
Pernah mengalami rasa minder ? Buat saya, rasa minder sering menerpa, terutama jika saya berada di tempat yang rasanya asing dan saya mesti menyesuaikan diri secara cepat. Ada orang-orang yang sejak lahir mudah menyesuaikan diri dan mungkin heran dengan apa yang saya alami. Sayangnya, tidak semua orang seperti itu dan saya salah satu diantara yang sering minder tanpa alasan...
Minder secara intelektual adalah rasa minder yang timbul jika berhadapan dengan seseorang atau kelompok yang jauh lebih tahu tentang segala hal daripada saya. Beberapa tahun yang lalu (lama amat ya

), rasa minder ini sering menerpa jika saya mengikuti seminar atau pelatihan. Saya minder secara intelektual jika berhadapan dengan seseorang yang fasih berbicara tentang teknologi Linux. Minder jika berhadapan pada geek .NET, pada ahli PHP, pada programmer Java, pada semua yang memiliki pengetahuan diatas saya. Awalnya hal ini membuat saya mengkeret dan menyembunyikan diri dalam kepompong seraya menghibur diri.
Sejalan dengan waktu, dengan akses dan pergaulan serta kesenangan membaca yang tidak pernah pudar, rasa minder tersebut terkikis secara perlahan. Jika sebelumnya saya hanya 'bengong' mendengarkan ceramah seseorang mengenai IT, sekarang paling tidak saya bisa mengikutinya. Jika disadari, sebenarnya apa sih yang membuat orang lain istimewa dalam kecepatan pemahaman suatu teknologi baru ? Memang ada orang jenius yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap hal baru, namun secara umum semestinya kita mampu menghadapi dan mengikutinya.
Apa yang membatasi seseorang untuk bisa menguasai ilmu dan teknologi ? Biasanya, batasannya adalah diri sendiri. Diri sendiri yang membuat penghalang, diri sendiri yang menutup akses dan diri sendiri yang mempersulit keadaan. Jika kita mau berusaha, saya yakin tak ada yang sulit untuk dicoba.
Mungkin banyak dari kita yang kaget saat mendengar ada yang menang
kompetisi Google Jam India. Ada yang menang
kompetisi Top Coder. Ada yang mendapat
rangking bagus dalam kompetisi class PHP. Lantas, giliran kita kapan dong

.
Bagi yang senang membaca buku tentu pernah mendengar kisah tentang
Oda Nobunaga,
Toyotomi Hideyoshi dan
Tokugawa Ieyasu, tiga pemersatu Jepang (Three Japan Unifiers). Kemudian membaca buku
Musashi, menarik membaca bagaimana Musashi merasa masa untuk terkenal sudah lewat karena sudah diisi oleh sosok Nobunaga, Hideyoshi dan Ieyasu. Ternyata, Musashi sama terkenalnya seperti ketiga jenderal pemersatu Jepang tersebut, meski dalam lingkup yang berbeda, yakni sebagai ahli seni pedang. Setiap masa memiliki tokohnya sendiri.
Apakah kita merasa terlambat lahir sehingga kita tidak bisa menjadi
Linus Torvalds 
atau menjadi
Bill Gates ? Mengapa kita tidak tahu teknologi blog sebelum
Enda ? Mengapa kita tidak bisa menguasai kemampuan programming lebih dari
Ardian K Poernomo ?
Apakah kita tidak mampu menjadi diri kita sendiri, yang memiliki kemampuan dan kejeniusan yang khas ? Saya masih ingat cerita kartun
Doraemon, Nobita selalu kesal pada diri sendiri karena dia selalu kalah pandai dari temannya, Dekisugi (yang dia cemburu-i karena sering diajak belajar oleh Shizuka), kalah kaya dari Suneo dan kalah kuat dari Giant. Padahal dari sekian tokoh tersebut, Nobita adalah sosok yang lebih manusiawi, sosok yang sebenarnya khas. Nobita mungkin tidak sepandai Dekisugi namun Nobita supel. Nobita tidak sekuat Giant tapi dia juga tidak senakal Giant. Nobita tidak sekaya Suneo tapi dia juga tidak selicik Suneo...
Kembali ke masalah awal, apakah sekarang saya tidak merasa minder secara intelektual ? Sebenarnya masih, namun tidak lagi terlalu mengganggu seperti dulu. Alih-alih menghindarinya (menghindar dari ketidakmampuan), saya justru meresponnya dengan cara menghadapi langsung. Jika diminta melakukan sesuatu yang belum bisa, saya akan berusaha belajar untuk bisa. Contoh mudahnya, dulu membawa sepeda motor pakai kopling saja saya 'ajrut-ajrutan' namun jika dihadapi langsung, ternyata mudah saja (Malu mengakuinya sebenarnya, tapi itu toh masa lalu

). Jika diminta membuat aplikasi dengan C++, saya masih ingat pengalaman Mas
Romi Satria
Ini masih terkait dengan posting tentang Minder Secara Intelektual. Jika berkaca pada pengalaman orang yang sukses, kadangkala kesuksesan bisa diraih bukan hanya soal kesempatan, namun juga kecerdasan dan keberanian. Seringkali, kesempatan muncul jika kit
Tracked: Dec 04, 00:16