saya bahas. Yang saya bahas adalah komentar dari pengunjung yang isinya terasa kurang menyenangkan atau membuat kita harus memilih untuk bersikap atau ada juga komentar yang menuntut tanggung jawab kita sebagai pemilik blog atas komentar dari pengunjung lain.
Berikut adalah beberapa tips yang saya sarikan dari pengalaman saya pribadi :
- Tetap santai, smile dan keep it as simple as you can.
Jika ada komentar yang menyudutkan anda, lihatlah nama atau minimal alamat email dan alamat website. Jika tidak ada alamat yang ditinggalkan-meski itu palesu sekalipun-jangan habiskan waktu anda untuk melayaninya. Silakan layani jika mau tapi juga jangan ragu jika tidak mau menanggapinya.
Dalam beberapa kasus mungkin kita harus menghapus komentar yang tidak relevan atau si kometator tetap ngeyel tanpa juntrungan. Jangan merasa terbebani untuk harus selalu bersikap demokratis. Demokrasi itu bagus jika semua pihak yang terlibat memahami posisi dan materi yang didiskusikan. Jika tidak ada niat seperti itu, peluang kearah debat kusir akan sangat mudah terjadi. Jika dituduh anti demokrasi, otoriter, diktator or whatever you called us, silakan sahaja. Bagi para pengunjung, jika ingin menanggapi secara elegan atau takut komentar di modifikasi oleh pemilik blog, cara yang cukup baik adalah menanggapinya melalui blog pribadi - Moderasi dan hapus komentar bukan sesuatu yang tabu!
Jangan takut untuk melakukan moderasi komentar atau bahkan menghapus suatu komentar jika isinya anda rasa tidak layak untuk dimuat. Banyak orang yang salah kaprah dengan idiom demokrasi dengan menganggapnya sebagai suatu kebebasan tanpa batas dan tanpa etika. Tak usah takut dianggap tidak demokratis jika anda menghapus komentar cabul, menista orang lain, memfitnah tanpa bukti dan tanpa dasar serta menyerang orang lain secara tidak bermartabat.
Kita bisa saja berdebat sana sini mengenai batasan suatu komentar yang dianggap layak dan bermartabat. Tak usah menghabiskan waktu untuk hal seperti ini. Pakailah ukuran sendiri untuk menentukannya. Kita bisa belajar banyak dari pengalaman kita menyikapi suatu komentar. Kita bisa menilai sendiri apakah kita tepat menghapus suatu komentar ataukah kita terlalu emosional dalam menanggapi suatu komentar negatif. Berdamailah dengan diri sendiri dan jangan melakukan sesuatu hanya karena kita takut dianggap anti demokrasi, dianggap kuper, dianggap ndeso dll.
Hidup kita adalah milik kita. Susah senang kita juga yang menjalaninya. - Perhatikan IP Address, alamat email dan identifikasi pemberi komentar
Identifikasi ini tentu saja tidak dalam maksud mengumpulkan data-data intelijen tentang pengunjung blog
. Identifikasi ini kadang diperlukan untuk menyikapi isi suatu komentar. Thread komentar pada salah satu posting saya tentang Farhat Abbas misalnya, menunjukkan fakta yang cukup menggelikan dan saat saya jawab komentarnya, tidak ada lagi komentar susulan.
Identifikasi alamat dan identitas juga memberikan keterangan yang cukup menarik mengenai pola komentar pengunjung. Blog utama saya yang berbasis Serendipity misalnya, bisa memberikan informasi menarik mengenai nama, alamat IP, asal pengunjung (dari mana dia datang, apakah search engine, link blog lain atau langsung buka dari bookmark) dan kata kunci yang membawa dia datang ke blog. - Berikan respon yang memadai.
Hal yang satu ini terus terang belum dapat saya jalani dengan baik
. Jika ada hal tertentu yang butuh penjelasan atau jawaban, berikan konfirmasi dan jawaban. Adakalanya konfirmasi ini diperlukan untuk menjawab isu atau tuduhan yang sampai kepada kita. Jika tidak direspon dengan baik, khawatir jika isu itu dianggap sebagai sesuatu yang benar adanya. Saat ada komentar yang menyatakan bahwa salah satu posting saya tentang koki dan programmer dianggap mencontek isi blog orang lain misalnya, saya perlu memberikan klarifikasi karena hal ini terkait dengan integritas pribadi saya. - Sebagian tanggung jawab komentar pengunjung ada pada pemilik blog.
Sebagian pemilik blog mungkin tidak sependapat dengan point ini. Bagaimana jika kita memiliki blog dengan puluhan hingga ratusan komentar dan kita tidak mungkin mengecek satu persatu ? Mengapa kita harus bertanggung jawab pada isi komentar padahal komentar itu ditulis oleh pengunjung yang mungkin saja menggunakan data palsu ?
Disinilah letak pentingnya tanggung jawab pemilik blog. Jika kita tidak akan mungkin melakukan moderasi komentar satu persatu, sampaikan DISCLAIMER yang menyatakan bahwa isi komentar bukan tanggung jawab pemilik blog. Cantumkan juga pernyataan bahwa pengunjung tidak boleh menulis komentar yang begini, begitu dan begono
. Tambahkan pernyataan bahwa pemilik blog berhak melakukan moderasi dan penghapusan komentar jika tidak sesuai dengan kebijakan - Jangan memodifikasi komentar untuk kepentingan pribadi.
Meski saya menyetujui hak seorang pemilik blog untuk melakukan moderasi komentar, saya sangat tidak merekomendasikan tindakan seorang pemilik blog untuk memotong komentar disana-sini dan menambahinya dengan kata-kata atau format tertentu dengan maksud memberikan keuntungan politis dan psikologis bagi si pemilik blog. Secara etika, hal ini tidak patut dan bisa menimbulkan pertentangan dengan pengunjung blog.
Jauh lebih elegan jika kita memoderasi komentar hanya agar tidak ada hal-hal brutal yang lolos sebagai suatu komentar. Jika ada pendapat yang tidak sejalan atau malah bertentangan, tak usah khawatir. Serahkan pada orang lain untuk menilainya, bukan dengan cara memodifikasinya secara tidak patut. - Mengendapkan untuk sementara waktu
Adakalanya kita sangat emosional menulis suatu jawaban atau merespon suatu komentar. Jika kita khawatir pada kestabilan emosi kita yang akan berujung pada rusaknya citra dan martabat kita akibat respon yang kurang patut, luangkan waktu untuk mengendapkan komentar dalam moderasi satu atau 2 hari. Adakalanya mindset kita disatu waktu terlalu diliputi rasa jengkel sehingga kita terlalu emosional dalam menyikapi komentar. Pengendapan selama beberapa saat ini akan memberikan kesempatan bagi kita untuk mencoba memandang persoalan dari sudut lain. Tapi ingat, jangan endapkan terlalu lama 
Hal diatas adalah pengalaman pribadi saya. Bagaimana dengan anda, apakah anda yang pernah dituntut gara-gara isi komentar ditempat anda dianggap menipu atau isi dikomentar blog anda terlalu brutal