Belajar dari Lebah : Makan Makanan yang Baik untuk Hasil Akhir yang Baik

Opini1 Comment

Tiap kali makan yang rasanya berlebihan, saya jadi berpikir-pikir, apa jadinya nanti badan saya. Saya acapkali makan sesuatu hanya karena kepingin, bukan karena butuh. Misalnya makan nambah jadi 2 piring padahal mestinya 1 piring (gembul 😛 ) sehingga makan yang rasanya enak malah bikin perut jadi mual 😀

Mestinya belajar makan dari lebah. Karena lebah hanya makan dari sari bunga, hasilnya adalah madu yang sangat bermanfaat. Yang masuk bagus, hasilnya juga bagus. Garbage In, Garbage Out. Yang masuk sampah, outputnya juga sampah.

lebah
Sumber gambar : http://thelife-animal.blogspot.com/2011/09/bee.html

Kalau terlalu banyak makan, ada kemungkinan kita kurang peka pada kualitas makanan yang hendak kita makan. Jika kita diberi ayam goreng, apakah yakin bahwa ayam goreng itu sehat atau berasal dari ayam tiren (ayam mati kemaren, ayam yang sudah keburu mati sebelum disembelih).

Coba belajar dari kucing. Meski mau makan ayam goreng, kucing akan ogah makan ayam tiren, meski itu ayam sudah digoreng sekalipun. Karena penciumannya tajam, kucing bisa “membaui” dan membedakan apakah ayam yang hendak dimakan berasal dari ayam segar atau dari ayam yang sudah mati sebelum disembelih.

Kembali ke lebah, karena makan dengan cara yang baik, lebah memberikan manfaat sampingan membantu penyerbukan. Perbuatan baik, kegiatan baik, menimbulkan efek yang baik dan hasil yang baik.

Dalam salah satu artikel di National Geographic (saya lupa di edisi keberapa), ada foto mikroskopis kualitas madu yang dihasilkan lebah. Jika lebah makan dari serbuk sari bunga, hasilnya bagus, namun ada kalanya bunga jarang ada dan lebah mencari apa saja yang sejenis bunga, salah satunya permen atau gula-gula manis. Jika ini yang terjadi, hasilnya adalah kualitas madu yang beragam dan ada komponen permen didalamnya 🙂

lebah-dengan-serbuk-bunga

Belajar dari kucing dan lebah, untuk menghasilkan kualitas hidup yang baik harus diawali dan dijalani dengan cara yang baik. Makan makanan yang baik, tidak perlu berlebihan. Pendapatan berasal dari usaha yang baik agar hasil akhir dan penggunaannya juga baik. Jangan ibarat peribahasa, uang jin dimakan setan. Karena uang untuk membeli makan berasal dari sumber “ora geunah”, makanan yang dibeli malah menjadi masalah baik langsung sekarang atau kelak dikemudian hari.

Tetaplah berusaha meningkatkan kualitas kehidupan. Hidup kita milik kita, susah senang kita juga yang menjalaninya.

About the author:

Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.

One thought to “Belajar dari Lebah : Makan Makanan yang Baik untuk Hasil Akhir yang Baik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top