Panduan Instalasi VMWare Workstation 6.0.4 pada openSUSE 11.0 • Monday, November 17. 2008
Trackbacks
Trackback specific URI for this entry
No Trackbacks
Comments
Display comments as
(Linear | Threaded)
CMIIW, VMWare Workstation bukannya tidak free yah? Kecuali anda lulus VCP atau VXCD certification, dapat free license perorangan.
Kenapa ndak fokus ke VMWare Server aja yang free?
Kenapa ndak fokus ke VMWare Server aja yang free?
iya ya, itu kan bayar? saya sendiri sekarang pengguna dan pecinta virtualbox-OSE. jauh lebih canggih daripada virtual PC, kalo VMware saya belum pernah coba, jadi nggak bisa kasih nilai
Virtualbox OSE atau binary mas ? Yang OSE bukannya tidak bisa USB ?
Oh ya, ada jatah preman dari kantor dan jatah pribadi jadi dimanfaatkan
Oh ya, ada jatah preman dari kantor dan jatah pribadi jadi dimanfaatkan
di Linux saya pake OSE, di windows saya pake yg binary. iya kelemahannya tidak bisa USB
Thanks buat masukannya Ded. Lisensi VMWare WS ini merupakan peninggalan kantor. Untuk yang free saya sedang coba Virtualbox.
Saya kebetulan make juga VirtualBox. Rasanya emang enak dan cepat, apalagi pakai RDP, enak banget jadi kayak window biasa kalo HostOS-nya Windows. Tapi kalo mau bermain GuestOS 64 bit, VMWare server terasa lebih OK. VirtualBox di 64 bit kalo console mode serasa pakai mesin teletype kuno, keluarnya character satu satu, walau di video mode OK saja.
Udah gitu kalo pakai OS yg dual mode 32 bit dan 64 bit macam Solaris x86, begitu terjebak boot ke 32 bit, gak bisa recover ke 64 bit.
VirtualBox juga belum bisa shared 1 virtual disk ke 2 Guest OS, sehingga gak bisa buat simulate cluster.
VirtualBox juga gak bisa oversubscription memory. Misalkan RAM kita 1 GB, lalu kita mau launch 3 VM yg masih masing 400MB. VM ke 3 akan gagal di launch gak peduli real usage dari VM no 1 dan no 2 berapa. Sementara kalo VMWare Server, selama 2 VM pertama pakai RAM-nya sedikit, dia masih bisa launch VM no 3.
VirtualBox juga akan melakukan GuestOS suspend kalo si GuestOS gagal allocate memory, sementara VMware Server masih jalan terus walau lambat.
Kelemahan VMWare Server adalah consolenya yang pakai Flash dan Web Browser, rada lambat dibanding VirtualBox.
Anyway, saya lebih prefer pakai bare metal hypervisor, VMWare ESX atau Sun CMT LDOM.
Udah gitu kalo pakai OS yg dual mode 32 bit dan 64 bit macam Solaris x86, begitu terjebak boot ke 32 bit, gak bisa recover ke 64 bit.
VirtualBox juga belum bisa shared 1 virtual disk ke 2 Guest OS, sehingga gak bisa buat simulate cluster.
VirtualBox juga gak bisa oversubscription memory. Misalkan RAM kita 1 GB, lalu kita mau launch 3 VM yg masih masing 400MB. VM ke 3 akan gagal di launch gak peduli real usage dari VM no 1 dan no 2 berapa. Sementara kalo VMWare Server, selama 2 VM pertama pakai RAM-nya sedikit, dia masih bisa launch VM no 3.
VirtualBox juga akan melakukan GuestOS suspend kalo si GuestOS gagal allocate memory, sementara VMware Server masih jalan terus walau lambat.
Kelemahan VMWare Server adalah consolenya yang pakai Flash dan Web Browser, rada lambat dibanding VirtualBox.
Anyway, saya lebih prefer pakai bare metal hypervisor, VMWare ESX atau Sun CMT LDOM.
Wah kumpulnya di Jagakarsa? Dekat rumah orang tua saya. Memang di mana persisnya rumah Mas Yamin, Mas Vavai? Barangkali satu waktu bisa bersua.
Benar mas, di Jagakarsa, dekat Bonbin Ragunan pintu belakang / barat. Kapan-2 bisa main dong ke tempatnya mas Ketua openSUSE Indonesia yang baru
mas Rivai salam kenal, mau tanya ini saya install OS solaris di laptop saya menggunakan virtualbox. OS saya sekarang Windows XP kenapa tidak bisa ya sudah saya bagi di harddisknya 20GB untuk install solaris 10 x86. bagaimana cara mengatasinya terima kasih mas Rivai Sukses terus ya


. Nick name Muhammad Rivai Andargini, nama yang dipakai sejak SMP dan sekarang menjadi nama anak
. Tinggal di Bekasi, Bekerja di Jakarta. Minat pada Linux dan dunia Open Source, Membaca, Hiking dan Avonturir.
