Tumis Kangkung di Pagi Hari...


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Tumis Kangkung di Pagi Hari...Wednesday, May 7. 2008


Trackbacks

Programmer dan Koki : Antara Membuat Program dan Memasak :-)
Jika kemarin saya bicara soal Tumis Kangkung di pagi hari, hari ini saya akan bicara pengalaman saya memasak dihubungkan dengan pekerjaan saya sehari-hari.Semalam saya berniat meningkatkan sedikit kemampuan dengan membuat sup tetelan daging sapi + telur b
Weblog: Blog Vavai
Tracked: May 08, 20:27

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

hhmmm.. sama nih hobby-nya. aku juga suka masak di dapur. tumis kangkung juga salah satu favoritku. bedanya, aku nggak pake terasi. pakai saja tempe yang sudah agak kelamaan berjamur. ini bikin daun dan tangkai kangkung jadi lebih lemes. rasanya pun lebih uenak. bumbu yang lain sih sama saja.

di daerah saya ada juga orang yang memberi kecombrang pada tumis kangkung yang sudah selesai dimasak. saya tidak tahu apakah anda mengenal kecombrang atau tidak. tapi, rasanya jadi lebih enak kok. sayangnya saya jarang menemukan kecombrang di pasar tangerang. kalo nggak salah orang sunda pake juga kok untuk masak.

oh ya, bisa juga tumis kangkung diberi sedikit taucho. ini sih masalah selera saja. tapi rasanya jadi agak masam. pernah coba?
#1 Pujiono (Homepage) on 2008-05-07 23:18 (Reply)
Halo boss,

Kalau kecombrang aku belum tahu. taucho sih aku suka. Tempe yang sudah berjamur ? Takut ah, nanti enak nggak, keracunan iya :-D

Thanks buat sharingnya.
#1.1 Vavai (Homepage) on 2008-05-07 23:25 (Reply)
yg bener nih mas?...masak pelecing kangkung?
hahahah...makanan fav saya tuhhhh...emang pernah ke lombok ?
#2 okky on 2008-05-07 23:42 (Reply)
enaaakk .... jadi laper. :p
#3 fr3n on 2008-05-08 00:41 (Reply)
masak sendiri itu berkaitan dengan kepuasan pribadi....asyik banget deh
#4 Hedi (Homepage) on 2008-05-08 02:20 (Reply)
QUOTE:
Harga per ikat di swalayan Rp. 1.500,-


di sini €2.5 *mikir2 lagi..*
#5 iang (Homepage) on 2008-05-08 15:03 (Reply)
itu gambar moto sendiri ato nyari di tempat laen? kalo poto sendiri walaupun kangkung sepertinya lezat banget. jadi laper neh.
#6 raka (Homepage) on 2008-05-10 09:14 (Reply)
wah kayaknya tumis kangkungnya enak. jadi pengen mencoba untuk membuatnya.
padahal tadinya nyari2 blog tetang pemrograman java tapi kebetulan juga ada artikel masakan, jadi kapan2 saya coba dech. kalo sempet he he he karna sekarang masih kost...
#7 deepe (Homepage) on 2008-06-07 20:57 (Reply)
Ga punya kulkas? Bikin sendiri kulkas hemat energi sbb:

Buat Dari bambu sebuah kerangka balok dengan ukuran terserah, sebanyak makanan yang mau disimpan. Tutup keempat sisinya dengan kain blacu, kecuali bagian depan, tutup separuh bagian dengan blacu dan sebagian lagi separuh lebih kain blacu sehingga menangkup seperti gordiyn. Bagian depan ini berfungsi untuk pintu tempat memasukkan/mengeluarkan makanan.

Bagian bawahnya disusun ubin biru (tegel). Nah kulkas anda siap dimuati makanan. Semprotkan air bersih pada kain blacunya (menggunakan penyemprot tanaman yang terbuat dari plastik). Udara panas akan menguapkan basahan air diblacu tersebut, dan menarik kalor (panas) di dalam kulkas ajaib anda.
#8 rachmadi78 on 2008-12-27 00:22 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.