
Pagi ini-saat berangkat kerja-sempat bernostalgia waktu melewati
SMAN 2 Bekasi (Etniz 2), almamater saya. Ngobrol sana-sini jadi ingat hal-hal yang terjadi kalau ada ujian atau keperluan yang membutuhkan waktu cepat.
Karena rumah saya ada di Tambun-Bekasi (masih sama-sama Bekasi tapi puluhan kilometer dari sekolah

), seringkali saya harus cepat-cepat berangkat agar tidak terlambat. Anehnya, kalau hari biasa saya hampir tidak pernah terlambat, pas ada ujian malah seringkali nyaris terlambat.
Karena berangkat menggunakan angkutan umum (angkot-angkutan perkotaan-di Bekasi namanya KOASI, Koperasi Angkutan Bekasi), saya sering memendam rasa pada sopir angkutan yang berleha-leha disaat saya harus mengejar setoran alias mesti cepat-cepat ke sekolah.
SMAN 2 Bekasi agak
strict soal keterlambatan. Datang terlambat waktu ujian otomatis tidak boleh ikut ujian. Tidak ujianpun, saya pernah di skors tidak boleh mengikuti pelajaran sampai dengan waktu istirahat. Bagi anak-anak bandel yang memang senang tidak mengikuti pelajaran, kesempatan ini dimanfaatkan untuk bermain-main di kantin. Lain halnya dengan saya. Karena saya termasuk anak yang alim (caelah

), saya lebih suka ke perpustakaan. Bukan karena ingin baca buku-meski saya senang membaca-melainkan menemani gadis-gadis yang suka beredar di perpustakaan untuk riset

. Kebetulan penjaga perpustakaan-dulu namanya Pak Tono- saya kenal baik sehingga dia hanya tersenyum saat saya masuk ke perpustakaan di jam pelajaran, "Pasti kena skors ya ?" paling begitu katanya.
Kembali kepada soal angkutan umum. Saat ingin cepat-cepat, biasanya ada saja halangannya. Bisa karena sopirnya yang bersantai-santai, mobil masuk ke pom bensin untuk isi bensin hingga terhalang lampu merah. Ajaibnya, saat saya ingin cepat-cepat, KOASI yang saya tumpangi selalu terhalang lampu merah hampir di tiap perempatan. Jadi, apa saja yang saya lihat dan saya alami sepertinya justru memperlambat kedatangan saya ke sekolah

. Ada orang yang menyeberang jalan seperti siput, ada sepeda motor yang menghalangi angkot, ada juga orang yang naik ke angkot dalam gerakan lamban,
slow motion seperti beringsut-ingsut

.
Mungkin kejadian-kejadian tersebut merupakan jalan untuk mengujicoba kesabaran saya

. Jika kesabaran saya terkikis habis, buyarlah hapalan-hapalan dan persiapan saya dalam menghadapi ujian...
Pernah mengalami hal yang sama ?