Programmer dan Koki : Antara Membuat Program dan Memasak :-)


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Programmer dan Koki : Antara Membuat Program dan Memasak :-)Thursday, May 8. 2008


Trackbacks

Menyikapi Komentar Pengunjung Blog
Saat mula pertama membuat blog, mungkin komentar adalah sesuatu yang dinanti ibarat air hujan dimusim kemarau yang gersang. Untuk memancing komentar, segala daya diupayakan. Mungkin ada yang menyamar menjadi orang lain untuk berkomentar di blog sendiri .
Weblog: Blog Vavai
Tracked: May 28, 21:29
Menyikapi Komentar Pengunjung Blog
Saat mula pertama membuat blog, mungkin komentar adalah sesuatu yang dinanti ibarat air hujan dimusim kemarau yang gersang. Untuk memancing komentar, segala daya diupayakan, bahkan mungkin ada yang perlu menyamar atau membayar orang lain untuk berkomentar
Weblog: Blog Vavai
Tracked: May 28, 21:39

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

wah gitu ya..

ternyata sampeyan suka kangkung juga toh.

salam kenal dari Batam.
#1 prast (Homepage) on 2008-05-08 21:56 (Reply)
wew,, numpang ngomen nie

ga cuma pemrogaman sih. aku baru2 ni juga belajar java (tapi karena bener2 ga da waktu, jadi belum expert2) sebenarnya yang penting ketika kita belajar twuh adalah dengan membiasakan. gak kaya memasak yang ketika kita salah, kita harus mengulang (bisa-bisa) dari awal dan (bisa-bisa) sama sekali tidak bisa menikmati hasilnya.. duh jadi laper.. menurutku lebih penting dibiasakan sih, dan harus terus mengembangkan kemampuan.. gitu.. alon-alon asal kelakon (walau lebih bagus lagi kalo bisa cepet dan bisa,hahahahaha).
#2 d_viest (Homepage) on 2008-05-09 00:45 (Reply)
masalah umum,
orang terlalu takut untuk mencoba dan berexperimen ! saya jg belajar C++ asal nekat saja dengan keyakinan lambat-laun pasti akan ngerti jg bbrp aspeknya . bisa!
#3 tukangMoto (Homepage) on 2008-05-09 01:22 (Reply)
Saya juga suka kangkung, apalagi jika batangnya gede-gede malah semakin nikmat :-D
#4 sandal (Homepage) on 2008-05-09 02:52 (Reply)
Saya juga kalo lagi iseng sering masak, ini udah 2 hari masak sate ayam, ayam panggang dsb :-) Maklum cuaca mendukung.

Kalau sup aja sih "kecil" :-), kadang bisa 4 jam di dapur.
#5 IMW (Homepage) on 2008-05-09 03:02 (Reply)
Kalau gitu pas nanti pulang ke Indo dan ada acara kopdar anak-anak OpenSUSE-ID Bli kebagian jadi tukang masak ya :-P

Buat Bli sup itu kecil tapi buat saya, itu lebih rumit dari setup LDAP Server :-D
#5.1 Vavai (Homepage) on 2008-05-09 03:08 (Reply)
He he he he bikin acara memasak bersama aja :-). Rekord saya memasak 5,5 jam di depan panggangan sate, soalnya harus masakin sate buat pesta. Abis itu udah males banget makan sate. Pernah juga sih nyiapin sate (dari ngelepas daging dari tulangnya, sampai nusuknya, buat pesta juga he he he he).

Jadi saya sih ndak mumet, dg Open Source ndak bisa hidup, paling jualan makanan aja he he he he. Masak harus berproprietary sih buat hidup aja.
#6 IMW (Homepage) on 2008-05-09 05:49 (Reply)
Setuju...
Proggramming itu ibarat mengolah adonan script menjadi program yang utuh...
Tugas programmer itu ibarat
Memotong-motong,
mencampur script,
menambah dan mengurangi tag,
mengaduk-aduk
dan menggoreng script
sehingga Gak sekedar berfungsi... tapi harus enak dilihat...
#7 ardee (Homepage) on 2008-05-09 06:24 (Reply)
sudut pandang memasak memasak itu tergantung latar belakang si koki...atau kegemaran si koki...
vavai menganalogikan dengan programming, karena vavai adalah programmer
saya menganalogikan memasak seperti reaksi kimia karena saya saya suka kimia dan biologi tapi kuliah di akuntansi dan bekerja di bank (lho?)
suami saya menganalogikan memasak seperti pekerjaan seorang insinyur karena dia dari tehnik dan semua bahan harus selalu dia ukur secara tepat, bahkan kami sampai punya timbangan digital untuk menimbang segala macam bumbu masak secara tepat, gelas ukur dan sendok ukur. mungkin karena dia terbiasa menghitung secara presisi. jadi, tak cukup menggunakan kata "garam dan gula secukupnya". jadi semua harus standar.
tapi karena kebiasaannya yang selalu ingin terukur, saya jadi ikut2an berubah, tak lagi cemplang cemplung asal enak. jadi terbiasa dicatat dan diukur. hehehe...
#8 resti (Homepage) on 2008-05-11 21:04 (Reply)
Kayaknya nih artikel pernah gw baca dimana gitu......
nyontek ya......??!!
#9 BBM on 2008-05-26 20:50 (Reply)
#BBM,

Saya nyontek artikel orang ???

Please dong ah lihat dan kenal saya dulu baru melontarkan tuduhan. Lihat dan baca baik-baik, dan jika perlu posting kesini artikel yang dibilang saya contek itu.
#9.1 Vavai (Homepage) on 2008-05-27 03:26 (Reply)
sory bukan nyontek...., maksudnya saya pernah baca yg topiknya sama, masalah programing dg masakan.....
kalo isinya sih emang beda....... bukan kangkung :p
artikelnya saya udah lupa dapet dari mana......

btw, ente banyak banget blog-nya, emang di kantor gak ada kerjaan apa....???
atau emang ini (geblog mulu) kerjaan ente...??? :-D
#10 BBM on 2008-05-28 03:12 (Reply)
Mudah-mudahan lain kali nggak melontarkan tuduhan yang kiranya bisa membuat pandangan negatif orang lain pada orang yang dituju ;-(

Soal blog saya yang banyak, sepanjang itu baik bagi orang lain, mengapa tidak ? Soal di kantor ada kerjaan atau tidak, boss saya nggak pernah complain. Toh saya juga memiliki etika dan pertimbangan selama ngeblog. Harap pertimbangkan situasi ditempat saya sebelum memvonis saya seperti orang kurang kerjaan ngeblog melulu :-)

Sebagian aktivitas ngeblog saya adalah bagian dari dokumentasi pekerjaan. Boss saya pembaca aggregasi blog saya dan dia tahu apa saja yang saya kerjakan. Tak usah khawatir saya kenapa-kenapa gara-gara kebanyakan ngeblog. Selama ini saya mendapat benefit dalam bentuk bertambahnya teman-teman yang bahkan saling menghargai dan baik dengan saya meski belum pernah bertemu muka.

Anyway, thanks buat responnya.
#10.1 Vavai (Homepage) on 2008-05-28 04:01 (Reply)
benar kata bapak, untuk belajar bahasa baru kita mesti beradaptasi terlebih dahulu selama 2 sampai 3 bulan.
akan tetapi kadang2 saya juga merasa belajar java terutama j2ee sangat susah, terutama yang berhubungan dengan management memory dan setting server.
#11 deepe (Homepage) on 2008-06-07 21:20 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.