Kontes SEO, Suspended Blog dan Efek Susulannya


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Kontes SEO, Suspended Blog dan Efek SusulannyaMonday, April 23. 2007


Trackbacks

No Trackbacks

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

Dari tulisan di atas sepertinya aku termasuk sbg panitia kontes / penggagas kontes. Sebagai klarifikasi, aku BUKAN termasuk panitia dan juga BUKAN penggagas (bisa dirunut dari thread yg ada di forum adsense-id). Soal ini sudah bbrp kali aku klarifikasi di berbagai blog, tp sepertinya masih kurang ampuh, hehehe.

*ngomong2 form komentar ini gede amat sih ukuran font-nya...
#1 cosa (Homepage) on 2007-04-23 20:43 (Reply)
Terima kasih atas respon dan klarifikasinya, boss. Dengan demikian klarifikasi sudah dibuat, :-).

BTW, form ini pakai huruf gede karena 2 hal :

1. Saya salah setting style.css
2. Karena mata saya sudah minus

Hihihi... Saya akan coba rapikan...
#1.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-23 21:26 (Reply)
yang sudah terjadi biarlah berlalu..
manusia tidak ada yg sempurna, semua pasti pernah melakukan kesalahan.. anggap ini suatu pelajaran, semoga bisa diambil hikmahnya..

buat blogger indonesia jangan terpecah belah, saya sangat sedih dan menyayangkan sampai terjadi perpecahan..

ingat!! kita semua saudara, sebangsa, setanah air..
lupakan ya telah lalu.. mari bersatu untuk kemajuan Indonesia..

maju terus blogger Indonesia!!! :-D

capekkkk
#2 wargimin (Homepage) on 2007-04-23 21:00 (Reply)
Wah, mas Wargimin ini bisa menjadi orang tua yang bijak :-).
#2.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-23 23:47 (Reply)
Kadang kasus seperti ini menunjukkan perilaku dasar manusia Indonesia.

Ketika ada yang berbuat benar dalam kerangka sistem; dikritik secara emosional agar sebaiknya tenggang rasa, kekeluargaan, bla bla bla yang intinya "kamu jangan merasa benar, sebab kami sedang kecewa karena kamu berbuat benar"

Menghakimi Nenda rame-rame yang awalnya hanya berniat melaporkan merupakan salah satu bentuk feodalisme preman-preman.
#3 Jay (Homepage) on 2007-04-23 21:23 (Reply)
Jika efek negatifnya, mungkin ya mas Jay. Saya sependapat. Sejak membaca posting mas Jay beberapa waktu yang lalu saya sudah sempat membatin (gayanya kayak nulis cerpen aza :-D), maksud dan arah tulisannya kemana ya...

BTW, analogi "kamu jangan merasa benar, sebab kami sedang kecewa karena kamu berbuat benar" tidak sepenuhnya tepat karena ada juga yang kecewa pada Nenda bukan pada konteks benar salahnya melainkan lebih kepada "Kenapa nggak gini dulu...". Mungkin bukan kecewa malah, tapi menyayangkan.

BTW, saya sependapat dengan komentar Kunderemp pada bagian bawah.

QUOTE:
"Kita gak bisa mengharapkan seseorang memberitahu kita setiap kita akan melanggar sesuatu."


Daleeem :-)
#3.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-23 23:57 (Reply)
mungkin Nenda menganggap bahwa semua peserta kontes sudah tau tentang TOS itu. Bukankah TOS itu seharusnya dibaca sewaktu membuat blog di wordpress.com?

Anyway, ini cuma opini aja, saya juga ngga tau gimana yang sebenarnya terjadi :-D
#4 aldi (Homepage) on 2007-04-23 21:38 (Reply)
QUOTE:
Anyway, ini cuma opini aja, saya juga ngga tau gimana yang sebenarnya terjadi


Hehehe, ngakunya gak tahu tapi ikutan komentar, nanti salah sasaran lho, Aldi :-D
#4.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-24 02:14 (Reply)
hihihihi, soalnya saya cuma mengeluarkan pendapat tentang kemungkinan yang ada :-D
#4.1.1 aldi (Homepage) on 2007-04-24 02:59 (Reply)
Kebiasaan rata2 orang Indonesia memang tidak membaca TOS dulu.
#4.2 Yuda (Homepage) on 2007-04-24 06:22 (Reply)
ngomong2, kok gambar ilustrasinya nya kupu2 mas vai?

hihihi...

gak fokus
#5 cahyo (Homepage) on 2007-04-23 21:48 (Reply)
Siapa bilang nggak fokus. Lha itu kasih gambar kupu-kupu sengaja kok, sebagai bentuk 'keseimbangan dalam berkomentar' hehehehe...
#5.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-23 22:02 (Reply)
Saya sepakat dengan komentar Aldi di sini dan komentar Mas Priyadi di blog-nya Jay.

Kontrak sudah dibuat antara wordpress dengan pengguna. Dengan setuju maka tidak ada alasan 'tidak mengerti kontrak'.

Sikap seperti itu yang sebenarnya harus kita hindari. Kita gak bisa mengharapkan seseorang memberitahu kita setiap kita akan melanggar sesuatu.
#6 kunderemp (Homepage) on 2007-04-23 22:37 (Reply)
Semoga polemik ini cepat selesai dengan saling memaafkan dan belajar dari pengalaman yg ada.
Kalo maunya mencari kesalahan orang lain padti tidak akan pernah ada habisnya..
#7 Ray (Homepage) on 2007-04-24 00:21 (Reply)
Perang di manapun g ada yang menang secara mutlak. Makanya, ADR *halah*.

Saya sendiri pas itu g tahu cara buat menghubungi panitia. Satu2nya jalur yang saya tahu saat itu adalah spam report di wordpress.com.

Btw, panitianya sudah baca TOS dan review2 dari kejadian suspension di wordpress sebelumnya belum? Soalnya tidak tahu hukum itu bukan alasan untuk bebas dari hukuman *halah*.
#8 calupict (Homepage) on 2007-04-24 00:56 (Reply)
kita harus bersikap lebih dewasa.. masa cuma hal sepele saja kita saling bunuh antar saudara..

PEACE LAH!!
#9 wargimin (Homepage) on 2007-04-24 01:11 (Reply)
Halo Nenda,

Makasih buat responnya. Iya, aku juga dah baca penjelasan kamu bahwa kamu gak tahu cara menghubungi panitia.

Tetap semangat ya, hayo ! halah, tambah kachow :-D
#10 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-24 01:13 (Reply)
nenda 99% gak salah. saya juga sering flag blog di blogger sebagai spam. bahkan kalau lagi niat kadang2 suka lapor ke upstreamnya lewat whois. saya gak perlu kontak2 dulu pemilik blognya. soal urusan apakah mau diblok atau tidak, itu urusan pemilik layanan blog dan/atau upstreamnya. yang penting saya sudah menjalankan bagian saya.

kesalahan nenda sebenernya cuma satu: dia ngaku kalau dia yang melaporkan.
#11 Priyadi (Homepage) on 2007-04-24 01:38 (Reply)
mengaku adalah perbuatan salah?
#11.1 Biho (Homepage) on 2007-04-24 03:53 (Reply)
Lain kali saya subs program perlindungan saksi deh. telat
#11.2 calupict (Homepage) on 2007-04-24 04:12 (Reply)
maaf bukan bermaksud nyepam..

hati-hati kepada pihak yg ingin mengambil keuntungan dari keruhnya suasana, jangan sampai kita di adu domba...

sangat mungkin sekali akan ada pihak yg mengadu domba bangsa sendiri....
jangan mudah dihasut.....
jangan mudah percaya dengan yg kita lihat atau baca, cernalah dengan hati nurani kita...
terbukti banyak sekali comment2 yg "mengadu" dan memperkeruh suasana...

PEACE LAH!!!!

*lanjutin makan batagor
#12 wargimin (Homepage) on 2007-04-24 01:40 (Reply)
#10: iya ya. Kalau Nenda memang berniat membantu wordpress, walaupun tanpa dibayar, Nenda bisa melaporkan pada wordpress tanpa mengaku.

Namun sekali lagi, jika aku jadi Nenda, aku tak akan merepotkan diri melapor.
#13 bank al (Homepage) on 2007-04-24 01:52 (Reply)
Halo mas vavai...
Blog saya sendiri termasuk blog yg disuspend, saya memang sudah mendaftar sebagai peserta SEO, tetapi saya blom sempat mempostingkannya, baru hanya berupa draft, dan saya juga masih mempelajari teknik2nya didua kontes sebelumnya karena saya berfikir deadlinenya masih lama (1 Juli 2007),dan kalo dianggap sebagai spam, saya heran spam dimananya..?? nulis aja blom..?? koment dimana-mana aja ngga..?? kok diblok ..??
Jujur ga ada niat apa-apa saya ikutan dalam kontes tersebut, cuman iseng2 nambah ilmu dan kebetulan belakangan ada hadiahnya dan kebetulan juga diwordpress dan saya juga bukan master dalam SEO bahkan dalam dunia IT sekalipun..!
Saya juga tidak akan ikut mencaci maki pelapornya ga terlalu penting menurut saya. Cuman yang saya sayangkan pelapornya seharusnya liat2 dulu kek isi blog seseorang baru ngelapor.
#14 Rasyid (Homepage) on 2007-04-24 04:59 (Reply)
Calupict silakan cebok. Celana Anda masih bau.
#15 Kang Kombor (Homepage) on 2007-04-24 12:04 (Reply)
Ini beneran kang Kombor yang nulis ? gag percaya

Ada beberapa comment seperti ini. Apa mass comment atau ada yg pakai nama Kang Kombor ?

Atau memang beneran ?
#15.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-24 18:34 (Reply)
Gambar kupu-kupu artinya Butterfly Effect ya mas Vavai?

BTW salam kenal.
#16 Aris on 2007-04-24 16:55 (Reply)
Mencari info tentang suspend Wordpress.com dan menemukan artikel disini, walau jauh sekali waktu yg erna komentari skr ini. Apakah blog erna juga termasuk kena suspend ya karena mengikuti dua kontes yaitu Busby dan Kampan** Dama* yg skr ini marak.

Untuk mengembalikannya bagaimana ya mas soal blog erna tersebut, bingung nih. Bisa dijawab via email, apabila berkenan.
#17 erna (Homepage) on 2009-02-08 00:58 (Reply)
wa wahh.. memang rasanya jg agak sedikit marah saya membaca postingan diatas. saya maah knp msh ada sikap para blogger yang seperti itu. aq sering mendapat peringatan dari google adsense karena palaporan dan pengeklikan iklan yang memang di sengaja oleh pihak lain, gara2 aq pernah commend dan mengkritik suatu blog dan alhasil besoknya aq kena suspen oleh google adsense. semoga dengan kejadian ini marilah kita para blogger bisa bertindak lebih dewasa. krna saya yakin kita semua bukan anak2 tentunya.. dan saya jg yakin kita lebih dari seorang blogger di dunia nyata. Salam Perdamaian dan Salam Sukses selalu Blogger Indonesia
#18 wa waa (Homepage) on 2009-08-25 07:24 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.