Pengamat Politik, Berhentilah Memvonis Masyarakat Jawa Barat


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Pengamat Politik, Berhentilah Memvonis Masyarakat Jawa BaratSunday, April 13. 2008


Trackbacks

No Trackbacks

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

Wawanianan ngahina urang Jawa Barat, geuleuh aing mah tah ka Indria Samego (bego), nyanyahoanan pisan, sok, Kang Vavai, biar nyaho tah para pengamat politik teh. Sigana mah ngiri sabab pilkada di Jawa Barat aman, adem ayem, sukses, pengamat politik teu kabagian jatah nyurucus ngomong ngomentaran hasil Pilkada. Geuleuh aing mah !
#1 Yoyo (Homepage) on 2008-04-14 00:09 (Reply)
Indria tos nyapelekeun sakumna urang Jawa Barat, kahade ah sing ingsap bilih samporet seepeun mangsa.
#2 Biho on 2008-04-14 00:30 (Reply)
ayo, disomasi aja. Kecuali mereka punya riset soal itu dan bisa mempertanggungjawabkan pernyataannya. Tapi generalisasinya memang keterlaluan.
#3 tsonjaya (Homepage) on 2008-04-14 00:49 (Reply)
well, kok ku setuju yah apa yang dibilang ama pengamat itu. (selain karena fenomena aa Gym)

pendapat pengamat itu bisa bener juga. dan pendapat mas vavai juga bisa benar. tapi karena kalian berdua mengklaim pendapat berbeda dengan fakta yang nihil. well, sama-sama rentan untuk dibilang pendapat yang salah :-)
#4 pribadi (Homepage) on 2008-04-14 01:00 (Reply)
Asal ngacapruk wae pangamat teh, bukan hanya Jawa Barat yang kayak gitu ? malah se Indonesia. Heh he he . punten yeuh kang. Dia bukan nya ngerendahin warga Jawa barat, Tapi emang kondisi masyarakat kita yang masih seperti itu. Saya pikir hampir merata di semua daerah, Seperti contoh pemilihan Presiden yang lalu, milih SBY karena ganteng ceu nah.
#5 Alif (Homepage) on 2008-04-14 03:04 (Reply)
loh.. emang ga salah kok dia ngomong gituh... wong di TPS saya ajah pada teriak.. ada yg mau ngasih duit Rp10rb ga.. biar saya coblos deh yg ngasih duitnya....

mengapa HADE bisa menang??? yaaa karena di Bekasi GOLKAR dan PDIP sudah habis-habisan di PILKADA BEKASI kemarin sehingga. menurut pa RW yg kemarin jadi tim sukses M2R... pilgub kali ini sama sekali ga ada kucuran duit buat ngiming-ngiming warganya.... .hasilnya .. yaaa HADE sukses menang dimana-mana... bahkan.. kalo dulu saksinya M2R itu pada rebutan buat jadi SAKSI.. kemarin mah.. cuma saksi HADE yg sorangan bae di tiap TPS.. ya itu tadi... pa RW ga punya amplop buat nawarin warganya buat pada jadi SAKSI PDIP..

ini bukan di pelosok bekasi lo pa.. tapi di pusat kecamatan pondok gede

tapi bagus juga ...sih. dengan GOLPUT dan POlitik Uang yang minim.. bearti PilGUb kemarin agak-agak fair .... betul-betul masyarakat sendiri yang nentuin mana yang mereka pilih....
#6 loe on 2008-04-14 04:19 (Reply)
@loe - gila, money politics nya parah banget ya.
.
Coba ada yang foto gitu dan publikasikan di internet.
.
Demokrasi model begini mah mending disebut democrazy saja.
#7 sufehmi (Homepage) on 2008-04-14 06:17 (Reply)
Hmm, saya punya ide. Bikin yuk situs yang isinya submisi dari orang2 yang bisa motret kejadian money politics, dirty politics dan politics2 lainnya. Mumpung menjelang Pemilu 2009 nih ;-). Paling nanti diban hahahaha.

Tapi jelas kan sumbangannya ke masyarakat.
#7.1 avianto (Homepage) on 2008-04-14 06:55 (Reply)
LSI nya yang "ini" ato yang "itu"? kan ada dua...
Satu yang cenderung lebih netral, satu lagi yang orang bayarannya incumbent biar kalo polling menang.
@ Loe: denger-denger di jakarta dulu "si kumis baplang" bukan cuma ngasih iming2 duit ke warga, ada ibu-ibu pengajian yang dibantuin kreditan mobil malah... biar memobilisasi pengajiannya milih si kumis... ckckck

eh... apa karena kumisnya si bapak incumbent kita sama tebelnya sama si kumis jakarta ya orang2 pada trauma?
#8 Ardee’est Thing in My Life (Homepage) on 2008-04-14 06:46 (Reply)
@loe:
Berapa persen sih yang nyoblos dengan iming2 duit dan yang nggak? perlu ada survey dulu sebelum menyatakan bahwa HADE menang karena GOLKAR dan PDI-P kehabisan duit ;-) Toh selama ini juga orang nyoblos rahasia, saya pernah juga menemukan kasus dia dapat duit tapi urusan nyoblos sih ya terserah dia aja ;-)) setidaknya itu salah satu cerita yang pernah saya dapat. Masyarakat memang butuh duit, tapi masih perlu dibuktikan juga apakah setelah dia dapat duit itu nyoblos yang ngasih duitnya ;-)
#9 Donny Reza (Homepage) on 2008-04-14 07:06 (Reply)
Saya sudah keliling dari Aceh hingga Papua, ternyata suku bangsa Sunda dianggap oleh suku bangsa lain sebagai suku bangsa yang ramah, beradab dan intelek! Dan ini adalah pendapat suku bangsa yang lain, jadi kalau ada yang bilang sebaliknya, tentulah dia orang yang iri dan picik, tidak bisa menerima fakta.
#10 Ludi on 2008-04-14 08:07 (Reply)
jgn marah2 dulu, bung.Emang pak ahmad heryawan pinter milih pasangan yg emang udah ngetop en punya nama.Jd mungkin nama dede yusuf lbh menarik dr pd nama2 calon lain yg tua & nggak ngganteng :-D
Tp emang kritikan pengamat kudu disikapi ati2, jgn cpt emosi yah :-)
#11 toim (Homepage) on 2008-04-14 20:55 (Reply)
meluruskan sedikit aja, DY itu bukan dari PKS, tapi dari PAN .. "jangan asal kutip!" :-))
#12 fp on 2008-04-14 21:53 (Reply)
Boss,

Nggak salah kutip kok. Kalimatnya kan begini : "Terlebih lagi pasangan (Dede Yusuf) dari calon PKS, lebih ganteng daripada lawan pasangan lainnya. Itu saya baca sebagai "Terlebih lagi pasangan dari calon PKS (yaitu Dede Yusuf) lebih ganteng daripada lawan pasangan lainnya."

Saya baca demikian karena nama Dede Yusuf itu merupakan hasil tambahan dari si Wartawan, bukan ucapan Indria Samego :-)
#12.1 Vavai (Homepage) on 2008-04-14 22:17 (Reply)
duh...ga enaknya jadi orang ganteng...selalu kalo dapet posisi dianggap karena tampangnya. padahal yang punya muka ga pernah bisa milih dia mau punya wajah sebagus apa, ya tho?

Orang2 yang tak tersentuh gempita kampanye, tak pernah tahu visi misi calon, cenderung akan memilih yang dia rasa "kenal". Nah, karena mereka lebih akrab dengan wajah DEDE JUSUF, ya dipilihlah dia...popularitas memang menguntungkan.... di koran gosip, headlinenya: DEDE JUSUF NO 1, bukannya ditulis HADE NO 1.

Siapa sih yang kenal DANI SETIAWAN? lah saya yang seumur2 tinggal dibandung, baru belakangan tinggal depok ndak tahu kalo dia Gubernur JABAR kalo bukan karena PILKADA depok bermasalah...hehehe....

Kalo AGum? hmmm.....ikutan jadi calon Wapres, ikutan balon gubernur DKI, sekarang ikutan Cal gub JABAR, ...rasanya aneh aja..kok karir politiknya kayak "asal".
#13 resti (Homepage) on 2008-04-15 00:49 (Reply)
wakakaka, kalo kesimpulannya begitu, bersyukurlah kemaren Kang Dede, karena gua ga ikutan Pilkadanya.. .soalnya kan gantengan gua :-P *ngacirrr
#14 Aa Nata (Homepage) on 2008-04-15 07:46 (Reply)
Kayaknya emang ngawur tuh pengamat. Kalau di liat dari dana kampanye HADE yg tipis, tapi tetep terpilih itu kan artinya penduduk Jabar melek nurani.

Cuma sayang, oknum beberapa kader partai yg kalah yg ngerusak baliho dan sebagainya tu salah alamat. Kalau mo protes seharusnya protes kader-kader dan partai sendiri yg gak pernah nepati janji2 semasa kampanye.
#15 amrinz (Homepage) on 2008-04-16 04:49 (Reply)
Emang gak dipungkiri sih, kepopuleran Dede Yusuf juga berperan besar. Tinggal tunggu aja kelanjutannya gimana, mudah2an mereka berdua bisa ngasi yang terbaik buat Jabar.
#16 utchanovsky (Homepage) on 2008-06-18 23:17 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.