Implementasi & Konfigurasi DRBD pada SUSE Linux Enterprise Server 11 Bagian 3

Migrasi Server, openSUSE & SLES, Tips, Tricks & Tutorial3 Comments

Artikel sebelumnya :

  1. Implementasi & Konfigurasi DRBD pada SUSE Linux Enterprise Server 11 Bagian 1
  2. Implementasi & Konfigurasi DRBD pada SUSE Linux Enterprise Server 11 Bagian 2

Pada artikel sebelumnya, sudah ada penjelasan mengenai apa itu DRBD, keuntungan implementasi DRBD dan bagaimana cara setup DRBD. Sekarang bisa dilanjutkan dengan tahapan testing DRBD sekaligus beberapa tips mengatasi masalah atau pesan kesalahan sewaktu setup DRBD.

TESTING DRBD

  1. Mounting device DRBD pada server alpha, kemudian buat satu buah file sebagai testing. Nantinya file ini secara otomatis akan direplikasi/duplikasi ke server bravo. Ext3 bisa diganti dengan tipe partisi yang digunakan pada artikel bagian kedua.
    [code language=’cpp’]
    su
    mkdir /srv/data-drbd
    mount -t ext3 /dev/drbd0 /srv/data-drbd
    touch /srv/data-drbd/ini-file-tesk-yang-ada-di-server-alpha.txt
    ls /srv/data-drbd/
    [/code]
    Perintah diatas akan berakhir dengan tampilan isi folder /srv/data-drbd yang berisi satu file teks. Pada prakteknya, data yang disimpan bisa dalam bentuk data apa saja.
  2. Unmount device DRBD dari server alpha, kemudian downgrade statusnya menjadi secondary
    [code language=’cpp’]
    umount /srv/data-drbd
    drbdadm secondary r0
    [/code]
  3. Pindah ke server bravo, aktifkan DRBD server bravo sebagai primary dan kemudian mounting device DRBD. Perhatikan bahwa server bravo secara otomatis akan memiliki salinan data dari server alpha
    [code language=’cpp’]
    su
    drbdadm primary r0
    service drbd status
    mkdir /srv/data-drbd
    mount -t ext3 /dev/drbd0 /srv/data-drbd
    ls /srv/data-drbd/
    [/code]
  4. Kalau testing diatas sudah OK, kembalikan status DRBD ke kondisi semula yaitu server alpha sebagai primary dan server bravo sebagai secondary.

    Pada server bravo :
    [code language=’cpp’]
    umount /srv/data-drbd
    drbdadm secondary r0
    [/code]
    Pada server alpha :
    [code language=’cpp’]
    drbdadm primary r0
    service drbd status
    mount -t ext3 /dev/drbd0 /srv/data-drbd
    [/code]

Jika mengikuti tutorial diatas semestinya tidak akan ada masalah. Jika ada masalah terkait implementasi DRBD, bisa mengikuti beberapa workaround sebagai berikut :

  1. Perhatikan bahwa format penulisan  bersifat case sensitive, jadi kalau menulis drbd0 berbeda dengan DRBD0, atau r0 berbeda dengan R0
  2. DRBD secara default menggunakan port 7788. Jika mengaktifkan firewall, jangan lupa untuk memberikan akses bagi port tersebut.
  3. Beberapa panduan menuliskan perintah dengan parameter  –do-what-i-say. Parameter ini sudah obsolete dan diganti dengan perintah –overwrite-data-of-peer
  4. Jika ingin menggunakan DRBD namun proses fail over berjalan otomatis, pertimbangkan untuk menggunakan HeartBeat dan OpenAIS+Pacemaker.

Semoga bermanfaat. Artikel berikutnya saya akan membahas mengenai HeartBeat dan gabungan antara HeartBeat+DRBD atau DRBD+OpenAIS dan Pacemaker.

About the author:

Masim Vavai Sugianto, Tinggal di Bekasi, Bekerja sebagai wirausahawan/Konsultan IT. Penganjur penggunaan sistem Linux dan aplikasi Open Source. Hobby Membaca, Hiking dan Avonturir. Mengembangkan PT. Excellent Infotama Kreasindo sebagai lembaga training dan IT consulting.

3 thoughts to “Implementasi & Konfigurasi DRBD pada SUSE Linux Enterprise Server 11 Bagian 3”

  1. mas, jadi intinya hanya menduplikasi device drbd yang dibuat itu yah? bukan menduplikasi 1 server penuh, kalo mau menduplikasi data beserta aplikasi2 yang akan diinstall kemudian hari aplikasi dan datanya harus disimpan di device drbd nya yah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top