Bagaimana Jika Kita Meninggal Dunia Besok ?


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Bagaimana Jika Kita Meninggal Dunia Besok ?Wednesday, December 20. 2006


Trackbacks

Awal Tahun = Musim Sakit ? Introspeksi dan Self Review.
Membaca posting Pak Budi Rahardjo kalau manusia super tersebut sakit :-), saya jadi ingat bahwa sepertinya sakit sedang menjadi trend saat ini.  Minggu lalu saya sempat ambruk 2 hari karena sakit flu. Sepele sakitnya, namun karena sekarang masih heboh s
Weblog: Blog Vavai
Tracked: Jan 26, 23:58

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

posting yang menarik dan menggugah...:-D

saya dulu juga pernah punya pengalaman hampir sama dengan mas vavai. waktu kecil pernah kena muntaber. kaa ibu saya yang didapat dari dokter, sepersekian detik saja terlambat saya dibawa ke dokter, habislah riwayat say. tapi allah maha besar. nyawa saya terselamatkan.

supaya selalu ingat mati, bila ada yang meninggal,sempatkanlah untuk melayat....
#1 cahyo (Homepage) on 2006-12-21 00:24 (Reply)
Jika saya meninggal besok maka saya akan..... hmm...
bekerja seperti apa-adanya hari ini.
#2 Andry (Homepage) on 2006-12-21 08:37 (Reply)
aku hanya berharap bisa menjalani hidup sebaik bungkin, semampu aku, agar tidak terbebani saat melangkah esok. dan semoga gusti Allah meridhoi jalan yg ditempuh. terimakasih sudah mengingatkan.
#3 david on 2006-12-21 11:51 (Reply)
Mas, bikin dead man's switch website yuk. Alurnya kira-kira begini :

1. Visitor mendaftar

2. Setelah terdaftar, lalu membuat catatan penting / surat wasiat. Bisa seperti surat wasiat biasa, dan/atau user/pass untuk berbagai account nya di Internet. Dll.

3. Kemudian ybs menentukan kepada siapa surat wasiat tersebut ditujukan; informasi kontak via telpon, HP, email, alamat, dst.

4. Menentukan frekuensi reminder.

5. Selesai, maka mulai saat ini sistem mulai mengirimkan reminder secara rutin, dengan sebuah URL yang harus di klik

6. Jika URL reminder tidak di klik dalam waktu yang telah ditentukan, maka akan ada follow up (misal: via SMS, telpon dari admin sistem, dll)

7. Jika semua follow up tidak berhasil, maka admin sistem mengkontak penerima surat wasiat untuk memastikan

8. Jika fax surat kematian telah diterima, maka isi surat wasiat kemudian diserahkan kepada penerimanya.

Saya kira ini akan sangat bermanfaat bagi banyak orang :-)

Rencananya saya juga akan membuat ini, tapi masih di antrian karena banyak proyek2 lainnya yang juga sedang saya kerjakan.
#4 harry (Homepage) on 2006-12-21 15:38 (Reply)
"setiap yang bernyawa pasti mati"
banyak banget obsesi dalam hidupku,aku berusaha keras untuk merealisasikan semua obsesiku itu.tapi ternyata apa yang terjadi,kenyataannya aku belum bisa juga wujudin asa & cita-citaku.akhirnya aku terpuruk,hanya mengurung diri,hari-hari terasa hampa,seolah kebahagiaaan hanya bila aku bisa merealisasikan obsesiku. tapi ku tersadar bahwa dunia ini hanya sementara & obsesi keduniaan kita tak akan dibawa mati,karena hanya amal baiklah yang kan jadi bekal kita untuk mati.dengan sering mengingat kematian itulah membuat aku jalani hidup dengan bahagia.
#5 suhar on 2006-12-26 01:39 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.