Kebiasaan Buruk Pengendara Motor dan Tingkat Kwalitas Kedisiplinan Kita


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Kebiasaan Buruk Pengendara Motor dan Tingkat Kwalitas Kedisiplinan KitaFriday, May 4. 2007


Trackbacks

No Trackbacks

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

saya juga biker bekasi-jakarta via kalimalang atau kasablangka *ejaan yg bener piye tho?, miriplah dengan cerita sampeyan :-)
pertanyaannya, kira2 kenapa orang2 ini bisa berbuat demikian? padahal menurut saya sebagian (besar?) pengendara motor adalah orang kantoran yang notabene (sangat) berpendidikan dan tahu etika, cuma kenapa kalau pas di jalan jadi kayak monster yang ndak punya urat sabar semuanya?

*tetap berusaha sabar dan mengendalikan diri
#1 Dhika (Homepage) on 2007-05-04 19:28 (Reply)
Ini yang disebut jaman Edan mas. Yang nggak edan 'ra keduman (nggak kebagian).

Entah karena bumi makin panas entah karena kehidupan semakin sulit...
#1.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-05-04 19:47 (Reply)
Mungkin seperti yang dikatakan Mas Riky di nomor #2. Semuanya menjadi monster tak beretika karena keadaan memaksa begitu. Apa daya seekor semut melawan arus sungai besar? Yang ada tentu ikutan arus. Lihat saja sang penulis ini (halo mas vavai ;-) ), ketika terganggu sedikit saja oleh pengendara lain (kelilipan abu rokok), ia tersinggung dan menyalip dengan "ngepot". Bukankah itu juga sama juga dengan monster tak beretika? Orang yang merokok itu akan berpikir, "Naik motor kok zig-zag, membahayakan sekali, ugal-ugalan tak punya etika!". Nah looo.... Hehehe... :-)
#1.2 galih (Homepage) on 2007-05-04 21:31 (Reply)
Hahaha, salah nih Galih. Saya selalu pakai Helm tertutup, jadi nggak akan kelilipan, cuma memang sebel sama yang membuang abu rokok itu.

QUOTE:
Makanya saya suka pengen salip dan diliukan sedikit (kepot) didepan dia supaya jadi berpikir


Jadi, ini masih "kepingin", belum dilaksanakan. Malu dong kalau saya yang complain tapi saya yang ugal-ugalan, hehehe...
#1.2.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-05-04 22:27 (Reply)
wah???gw juga ga ngerti kenapa dengan orang Indonesia ini (kususnya pengenadara motor), ko makin ga jelas. emang da ga ada takutnya ma kematian???tapi giliran sama air aja????nyingkir terus taro motor sembarangan makan setengah jalan...weh...weh..weh.... mau dibawa kemana akhlaknya???
#1.3 ubrey (Homepage) on 2009-04-16 11:21 (Reply)
Ga motor, ga antrian...sama aja.

Kadang kita mau tertib tp karna yg lain ga tertib, jadinya ikut2an ga tertib juga. Soalnya klo kita tertib sendiri bakalan dilindas sama yang ga tertib tadi, yang notabene malah lebih banyak...

Di perjalanan selama Jakarta harus banyak bersabar dan mengelus dada...
#2 Riky Kurniawan (Homepage) on 2007-05-04 19:59 (Reply)
Ya ini yang disebut jaman edan mas. Yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar. Coba saja pas di lampu merah, kita yang benar karena berhenti waktu lampu merah malahan diklakson-klakson supaya jalan. Memang benar mesti banyak sabar. Yang waras ngalah :-)...
#2.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-05-04 20:06 (Reply)
hehehe..jadi motorist juga akhirnya mas ;-). saya juga lebih seneng ke kantor naik motor karisma daripada mobil ;-)

untuk sekarang, meski dengan kondisi di atas, motor tetap pilihan yang menarik mas. irit dan cepat !
#3 cahyo (Homepage) on 2007-05-04 21:15 (Reply)
Ya, tapi mesti tetap hati-hati karena kalau nggak, bisa urusan :-)
#3.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-05-04 21:21 (Reply)
wah klo tiap hari macetnya kayak gitu, mending saya jalan kaki deh...

yg paling sebel klo liat orang naik motor sambil sms..
#4 wargimin on 2007-05-04 21:29 (Reply)
Hahaha, super nyebelin mas. Gimana dia bisa kirim sms dengan simbol macem-macem ya ? Apa dia cuma sms "ok" yang diambil dari template ya.

Gag kebayang kan, orang Indonesia bisa sms sambil membawa sepeda motor dengan kecepatan sedang :-P
#4.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-05-04 22:39 (Reply)
justru.. dengan mengendarai motor , seorang bisa diketahui tabiat aslinya . di kantor mgkn brilian..tapi di jalanlah akan diketahui sifat aslinya hehehe .
#5 tukangkoding (Homepage) on 2007-05-04 21:39 (Reply)
Bener boss, itulah cerminan kedewasaan kita. Itu juga cermin kenapa Indonesia nggak maju-maju. Ya karena apa yang tampil diluar berbeda dengan nilai didalamnya.

BTW, di kantor sombong dan sok berani tapi giliran bawa motor maks 30 km/jam mungkin bisa jadi cerminan ya boss :-).
#5.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-05-04 22:57 (Reply)
Lalu gimana caranya supaya kondisi ini bisa lebih baik? Bingung..
Tapi saya akan tetep berusaha pake motor yang baik. Pake sen kalo belok atau ngambil jalur, ngak ngebut.
Mulai dari diri sendiri...
#6 Eka on 2007-05-04 21:55 (Reply)
hwakakakakakakka, saya sudah capek pak protes2 begini. Gak ada hasilnya.
Akhirnya ya saya saja yang mengalah. Jalan pelan2 saja 40-50KM/jam sepertinya sudah cukup. Soal HP, barusan ditelpon pas ditengah jalan. Udah dipegang sih HP-nya, tapi inget pernah protes juga soal ini. akhirnya dimasukkan lagi, biarlah yang nelpon mengalah. saya hubungi lagi kalau sudah parkir :-D.
#7 silent (Homepage) on 2007-05-04 22:49 (Reply)
Setuju, pengendara motor memang tidak ada disiplinnya.
#8 ak (Homepage) on 2007-05-05 09:48 (Reply)
Motor, Mobil Pejalan kaki di tempat kita ikut sumbang saran mas, hehehe...
#8.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-05-05 14:50 (Reply)
Ini mungkin akibat banyaknya pengguna kenderaan pribadi yang SIMnya nembak termasuk diri saya, jadi dari dulu kita tidak pernah mengetahui berlalu lintas yang baik itu seperti apa?

Kedua, kualitas sistem dan sumber daya penegak hukum yang masih lemah.
Di negara maju kalo mau bayar denda bisa bayar di bank.Kalo disini masa harus ikut sidang segala....akhirnya bayar ditempat deh
#9 Dimas (Homepage) on 2007-05-05 12:38 (Reply)
Persis seperti yang dikatakan mas. Memang demikian adanya sekarang ini. Saya setuju pada komentar sebelumnya, kita bisa mulai dari diri kita sendiri.
#9.1 Muhammad Rivai Andargini (Homepage) on 2007-05-05 14:57 (Reply)
Kalo mau ga kena macet, kalo brangkat kerja, jalannya lebih pagi, saya pernah ko lewat jalur bekasi-pulo gadung.. lancar-lancar saja, (Kalo Masih pagi ya)...kalo udah siang, Cape dehhhhh.... Gile bener... Motor udah kayak semut kalo di jalan, Perbandingannya 100:1 sama mobil( bener ga..??) hehehehe:-)
kalo saya juga benci tuh sama orang yg naik motor sambil ngerokok... kadang suka kelilipan kalo abunya main buang sembarangan
#10 Andry on 2007-05-05 21:06 (Reply)
Andry, saya kalau bawa mobil berangkat jam 5 pagi dari rumah, hahaha...

Sampai di kantor jam 6 pagi, masyuk kerja jam 8 :-P
#10.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-05-06 23:41 (Reply)
kenapa ya kl hal ini dibahas langsung ke pengendara motor mereka sering kali tidak terima? :-(
atau mengakui soal itu, tp bilang itu orang lain, dia sendiri sih ga, masa sih?
ujung2nya dibalikin ke sikap pengendara mobil yang juga tidak tertib

lha, wong saya pejalan kaki dan penumpang kendaraan umum kok :p
#11 ananta (Homepage) on 2007-05-05 23:59 (Reply)
...om "vavai" bisa tolong nasehatin temen saya nga ..klu saya naik motor ma die...saya selalu "senam jantung"..biasa...klu ditegor ktnya "mo jadi pembalap"...;-)
#12 Lnd3 (Homepage) on 2007-05-11 01:28 (Reply)
haree genee masih smsan sambil naek motor... nenek gw bs chating sambil naek motor... hehehe...
#13 ucup on 2007-08-14 08:22 (Reply)
pengendara motor sekarang ini tidak mengindahkan pengamanan berkendara seperti helm catok,pake sandal...mungkin sy sembari buka lapak juga bagi yg membutuhkan sepatu safety untuk berkendara silakan mengunjngi toko sy di sini http://zamiel.tokobagus.com/shop/

ada berbagai macam sepatu harga dibawah banderol toko dengan kondisi ori,baru n bersegel ! dijamin
#14 zamiel (Homepage) on 2010-12-20 07:15 (Reply)
alah bilang aj lo lo pada kaga brani ngebut ....haha
#15 bara on 2011-08-07 23:18 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.