
Setelah melakukan negosiasi beberapa waktu, baik terhadap boss di kantor maupun terhadap trainer, akhirnya rencana inhouse training bahasa pemrogramman Java bisa direalisasikan.
Inhouse training Java ini merupakan tindak lanjut dari komitmen manajemen untuk migrasi secara penuh dari platform Windows menjadi Linux / open source di semua sisi. Bahasa pemrogramman yang sempat dipakai sejak lama, Microsoft Visual Basic sudah diupayakan untuk dimigrasi secara bertahap kedalam lingkungan desktop Linux, dan meski bisa berjalan setelah dilakukan beberapa penyesuaian disana-sini, saya merasa kurang puas mengingat hal tersebut ibarat solusi tambal sulam.
Rencana training Java dipilih dengan pertimbangan popularitas dan independensi bahasa ini. Pilihan lainnya adalah menggunakan C++, namun QT dirasa terlalu mahal lisensinya.
Bagi saya pribadi, perusahaan-perusahaan yang berniat melakukan migrasi sistem ke platform Linux mesti memikirkan untuk memberikan pelatihan kepada staff IT-nya, bukan hanya dari sisi manajemen server maupun desktop, namun yang terutama adalah aplikasi yang sedang berjalan. Migrasi sistem, baik dari sisi server maupun desktop masih relatif mudah karena kita sekedar melawan mindset (yang kadangkala memang sulit juga

), sedangkan migrasi aplikasi berkait dengan operasional sistem yang sedang berjalan.
Pelatihan yang diadakan oleh perusahaan pada dasarnya merupakan investasi yang bisa kembali. Lain halnya dengan lisensi software yang hanya menghabiskan sumber dana dan tidak melekat pada perusahaan.
Mungkin ada pertanyaan, bagaimana jika peserta pelatihan justru keluar dan pindah kerja ke perusahaan lain ? Pikir saya, para programmer dan staff IT tentu memahami etika yang secara umum disepakati. Paling tidak, kalaupun satu saat keluar dan pindah kerja, hal tersebut terjadi bukan dalam rentang waktu yang singkat.
Selamat datang di dunia Java.
Sumber gambar :
http://www.javalinux.net/JavaLinux/CDROM/javatux.gif