IPDN-STPDN, Petisi Online, Blog Praja IPDN & Respon yang Cerdas...


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

IPDN-STPDN, Petisi Online, Blog Praja IPDN & Respon yang Cerdas...Wednesday, April 18. 2007


Trackbacks

No Trackbacks

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

link yg bagus mas :-)

kelihatannya kekerasan sudah mendarah daging di IPDN, sepertinya susah untuk dirubah. sudah kena doktrin :-D
#1 wargimin (Homepage) on 2007-04-18 01:43 (Reply)
Thanks mas.

BTW, IPDN jangan sampai tidak bisa berubah. Berubah sebenarnya soal niat dan integritas. Kalau mereka berniat dan masih memiliki integritas, sebenarnya berubah adalah soal mudah. Tinggal mau memilih terus mendekam dalam pandangan picik dan sempit atau mau berubah.
#1.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-18 03:10 (Reply)
Wow.. saya bener shock baca isi wordpressnya si ipdn mania, mereka sudah di brainwash. Moga2 reformasi di ipdn bisa membawa hasil.
#2 JiE (Homepage) on 2007-04-18 02:01 (Reply)
Mudah-mudahan bukan orang IPDN yang membuat mas :-).
#2.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-19 01:41 (Reply)
Tentu saya sudah membaca IPDN mania hampir sejak ia dilaunching. Tapi dari gaya bicaranya, saya yakin itu cuma troll, tidak mewakili suara praja IPDN. Jadi saya masih yakin bahwa: Orang IPDN belum bisa (saya ulangi: BELUM BISA) blogging. Mungkin bukan alasan teknis; tetapi lebih pada kenyataan bahwa di sana tidak ada kebebasan berpendapat, bahkan berpikir. Yang ada hanya konsensus untuk bersama tutup mulut dan memelihara kebodohan.
#3 Koen (Homepage) on 2007-04-18 02:28 (Reply)
Setuju mas Koen. Kayaknya emang anak IPDN belum dan tidak terbiasa blogging. Ini kisah nyata :

Saya punya teman jadi dosen disana diminta mengajar tentang Teknologi Informasi. Kata teman saya, dia diminta ngajar tentang TI karena dialah beberapa dosen yang punya alamat email (padahal, secara kua teori, saya jamin teman saya itu tdk terlalu paham juga ttg internet). Malam sebelum ngajar, teman saya ini telp ke saya bertanya tentang internet, konsepnya, email, www, dsb. Hasilnya, teman saya itu bilang minimal dikasih nilai B kalau mau ngisi testimoni di FS si dosen temen saya itu. Jadi, pengetahuan mereka kayaknya memang baru sebatas Friendster saja. Itu pun karena dipaksa oleh si dosen temen saya itu, supaya mereka akrab dg internet.

Wallahu'alam...
#3.1 cahyo (Homepage) on 2007-04-18 05:21 (Reply)
Mari suarakan hati nurani kita di petisi online.
#4 Biho (Homepage) on 2007-04-18 02:29 (Reply)
Apakah di IPDN ada kesempatan untuk akses Internet dengan mudah dan bebas? Ingat, mereka sekolah asrama yang dari pagi sampai malam ada kegiatan. Mana tempatnya rada rada di pelosok, kalo saya tidak salah ingat. Padahal itu kan salah satu prasyarat untuk nge-blog.
#5 Dedhi on 2007-04-18 02:50 (Reply)
@Dedhi: tempatnya memang di pelosok (Jatinangor), tapi tetep di jalan rayanya kok. Ngesot ke depan IPDN itu sudah ada warnet.
#6 Oskar Syahbana (Homepage) on 2007-04-18 03:11 (Reply)
Soal analogi, lupa ya, peribahasa itu tidak harus berobyek sama. Yang penting "jiwa" dari peribahasa itu. Pada kasus diatas bagi pencetus ide IPNN (dan bagi yang membiayai) jelas menginginkan IPDN bak lumpung padi.

Hayo.. jangan lupakan pelajaran bahasa Indonesia mentang-mentang ingin globalisasi.

Besar pasak daripada tiang ? Emangnya pinjam duit ke bank itu berupa pasak dan bayarnya berupa tiang.

Hehehe
#7 IMW (Homepage) on 2007-04-18 08:20 (Reply)
Btw udah ikut petisinya ga mas...??
#8 rasyid on 2007-04-18 08:22 (Reply)
custom closets
#9 closets (Homepage) on 2007-04-18 14:46 (Reply)
kami juga manusia. perlu diingat bahwasanya tidak semua yang diberitakan pers itu benar... kami siap menerima masukan dan kritik yang membangun demi baiknya sekolah ini
#10 praja on 2007-04-25 10:20 (Reply)
Mas Riyan, andaikata anda dan rekan-rekan anda mau saja share mengenai apa saja kegiatan disana, kajian intelektual apa saja yang diberikan dan lain-lain, rekan-rekan di IPDN-STPN tidak perlu susah payah menjawab setiap cacian.

Rekan-rekan IPDN selalu bilang disudutkan oleh pers, tapi kalau memang begitu, ayo lawan. Nggak usah takut kalau memang benar. Anda tinggal buat blog (kalau perlu saya sediakan hostingnya dan saya bantu setup blognya), asalkan rekan-rekan di IPDN mau sampaikan kwalitas intelektualnya secara dewasa.

Jika pelaku pembunuhan hanya oknum, buktikan dengan menunjukkan kwalitas rekan-rekan lain yang lebih banyak lagi.

Nggak usah takut sama pers mas. Kalau mahasiswa IPDN mau jadi blogger, suaranya bisa didengar dan menjadi berita pengimbang. Syaratnya, jujur dan dewasa.
#10.1 Masim "Vavai" Sugianto (Homepage) on 2007-04-25 23:30 (Reply)
lihat di Media Indonesia Hari ini (7Mei2006) pada halaman belakang bahwa kwalitas lulusan STPDN/IPDN sangat rendah, semakin membuktikan bahwa keberadaan sekolah ini perlu dipertanyakan, buat apa?
kalau tujuannya hanya untuk menjadikan tenaga Satpol PP, saya sangat setuju karena memang dibutuhkan tenaga tenaga seperti yang tersedia sekarang. otak ngga penting.
dasar katro, ndeso, guoooblog. tangkurak dia....:-)
#11 Taufiq Sol on 2007-05-07 07:51 (Reply)
Praja IPDN adalah orang yang berkwalitas, tidak mudah untuk dapat menjadi Praja IPDN, ada Standar nilai raport dan NEM tertentu untuk dapat masuk IPDN, dan umumnya yang masuk ke IPDN adalah orang-orang yang ketika dia di SD, SMP, SMU selalu dapat rangking terbaik, diantara para PNS lulusan IPDN dalam hal kinerja adalah yang terbaik dibanding lulusan perguruan tinggi lainnya, Kalau ada kekerasan di IPDN itu bukanlah kesalahan para praja IPDN tetapi budaya yg memang harus dihapuskan, orang-orang yang suka menjelek-jelekan IPDN hanyalah orang yang iri dan dengki terhadap IPDN.
#12 iwan handoko on 2007-12-30 18:26 (Reply)
kepada semua yang memiliki perhatian terhadap IPDN, saya ucapkan terimakasih. semua yang anda katakan dibawah ini hanya berdasarkan emosi yang kurang dewasa saja. kami mengundang seluruh pengamat di indonesia untuk datang langsung ke kampus IPDN untuk meneliti kegiatan harian kami.
kami sangat menghargai perasaan anda dan keinginan untuk mengubah bangsa kita jadi lebih baik, tapi ingat seluruh kata tidak akan berarti tanpa sebuah perbuatan. igat kami tunggu di IPDN untuk membicarakan dan mencari cara terbaik untuk menyatukan adat dari seluruh daerah di INDONESIA. ingat seluruh adat di indonesia ada di IPDN jadi perlu waktu untuk membuat indonesia ini damai tanpa kekerasan sehingga bangsa kita bisa maju. ingat perbedaan adalah kunci kesuksesan.
#13 wawan (Homepage) on 2009-03-03 13:17 (Reply)
terimakasih utk mas vavai atas pengertiannya..
dan utk blog IPDN mania kami yakin itu bukan milik praja atau alumni praja.
#14 praja angk 18 on 2009-03-04 07:03 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.