Tips Membeli Rumah dengan Pembiayaan dari Bank - Bagian II


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Tips Membeli Rumah dengan Pembiayaan dari Bank - Bagian IISaturday, March 1. 2008


Trackbacks

Tips Membeli Rumah dengan Pembiayaan dari Bank - Bagian I
Ini hari Sabtu. Saya bingung juga mau posting soal apa karena sebentar lagi saya hendak meluncur ke Cikarang, ke acara Kopdar #4 Komunitas OpenSUSE Indonesia. Posting artikel kali ini mungkin bisa bermanfaat buat rekan-rekan yang ingin membeli rumah tapi
Weblog: Blog Vavai
Tracked: Mar 01, 06:04

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

"Bagaimana bisa nyaman jika 1 hari setelah terima gaji yang tersisa hanya slipnya saja"
buahahaha...memang kepala rumah tangga ya paling pusing urusan duit, pencarian nafkah & pencarian rumah idaman anak istri. saya doakan lancar-lancar aja, amin.
#1 iin (Homepage) on 2008-03-01 10:23 (Reply)
wah, kalo ndak ada slip gaji dari perusahaan gimana yak.
misalnya jadi freelance.
#2 didats (Homepage) on 2008-03-01 14:50 (Reply)
Kalu bisa ngbangun rumah tp di atas tanah warisan hukumnya apa mas ?... khususnya di mata pekerja profesional kaya situ , abis mo maksain kredit nggak nyaman juga, ditambah design yang ada gak sesuai apa yang kita mao....
#3 Ari on 2008-03-02 04:17 (Reply)
Kalau tanah warisan itu sifatnya legal dan sah tentu tak masalah, mas Ari. Sepanjang asset yang ada merupakan barang atau harta yang diperoleh dengan cara yang baik dan elegan tentu tak ada beban bagi kita sendiri. Lain halnya jika cara mendapatkannya tidak sah dan tidak elegan.

Saya pribadi percaya jika sesuatu dibangun dari sumber yang kurang baik, akan selalu ada resiko dalam perjalanannya. Saya pernah membuat sebuah ilustrasi soal ini :
http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/306-Berbuat-Curang-dan-Hidup-Serba-Kekurangan....html
#3.1 Vavai (Homepage) on 2008-03-03 05:55 (Reply)
halo om Vavai... lama nih ga muncul di dunia kron? kemana aja? maaf ni oot disini. just say hi doank... hehe....
#4 hielmy (Homepage) on 2008-03-02 06:48 (Reply)
Halo vavai, mungkin kita harus mengadakan / menciptakan sebuah ide :
bagaimana cara untuk membeli rumah seperti membeli kacang goreng?

karena siapa sich yang ga mau beli rumah?

ayo... keluarkan ide vavai yang cemerlang...

:-) :-) :-)
#5 eka riyadi (Homepage) on 2008-03-03 21:46 (Reply)
Karena harga rumah masih mahal, sulit mengeluarkan ide supaya rumah bisa laku keras seperti kacang goreng. Andai saja lembaga pembiayaan kredit / hipotek bisa lebih mudah pengurusannya, mungkin akan lebih banyak orang yang dipermudah dalam membeli rumah.

Yang juga jadi masalah, birokrasi dikita masih mahal dan berbelit yang berakibat pada tingginya harga rumah.

BTW< ini Eka Riyadi yang itu ya :-P
#5.1 Muhammad Rivai Andargini (Homepage) on 2008-03-04 01:12 (Reply)
Hmmm....

Waduh gaji kite mane nyampe 3 jute... gile kale... udah kuliah kali punya duit segitu...
Slowly but sure ajah... ada niat ada jalan... life goes on...

:p
#6 Itachi Uchiha on 2008-03-05 11:51 (Reply)
Vai, kelengkapannya tambahi NPWP...untuk kredit diatas 100 juta, BI mewajibkan nasabah sudah memiliki NPWP. ada juga bank umum yang menetapkan diatas 50 juta sudah harus punya NPWP.

saran aja sih...
kalau mau beli rumah di komplek, jika dana terbatas,beli rumah second bukan baru. kalau yang baru biasanya sudah lebih mahal, karena developer cenderung menaikan harga tiap tahun melebihi kenaikan harga tanah dan bangunan yang berlaku dipasar rumah second.

terus...kalo mau kredit, pastikan kita sudah tahu persis berapa bunga kreditnya. jangan terpikat sama bunga 1 digit, coba tanya, ini perhitungan bunganya flat atau efektif. untuk ilustrasi, 5,2% p.a flat sebanding dengan 10% eff. jika bank memberikan harga promo, harus jelas berlaku sampai kapan, setelah masa promo habis, jangan heran kalau tagihan membengkak, karena umumnya kredit perumahan memakai bunga mengambang bukan bunga tetap.

untuk amannya sih, kalau ingin pasti saya menyarankan KPR Syariah. sudah ada kok 15 tahun, cicilannya tetap, marginnya tetap, yg dibiayai 90 % dari harga developer.

pastikan juga surat2 rumah beres, jika girik pastikan tidak ada pihak lain yang mengaku2 memilikinya, jika masih status AJB, apalagi dari girik, minta si penjual merubahnya menjadi sertifikat dahulu. pastikan batas tanahnya, jangan sampai ada sengketa di kemudian hari. sedih lo...kalo rumah disengketakan.

eh maaf tambahannya banyak....btw, beli rumah itu prioritas saya setelah saya bekerja. alhamdulillah karena dapet bantuan dari kantor, sekarang udah ada tempat bernaung ...
#7 resti (Homepage) on 2008-03-13 06:48 (Reply)
Terima kasih atas masukan, saran dan informasi yang diberikan, Mbak Resti. Sangat membantu sekali.
#7.1 Vavai (Homepage) on 2008-03-13 07:55 (Reply)
Ass,.. Saya baru az ikt nimbrung ne..saya lagi nyusun skripsi tentanf kpr syariah,. so sy butuh bantuan bgt..sy mw tanya,Sejauh ini sengketa apa az yang pernah dialami oleh nasabah kpr syariah...terutama bank yang selalu mengaku memang benar-benar syariah
#8 susi on 2008-04-17 13:06 (Reply)
Ass....Om Vavai
saya sedang dalam proses pengajuan kpr...niy
ada beberapa hal yang ingin sy tanyakan??
1. apakah rumah second kena ppn 10% ?
2. apakah dikenakan jg BPHTB?
3. berapa lama ya pegurusan IMB untuk rumah yg telah direnov, kemana dan kira-kira brp lama??

trims...
#9 norman on 2008-07-15 05:08 (Reply)
kalau syarat slip gaji. and keterangan bekerja yang ada cuman di pihak istri gimana mas, coz suamiku kan wiraswasta kecil - kecilan tapi ya lumayanlah hasilnya kalau tiap bulan bisa sampai 2 kali gaji saya. trims
#10 ANDREANA on 2010-11-19 07:57 (Reply)
trus bagaimana buat saya yg baru lulus kuliah, blum bekerja jadi ga da slip gaji...tapi saya ingin membeli rumah kost yg mempunyai penghasilan perbulan dan saya itung2 penghasilan perbulan kost itu sudah bisa menutupi cicilan perbulan ke bank....apakah bank bisa mengucurkan pendanaan untuk membeli property tersebut...???? kl pun ga bisa bagaimana biar bank tetep mau membiayainya...karena menurut saya ini sangat menghasilkan dan bisa mendatangkan profit buat saya..di tunggu jawabannya..makasih
#11 dede on 2011-04-10 05:43 (Reply)
wah kayaknya mesti nikah dolo ne biar bisa join an.. mohon doa semuanya.. hehe
#12 nugroho (Homepage) on 2011-05-24 15:14 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.