
Setelah selama hampir 3 tahun tinggal di PIM (Pondok Indah Mertua), awal Mei ini saya bertiga (saya, my beloved Dear Rey dan Zeze Vavai) pindah ke rumah yang dibangun dengan cucuran keringat dan air mata (hehehe...)
Sebenarnya saya sendiri sudah tidur dirumah ini sejak pertengahan April 2008 meski masih dalam perbaikan disana-sini. Kadang 2 hari sekali kalau Zeze Vavai dan mamanya minta saya tidur dirumah mertua.
Rumah ini awal April lalu sempat juga dipakai sebagai lokasi pertemuan kelima Komunitas OpenSUSE Indonesia, sekaligus sebagai acara syukuran untuk rekan-rekan. Sebenarnya pada saat yang bersamaan saya juga mengundang mas Harry Sufehmi namun beliau berhalangan. Rekan saya boss Mac
Adinoto dan boss Hosting
Rendy Maulana Akbar (teman saya boss semua, kecuali saya yang karyawan kecil-kecilan

) juga saya undang namun keduanya berhalangan hadir. Mungkin kali lain kalau sedang ke Jakarta bisa main ke Bekasi.
Untuk tetangga dekat rekan-rekan blogger Bekasi seperti om
Daus Tralala, bos
Batik Dhika dan rekan lain sesama
blogger Bekasi rencananya akan saya khususkan untuk acara kumpul-kumpulnya. Sebenarnya ada seorang rekan lain, Djoko Santoso, namun dia sepertinya dapat pekerjaan di Kalimantan sana jadi saya nggak bisa mengundangnya buat mencicipi sayur gabus pucung

Yang menyenangkan dari rumah ini adalah adanya akses internet unlimited dengan hotspot didalam rumah. Saya sengaja memasang hotspot agar bisa leluasa menggunakan internet secara bebas dari ruangan manapun (serasa ruangannya banyak aza

). Siapa tahu saya ingin main internet sambil cuci pakaian atau gosok baju

Oh ya, foto ilustrasi diatas memang barusan saya jepret setelah sore tadi mengangkut alat transportasinya Zeze Vavai. Sementara saya baru sanggup beli Jupiter MX setelah sekian tahun bekerja, Zeze Vavai sudah memiliki mobil dalam usianya yang baru 2 tahun. Ya, itu disamping adalah mobilnya Zeze Vavai yang dia sendiri masih takut buat pakai. Sengaja disiapkan siapa tahu mau antar ibunya beli sayur

Sengaja juga saya foto laptop dengan latar belakang taman sebagai upaya menarsiskan diri. Pinginnya supaya terlihat seperti geek meski mungkin malah kelihatan jadi belagu, hehehe... Maafkan saya kalau kesan itu yang timbul karena
saat mengetik artikel ini saya kepikiran waktu main ke Sumedang, dengan air bergemercik dikali kecil, sementara saya tidur-tiduran didangau ditepi sawah. Karena belum bisa main ke Sumedang lagi, pelampiasannya adalah bikin yang rada mirip di rumah

Mungkin ada rekan yang bertanya bagaimana rasanya 3 tahun tinggal di rumah mertua. Rasanya, ya gitu deh. Tergantung kita membawakan diri dan tergantung kita menikmatinya. Semua hal jika dijalani dengan hati yang senang insya Allah membawa hasil yang menyenangkan pula.
Ada satu yang kelupaan. Waktu kemarin mempersiapkan kamar, saya ingat dulu
Thomas,
Lala dan
Yanarief tidak bisa menginap karena saya sendiri menumpang dirumah mertua

. Sekarang sengaja saya siapkan 1 kamar khusus kalau kapan-kapan teman-teman baik saya ini main ke Bekasi

.
Saya juga berpikir, mungkin enak juga kalau kumpul dengan rekan-rekan sesama blogger seperti
Koen, boss
BP,
Ikhlasul Amal (kok dah lama nggak nulis boss ?), dan oh ya, siapa tahu
Boy juga mau main kesini

... Ada banyak rekan sesama blogger yang ingin saya temui. Yang lain ? Wah, masih banyak lagi secara (sorry
Ron, ini secara yang disengajakan, hehehe...) saya memiliki banyak nama blogger yang saya favoritkan. Mungkin anda salah satunya meski tidak saya tuliskan dalam posting ini.
Hidup terlalu indah untuk dibiarkan berlalu bagai angin, tanpa jejak-jejak pertemanan dan tanpa jejak-jejak yang ditinggalkan...