Pemotong Rel KA, Hukum Mati Saja !


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Pemotong Rel KA, Hukum Mati Saja !Monday, August 13. 2007


Trackbacks

No Trackbacks

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

Strum aja di kursi listrik!
#1 Biho on 2007-08-13 21:11 (Reply)
Kalau dengar beritanya dan melihat korban-korban kecelakaan kereta akibat perbuatan orang seperti ini, hukuman mati jadi sesuatu yang masuk akal mas.
#1.1 Vavai (Homepage) on 2007-08-13 22:30 (Reply)
Saya setuju penggalakan hukuman mati di Indonesia. Paling tidak memudahkan penghapusan niat kriminal di Indonesia. Selain itu perlu diterapkan hukuman sita dan penjara keluarga kriminal kalo si terhukum melarikan diri.
#2 Dedhi on 2007-08-13 21:17 (Reply)
Usulan Dedhi ini menarik :-). Saya jadi ingat soal Petrus yang melanggar HAM ditahun 80-an tapi sekarang kok pelaku lebih kejam daripada petrusnya...
#2.1 Vavai (Homepage) on 2007-08-13 22:38 (Reply)
.....kehabisan kata-kata.....
jangan lupakan permasalahan struktural yang melatarbelakanginya,, perlu dicari solusi sampai ke akar-akarnya..
#3 Jukri (Homepage) on 2007-08-13 22:09 (Reply)
Ya, itu yang penting mas. Kebiasaan selama ini adalah baru sadar saat sudah terjadi kecelakaan atau masalah...
#3.1 Vavai (Homepage) on 2007-08-14 02:59 (Reply)
gila ya mas,
semua cara dilakukan dan sudah ngga ada lagi rasa kemanusiaan lagi. sudah ndak peduli lagi tentang nyawa orang. yang penting dia dapet duit.

serem!
#4 didats (Homepage) on 2007-08-13 22:10 (Reply)
Makanya mas Didats di Kuwait yang enak kerjanya. Di Indonesia sini kalau sudah kepepet orang jadi menghalalkan segala cara.
#4.1 Vavai (Homepage) on 2007-08-15 20:41 (Reply)
Bener gila pelakunya, gak ada takut lagi sama dunia dan akhirat.
#5 maseko (Homepage) on 2007-08-13 23:35 (Reply)
oh jadi itu motivasinya? sumpah jahat banget!!
kalo potong rel buat dicuri masih mending walaupun sama2 jahat nggak ada niat nyelakaain orang, niat awalnya hanya mencuri rel, ini mah dari awal niatnya udah mau ngebunuh orang, kalo orangnya ketemu BAKARRRRRRR!!!!
sumpah nih jadi emosi.....
#6 hielmy (Homepage) on 2007-08-14 00:34 (Reply)
SETUJU!!!!!! ....
#6.1 sandynata (Homepage) on 2007-08-20 00:20 (Reply)
Hukuman yang paling pantas, diiket direl kereta lalu ditabrak dengan kereta, yang Argo kalo bisa biar Ma'Jrott hehehe... :-D
#7 Aristianto (Homepage) on 2007-08-14 00:50 (Reply)
Koq saya kurang setuju yah sama hukuman mati.
#8 sahat (Homepage) on 2007-08-14 01:18 (Reply)
Wah... jadi inget bokap yg udah pensiun dari KA...
#9 rd Limosin (Homepage) on 2007-08-14 02:35 (Reply)
potong aja kemaluannya... hahahahaha
#10 Anang (Homepage) on 2007-08-14 13:40 (Reply)
hukum mati, ngurangin orang jahat, (penjara udah penuh bung)
koruptor juga sekalian lah.
#11 armadda (Homepage) on 2007-08-15 03:22 (Reply)
Meski secara emosional, dirasa pantas kalau "capital punishment" diberlakukan, namun demikian coba deh disalurkan kedalam jalur juridiksi yang sesuai dan semuanya bisa dilembagakan - maksudnya hukuman setimpal macam apa yang pantas..

Kalau ngandelin emosi-mah sudah jelas: gantung! atau tembak mati.. dllsb..

Ayo kepala dingin dalam meresponse 'eventualities' seperti ini.
#12 Domba Garut! (Homepage) on 2007-08-15 08:48 (Reply)
setuju sekali kalo maling rel ini bahaya sekali dampaknya. Tapi petugas kereta api yang tidak didukung dengan sarana pengecekan yang memadai juga harus diperhatikan. Telnologi Indonesia mungkin belum sampai disana, tapi pengecekan manual bisa dimaksimalkan toh.

Soal dihukum mati saya ga tau juga yah, rasanya terlalu berlebihan. Tapi memang ga bisa dibenarkan perbuatan para maling rel ini.
#13 gerry (Homepage) on 2007-08-21 04:48 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.