Panduan Instalasi VMWare Workstation 6.0.4 pada openSUSE 11.0


:: Feed Reader & Email Subscription ::

Kamu bisa membaca Blog Vavai menggunakan feed reader. Gunakan alamat feed reader ini. Kamu juga bisa mendapatkan email notifikasi setiap ada update pada blog ini. Silakan klik disini untuk mendaftar notifikasi.

Google

Panduan Instalasi VMWare Workstation 6.0.4 pada openSUSE 11.0Monday, November 17. 2008


Trackbacks

No Trackbacks

Comments
Display comments as (Linear | Threaded)

CMIIW, VMWare Workstation bukannya tidak free yah? Kecuali anda lulus VCP atau VXCD certification, dapat free license perorangan.
Kenapa ndak fokus ke VMWare Server aja yang free?
#1 dedhi on 2008-11-17 08:16 (Reply)
iya ya, itu kan bayar? saya sendiri sekarang pengguna dan pecinta virtualbox-OSE. jauh lebih canggih daripada virtual PC, kalo VMware saya belum pernah coba, jadi nggak bisa kasih nilai :-P
#1.1 hielmy (Homepage) on 2008-11-17 08:49 (Reply)
Virtualbox OSE atau binary mas ? Yang OSE bukannya tidak bisa USB ?

Oh ya, ada jatah preman dari kantor dan jatah pribadi jadi dimanfaatkan :-D
#1.1.1 Muhammad Rivai Andargini (Homepage) on 2008-11-17 09:38 (Reply)
di Linux saya pake OSE, di windows saya pake yg binary. iya kelemahannya tidak bisa USB :-(
#1.1.1.1 hielmy (Homepage) on 2008-11-17 20:16 (Reply)
Thanks buat masukannya Ded. Lisensi VMWare WS ini merupakan peninggalan kantor. Untuk yang free saya sedang coba Virtualbox.
#1.2 Vavai (Homepage) on 2008-11-17 09:35 (Reply)
Saya kebetulan make juga VirtualBox. Rasanya emang enak dan cepat, apalagi pakai RDP, enak banget jadi kayak window biasa kalo HostOS-nya Windows. Tapi kalo mau bermain GuestOS 64 bit, VMWare server terasa lebih OK. VirtualBox di 64 bit kalo console mode serasa pakai mesin teletype kuno, keluarnya character satu satu, walau di video mode OK saja.
Udah gitu kalo pakai OS yg dual mode 32 bit dan 64 bit macam Solaris x86, begitu terjebak boot ke 32 bit, gak bisa recover ke 64 bit.
VirtualBox juga belum bisa shared 1 virtual disk ke 2 Guest OS, sehingga gak bisa buat simulate cluster.
VirtualBox juga gak bisa oversubscription memory. Misalkan RAM kita 1 GB, lalu kita mau launch 3 VM yg masih masing 400MB. VM ke 3 akan gagal di launch gak peduli real usage dari VM no 1 dan no 2 berapa. Sementara kalo VMWare Server, selama 2 VM pertama pakai RAM-nya sedikit, dia masih bisa launch VM no 3.
VirtualBox juga akan melakukan GuestOS suspend kalo si GuestOS gagal allocate memory, sementara VMware Server masih jalan terus walau lambat.
Kelemahan VMWare Server adalah consolenya yang pakai Flash dan Web Browser, rada lambat dibanding VirtualBox.

Anyway, saya lebih prefer pakai bare metal hypervisor, VMWare ESX atau Sun CMT LDOM.
#1.2.1 dedhi on 2008-11-17 11:12 (Reply)
Wah kumpulnya di Jagakarsa? Dekat rumah orang tua saya. Memang di mana persisnya rumah Mas Yamin, Mas Vavai? Barangkali satu waktu bisa bersua.
#2 Zaki Akhmad (Homepage) on 2008-11-17 09:03 (Reply)
Benar mas, di Jagakarsa, dekat Bonbin Ragunan pintu belakang / barat. Kapan-2 bisa main dong ke tempatnya mas Ketua openSUSE Indonesia yang baru :-D
#2.1 Muhammad Rivai Andargini (Homepage) on 2008-11-17 09:37 (Reply)
mas Rivai salam kenal, mau tanya ini saya install OS solaris di laptop saya menggunakan virtualbox. OS saya sekarang Windows XP kenapa tidak bisa ya sudah saya bagi di harddisknya 20GB untuk install solaris 10 x86. bagaimana cara mengatasinya terima kasih mas Rivai Sukses terus ya
#2.1.1 fahmi on 2009-03-03 21:37 (Reply)

Add Comment

Enclosing asterisks marks text as bold (*word*), underscore are made via _word_.
E-Mail addresses will not be displayed and will only be used for E-Mail notifications

To prevent automated Bots from commentspamming, please enter the string you see in the image below in the appropriate input box. Your comment will only be submitted if the strings match. Please ensure that your browser supports and accepts cookies, or your comment cannot be verified correctly.
CAPTCHA

Standard emoticons like :-) and ;-) are converted to images.
BBCode format allowed
 
 

Masukkan email address untuk mendapat notifikasi setiap ada update terbaru pada Blog Vavai

Delivered by FeedBurner


  • Vavai
    Masim "Vavai" Sugianto, IT professional meski kadang-kadang saja bisa prof dan lebih sering nggak tongue. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak tongue. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.